
Setelah mendengarkan ucapan mas Angga, Yani pun mengikuti mas Angga dari belakang.
Begitu sampai di lobi kantor, Angga pun bertanya pada orang yang disana.
“Tadi siapa yang membolehkan perempuan ini masuk ke dalam ruangan saya?” tanya mas Angga masih dengan suara tenang
“Saya, pak. Memang ada masalah apa ya, pak?” tanya scurity itu
“Atas dasar apa kamu memperbolehkannya masuk?” tanya mas Angga
“Bukannya dia adalah calon istri bapak?!” tanya scurity itu
“Kamu tahu itu dari mana?” selidik mas Angga
“Saya tahu dari bu Yani sendiri. Tadinya saya mau mengkonfirmasi dulu ke Bapak, tapi bu Yani ini mengancam saya akan mengeluarkan saya karena saya udah meragukan identitasnya.” Jelas scurity itu
Mas Angga yang dengar itu tiba-tiba tidak mampu menahan emosinya
“Ok.. Semuanya yang ada di sini dengarkan saya. Perempuan ini bukanlah siapa-siapa buat saya. Dia bukan saudara saya apalagi dia bukanlah calon atau istri saya. Mulai dari sekarang, jika perempuan ini datang ke sini dan ingin bertemu saya, jangan bolehkan dia masuk tanpa seijin dari saya. Kalian mengerti..?!” ucap Angga emosi
Yani yang dengar ucapan mas Angga mengenai dirinya, merasa malu dan marah.
“Angga, kamu tega bicara seperti itu. Apa kamu tidak mengingat bagaimana kita menjalani hari-hari kita sebelum ini?” ucap Yani memelas
“Yani, kita tidak ada hubungan apa-apa lagi. Hubungan kita juga sudah menjadi masa lalu. Sekarang aku bahagia dengan istriku. Tolong jangan ganggu kami.” Ucap Angga
“Apa? Kamu sudah menikah?” tanya Yani ga percaya
“Iya, aku sudah menikah. Sekarang kami sedang bahagia.” Ucap mas Angga sambil melangkah meninggalkan Yani dan berjalan menuju mobil.
******************************
“Mas, mas kenapa? Kok wajahnya memerah begitu.” Tanyaku heran
“Bukan apa-apa, sayang. Tadi ada sedikit masalah. Tapi sekarang sudah tidak apa-apa.” Ucap mas Angga.
“Oh ya Kania, setelah ini kita mau kemana?” tanya mas Angga
“Kita pulang saja mas. Aku mau istirahat. Lagipula ada yang harus mas Angga kerjakan kan?!” ucapku sambil menunjuk berkas yang tadi di bawa mas Angga.
“Oh ini. Tidak apa-apa kok kalau kamu mau main dulu. Untuk kerjaan, bisa aku kerjakan nanti malam.” Ucap mas Angga
“Tidak, mas. Lebih baik kita sekarang langsung pulang saja ya.” Pintaku kekeh.
“Ya sudahlah kalau memang itu yang kamu mau. Kita pulang sekarang.” Ucap Mas Angga menyerah
Setelah mengatakan itu, kami pun pulang. Sesampainya di rumah, aku langsung ke kamarku dan tidur.
Namun seberapapun kerasnya mas Angga memanggilku, aku tidak akan menyahut. Karena aku sudah tertidur pulas.
******************************
Tak lama kemudian, mas Angga menemukanku
“Kania.. Kania... Ternyata kamu di sini. Lagi-lagi sudah tidur seperti ini.” Gumam mas Angga sambil membenarkan posisi tidurku.
******************************
‘Hoam..’ akhirnya aku pun terbangun.
“Ah.. Lagi-lagi aku ketiduran.” Gumamku sambil turun dari tempat tidur dan keluar
“Mas Angga? Lagi ngapain mas disini?” tanyaku bingung
“Ini mas lagi ngerjain kerjaan yang tadi mas bawa pulang.” Jelasnya
“Oh..” ucapku sambil jalan ke dapur untuk ngambil minum dan juga cari-cari makanan
“Kamu ngapain dek?” tanya mas Angga yang tiba-tiba sudah berdiri dibelakangku
“Eh mas. Kaget aku. Ini aku lapar. Coba cari makanan tapi tidak ada.” Jawabku
“Kamu lapar?” tanya mas Angga dan aku pun mengangguk
“Kalau kamu lapar. Aku pesankan makanan dulu ya.” Ucap mas Angga
“Iya mas.” Jawabku singkat
.
.
.
.
.
Bersambung...
Jangan lupa comen dan likenya ya..🙏