WE BECOME DATE

WE BECOME DATE
eps 3



Hari mulai petang awan putih pun telah banyak terganti oleh awan berwarna jingga memenuhi langit sore yang indah menemani senja yang tenang dan sepi.


Bima di sambut oleh satpam saat motornya melewat gerbang utama biasa dia lewati, menyimpan motor di garasi rumah senyum Bima tak pernah lepas dari bibir merah diwajahnya yang tampan putih dan bersih.


Rumah Bima yang megah mulai dari halaman depan rumah yang luas, serta Fasilitas di dalam rumah yang sangat banyak dari tempat gym, theater home, galeri pribadi untuk menyimpan lukisan karya Bima dan bundanya, serta ruangan-ruangan serba guna lainnya, dan jangan lupakan kolang renang besar serta gazebo nyaman di belkang rumah.


Pintu terbuka dari dalam serasa tahu bahwa seseorang akan masuk kepala pembatu di rumah itu membukakan pintu tersebut mendapat anggukan juga senyum oleh majikan muda nya.


"Bunda Bibil abang pulang"


Teriak Bima saat melangkah mengahampiri bunda dan adiknya yang sedang bermain di tengah rumah.


"Abang cepet mandi jangan pegang dulu Bibil tangan abang kotor habis dari luar"


"Iya bunda ku, abang ke atas sekarang yah"


Melangkah menjajaki kaki di tangga dengan perlahan Bima melangkah masuk kamarnya yang berdominan warna favorit nya navy dan silver serta Lukisan buatan Bima di atas dinding dekat kasur nya menghiasi kamar laki-laki ini.


membaringkan tubuh nya di atas kasur mengingat kembali kejadian dia mengantar pulang Delisa, berhenti untuk ngobrol ditaman komplek dan betapa lucunya mengetahui selama ini dirinya berada satu komplek walau beda beberapa blok.


Bahkan sampai keberanian dirinya yang tiba-tiba menarik tangan mulus dan lembut nya Delisa membuatnya melangkah mengikuti dirinya, wangi tangan Delisa masih belum hilang di telapak tangannya, di genggam mengingat rasanya kembali.


"Tuan muda kata nyonya anda harus segera turun untuk makan malam"


Toto kepala pelayan rumahnya memberitahu dari luar kamar.


Masih dalam keadaan basah Bima keluar dari kamar mandi, mengikat handuk di pinggang nya menutupi bagian bawahnya.


"Iya tunggu sebentar nanti abang ke bawah, sekarang abang baru selesai mandi mau di baju dulu"


Tak selang berapa lama kemudian ia menuruni tangga berjalan menuju dapur di mana keluarganya berkumpul di tengah meja makan.


"Abang kenapa senyum semeringah gitu!? ada kabar baik apa nih!" Toda ayah Bima pada anaknya yang terlihat dari wajahnya tersenyum senang.


"Abang hari ini ngaterin cewek cantik pulang ke rumahnya terus mampir dulu di taman beli eskrim duduk berdua"


Cerita Bima antusias serta semangat yang membara memberitahu pada kedua orang tuanya yang sukses membuat semua orang yang mendengar tersenyum mendengarnya.


Karena baru kali ini anak laki-laki di rumah besar itu bercerita tentang perempuan yang entah siapa dengan wajah yang semangat.


"Emang siapa nama gadis cantik itu bang?"


"Namanya Delisa Putri bunda, cantikkan? apalagi kalo bunda liat orangnya cantik"


"Kalah cantik dong bunda"


"Bunda tetep cantik di mata ayah kok"


kata ayah menggombal pada bunda yang sekarang pipi nya mulai memerah karena malu dibuatnya


"Wah ayah jago ngerayu juga, nanti ayah harus ajarin abang kalo gitu"


"Haha belajar yang banyak dari Ayah"


Bima terus bercerita soal dirinya dengan keluarga karena sudah sedari kecil orang tuanya membiasakan Bima untuk menceritakan soal dirinya sehari itu, membuat keluarga nya menjadi harmonis, sangat dekat dan terbuka.


"Kapan-kapan nanti ajakin main kerumah kenalin sama ayah dan bunda"


"Iya nanti kalo dia mau abang ajak ke rumah"


Setelah selesai makan dan mendengarkan nasihat yang sesekali diselipi godaan Bima pun kembali kelantai atas menuju kamar tidur.


"Gue pengen cepet-cepet besok"


Bima pun mulai memjamkan mata dan tertidur sambil berharap hari esok akan datang lebih cepat dari biasanya.


Bima bangun saat dini hari saking tak ingin terlambat dan membuat sang pujaan hati Delisa harus menunggu lama dirinya. Setelah Bima mandi, tak lupa memakai wewangian ditubuhnya yang cukup bisang itu, bahkan rambut tak terlupakan untuk disisir dengan rapih.


"Selamat pagi ayah bunda dan Bibil juga"


Melihat anaknya yang bangun pagi, terlihat sangat tampan dan rapih mereka pun terkejut melihatnya saking seringnya bangun mepet-mepet kesiangan untuk pergi ke sekolahan.


"Abang tumben bangun pagi terus sudah rapih dan wangi gini!"


Dengan tatapan mata yang curiga kedua orangtuanya memandang Bima sekarang.


Bima yang sedang memakan sarapannya menjawab dengan suara percaya diri dan mendapat gelak tawa ayah yang barusan fokus pada berita terbaru perihal bisnis


"Haha dasar yang baru jatuh cinta"


"Haha abang udah selesai sarapannya bun, abang pamit sekolah dulu, dadah Bibil sayang"


Bima salam dan pamit pada kedua orangtuanya termasuk Bibil dia mencium kedua pipi chubby nya, Bibil yang masih kecil hanya bisa tertawa geli dan meracaukan kata-kata yang hanya dia memgerti.


"Selamat pagi tuan muda, motornya sudah saya panaskan" kata Ujang sopir di rumah itu.


"Makasih mang Ujang, abang berangkat sekolah dulu"


Sesampainya pagar rumah Delisa, Bima mencoba membunyikan bertanya pada satpam rumah itu.


"Pak Delisa nya masih di dalam?"


"Iya den, mau saya panggilkan ?"


"Iya tolong panggilkan ya pak bilang Bima udah tunggu di depan" balas Bima pada satpam yang bekerja


Tak selang beberapa lama satpam tadi pergi, Delisa pun mulai datang melangkah ke arahnya dengan penuh senyum cerah di pagi hari bagai mentari.


"Selamat pagi"


Sapa Delisa


Bima yang melihat senyuman Delisa yang sangat manis itu sampai tergagap-gagap membalas ucapan selamat pagi.


"Ah. . . Iya selamat pagi, ah eh mm ini helm gue bantu pakein"


Setalah membantu memakai helm Bima mulai menjalankan motornya dan berangkat kesekolah bersama.


Masuk di parkiran Sekolah Bima mengajak Delisa untuk makan siang dikantin bersama. karena takut Delisa menolak dan terbebani, Bima mengatakan bahwa makan siang nanti bukan cuman berdua. Iya bukan berdua melainkan nanti ada Lisa Gery dan Qori untuk bergabung makan bersama mereka. setelah mendengar itu Delisa pun mengiyakan ajakan bima.


"Boleh tapi gue ngajak Moli juga yah!?"


"Moli ? siapa?"


"Temen gue yang kemarin sebelum pulang lo liat di kelas gue"


"Oh iya boleh ajak, lebih banyak orangkan jadi asik tuh"


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


#####


Gimana episode 3 ini guys ?? tolong beri kritik yang sopan dan saran yang membangun. jangan lupa kasih tip dan vote. tekan juga like dan jadikan ini cerita favorit kalian.


안녕~~💜🥰