You're always my mine...

You're always my mine...
Part 35



Keesokan harinya aku pun kuliah seperti biasanya, masih dengan gosip-gosip itu. Tapi yang membedakan itu si Clarita dan Santo tidak kelihatan batang hidungnya


“Ah sebodo amat lha sama mereka.” Gumamku


Lalu aku pun masuk ke dalam kelas dan mengikuti mata kuliah


Sementara di kantor mas Angga kedatangan sebuah amplop coklat yang di kirim oleh orang yang tidak jelas. Dalam amplop itu berisikan tentang fotoku dengan cowo’ lain.


Mas Angga yang melihat foto tersebut akhirnya tersulut emosi. Namun di saat yang bersamaan ayah datang.


“Angga, ada apa? Apa ada masalah di perusahaan?” tanya ayah


“Tidak, ayah. Aku cuma kesal sama kania, kenapa bisa-bisanya dia dekat dengan cowo’ lain sih di belakangku.” Ucap mas Angga emosi


“Apa maksud kamu, Angga?” tanya ayah


“Ayah lihat sendiri saja tuh di amplop.” Ucap mas Angga


Setelah mendengar ucapan mas Angga, ayah pun langsung melihat isi amplop tersebut


“Angga, coba kamu tenangkan dulu pikiran kamu. Jangan keburu emosi.” Ucap ayah setelah melihat foto itu


“Kalau sudah tenang, sekarang ayah mau tanya sama kamu. Kamu lebih percaya foto yang tidak jelas asal usulnya ini atau kamu lebih percaya pada Kania, yang dari kecil kamu sudah tahu percis dia seperti apa?” tanya Ayah


Ketika mendengarkan ucapan ayah, mas Angga pun terdiam.


“Benar juga ya apa yang dikatakan ayah. Kenapa aku tidak kepikiran sampai ke sana sih?!” gumam mas Angga dalam hati


“Terus kita harus gimana, ayah?” tanya mas Angga


“Ayah ada ide, tapi kita juga harus minta kerjasamanya kania. Gimana?” ucap ayah


“Ok.. Seperti biasa ya ayah?” tanya mas Angga


“Yo’i..” ucap ayah


“Siap laksanakan yah. Nanti sore akan Angga diskusikan sama kania.” Ucap mas Angga mantap


“Siip. Kalau begitu, ayah balik duluan ya.” Pamit Ayah


“Lha yah, tadi ayah ngapain ke sini?” tanya Mas Angga bingung


“Tidak, tadi kebetulan lewat. Jadi mampir. Eh malah dikasih wajah cemberut kaya’ gitu.” Gerutu ayah


“Iya... Iya ayah. Maaf.” Ucap mas Angga dan ayah hanya menggeleng-gelengkan kepala.


“Sudah ah. Ayah pulang ya. Jangan lupa diskusikan dengan Kania.” Ucap ayah


***********************************


Di rumah, aku bertemu dengan mas Angga yang sedang melihat foto-foto dan aku mendekatinya


“Mas, lagi lihat foto siapa?” tanyaku


“Nih lihat saja sendiri.” Ucap mas Angga dingin


“lha ini kan fotoku. Kenapa bisa aku foto sama cowo’ lain?” tanya ku bingung


“Maksud kamu?” tanya mas Angga


“Maksud aku.. Kalau dilihat dari latarnya, inikan seharusnya di kampus. Sedangkan selama aku kuliah, aku tidak pernah ngobrol ma cowo’ apa lagi cowo ini tidak aku kenal. Lagipula bukannya dari awal aku kuliah, aku itu di jemput sama mas ya?!” jelasku


“Benar juga. Rasanya kita harus menyelidiki hal ini. Pasti ada orang yang mau kita pisah.” Ucap mas Angga


“Caranya?” tanyaku


“Kita ikuti saja maunya orang ini. Kita pura-pura saja berantem gara-gara foto ini. Gimana?” ucap mas Angga


“Maksudnya pura-pura berantem itu apa ya mas?” tanyaku lagi


“Jadi begini, kalau ada yang tanya masalah hubungan kita, bilang saja kita lagi berantem. Ok?!” jelas mas Angga


“Apa itu bakalan berhasil mas?” tanyaku ga yakin


“Kita lihat saja nanti. Ok.” Ucap mas Angga


“ Ya sudahlah, mas. Aku ikuti saja perintah mas. Sekarang aku mau mandi dulu.” Ucapku pasrah dan mas Angga hanya mengangguk


.


.


.


.


Bersambung..


Kira-kira bakalan gimana ya kejadian selanjutnya...


Tunggu di next ya...


Jangan lupa like dan comen..🙏