
Sampai kamar Bima membuka baju nya satu persatu melangkah menuju kamar mandi berhenti sejenak di depan kaca wastafel Bima menyisir rambutnya kebelakang memperlihatkan jidat nya yang menambah kesan seksi itu.
Telah puas memandang wajah nya di cermin, Bima mulai melangkah dan menyalakan kran air sampai terasa seluruh kujur tubuh nya terbasahi, merasa segar dan bersih setelah melakukan treatment mandi nya Bima mengambil handuk dan melilitkan nya di pinggang menutupi bagian bawah, keluar untuk mengambil baju tidur lalu siap untuk kebawah makan malam bersama orang tuanya.
Bima berjalan menuju meja makan, sudah terlihat berbagai hidangan kesukaannya di sana, ada ayam geprek dan tempe mendoan yang mengunggah selera makan.
"Wah ada ayam geprek sama tempe mendoan, abang bakal nambah terus kalo gini makanan nya"
Dengan semangat Bima mulai memberi piring pada bunda agar segera diisi nasi dan lauk pauk nya.
"Abang kamu masuk ke rumah gak liat-liat sekeliling dulu yahh! malah main nyelonong aja! sambil senyum-senyum pula. jangan-jangan Abang kesambet hantu!?"
"Maaf bun, abang terlalu seneng jadi lupa gak liat sama sekeliling abang."
"Seneng kenapa bang!? udah jadian sama cewek cantik kemarin itu!?"
"Abang seneng karena besok mau nge-date sama Delisa ayah."
Jawab bima semangat bangga bisa mengajak gebetannya itu jalan, mendengar itu bunda terkejut hampir tersedak oleh makanan
"Uhuk. .mau nge-date ? anak orang mau di bawa nge-date kemana bang?"
"Rahasia dong bun~." kata bima.
"Jangan di apa - apain anak orang, jaga baik-baik, ingat jangan nakal"
"Minta izin dulu sama orangtuanya abang!"
"Iya besok abang jemput sambil minta izin orang tua nya biar boleh di bawa ke KUA"
"Uhuk uhuk ABANG!!"
Teriak ayah dan bunda bersamaan kepada anak nya Bima perbuatan mereka mendapat gelak tawa dari kedua anak nya, walau sang adik tak mengerti tapi dia terlihat senang.
"Hahaha abang cuman bercanda"
"Awas lo abang!"
"Iya bunda"
Setelah kenyang oleh makanan dan omelan dari bunda, Bima pergi menuju kamarnya dan merebahkan diri di ranjang besarnya. Bima mencari-cari nama Delisa di kontak handphone nya setelah menemukan nama Delisa, Bima mencoba mengirim pesan.
*jangan lupa besok gue jemput jam 8 pagi*
Bima menunggu cukup lama pesannya di balas oleh Delisa di seberang sana.
*gue ingat bim~*
Bima tersenyum bagaimana cara dia menjawab bila berhadapan langsung dengannya, senang ternyata delisa membalas pesannya, hingga mulai mengirim pesan lagi.
*lagi ngapain Del?*
*Lagi siap-siap mau tidur*
melihat balasan itu, Bima lalu melihat jam di dinding kamarnya yang memang menunjukan pukul 10 malam, waktu nya tidur untuk seorang pelajar, bahkan itu sudah lebih dari satu jam waktu tidur biasanya.
Bima mengirim pesan dengan tersenyum berharap agar seorang Delisa bisa membacanya sebelum tertidur lelap malam ini.
Setelah beberapa menit menunggu, ternyata tidak ada balasan lagi dari Delisa, Bima hanya mengira bahwa perempuan itu memang sudah terlelap tidur, sampai-sampai Bima pun ikut terlelap tidur masuk dalam mimpi nya.
Tak berbeda jauh keadaannya dengan seseorang di seberang sana, Delisa yang telah siap-siap akan tidur mendapat pesan dari laki-laki yang akhir-akhir ini terus hadir di kehidupan nya, mengantar jemput nya ke sekolah, dan membuat jantung nya berdegup tak karuan di dekatnya.
"Ada pesan dari bima?"
Deg deg jantung Delisa berdebar setelah melihat siapa yang mengirimi nya pesan malam-malam, Delisa berpikir harus membalas pesan Bima seperti apa. padahal pesannya hanya mengingatkan besok mereka berdua akan jalan. (ah jalan !? berdua) pikiran Delisa kemana-mana memikirkan besok hari.
Kembali pada pesan Bima ia menggelengkan kepalanya fokus untuk membalas pesan. setelah terkirim pesan yang lain pun datang. membuat bibir Delisa mulai memperlihatkan senyumnya. menunggu balasan seterusnya dari Bima ia terus melirik layar handphone nya. Tring ! bunyi pesan datang dari yang langsung di baca oleh Delisa. pesan dari Bima membuat pipi Delisa memerah dan kakinya terus menendang-nendang selimut yang di pakai.
Hati Delisa hari itu benar-benar terasa akan meledak belum tadi siang di taman belakang sekolah di buat Deg-degan, sore saat di cafe dengan perilaku Bima yang membersihkan bibirnya, lalu saat sampai depan rumah, Bima mengusap rambutnya dan sekarang malam ini pesan dari Bima benar-benar bisa membuat nya pingsan karena senang.
"Ahh. . harus bales gimana dong !? hm terus ini tangan kenapa gemetar gini. .ohh Tuhan ahh . ."
Dengan heboh Delisa ingin membalas nya tapi sudah lebih dari 20 menit dia belum membalasnya. baru setelah hati dan pikiran tenang delisa membalas nya
"selamat malam juga, see you tomorrow, have a nice dream bim~"
Delisa menyimpan benda pipih itu di meja sebelah ranjangnya dan mulai tertidur berharap hari esok datang lebih cepat dari biasanya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
#####
Gimana episode 8 ini guys ?? tolong beri kritik yang sopan dan saran yang membangun. jangan lupa kasih tip dan vote. tekan juga like dan jadikan ini cerita favorit kalian.
안녕~~💜🥰