
Matahari siang itu mulai tertutup awan, menandakan tenagh siang telah lewat, bel pulang sekolah pun berbunyi membuat banyak suara langkah kaki yang berlalu-lalang terdengar, di barengi dengan banyak nya suara teriakan dan tawa, keluar ruangan yang mulai sesikit demi sedikit kosong dan hanya meninggalkan jejak kenangan biasa seperti hari-hari sebelumnya.
Bima mulai keluar kelas dengan langkah yang ringan, di temani kedua temannya mereka mulai menuju kelas sebelah menuju gadis cantik yang akhir-akhir ini selalu membuat harinya lebih berwarna, senyum mengebang di wajahnya saat melihat Delisa keluar dari pintu kelasnya bersama kedua temannya juga yang tak kalah cantik.
"Sayangku Lisa, nonton ke bioskop lagi yuk!?" kata Gery sambil mengalungkan tangannya ke pundak pacarnya Lisa.
"Ayo!! kalian juga mau ikut?"
Ajak Lisa semangat pada ke empat orang temannya.
"Gue enggak"
Kata Qori sambil berjalan duluan menuju parkiran.
"Kalo gitu gue juga enggak."
Kata Moli buru-buru sambil menyusul Qori.
"Kalo lo berdua gimana!?"
Tanya Gery pada Bima dan Delisa yang sekarang sedang bersebelahan.
"Kita juga enggak dulu deh kayaknya"
"Jadi hari ini kita cuman berdua, yess kencan lagi sayang"
Teriak Gery semangat dan Lisa hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala melihat ke konyolan pacarnya.
Mereka berempat pun mulai berjalan menyusul Qori dan Moli yang duluan pergi menuju parkiran, Gery dan Lisa yang pamit duluan pun segera pergi karena motornya terparkir cukup jauh dari mereka, masih di parkiran Delisa dan Bima melihat Moli yang terus meminta Qori untuk mengantarnya pulang.
"Qori please anter gue pulang." rengek Moli
"Enggak mau" tegas Qori menolak
"Please yah sekali ini doang kok, anter gue pulanggg"
"Lo kenapa ada di sini Moli biasanya kan di jemput supir ?"
Tanya Delisa sambil mendekati Moli dan Qori bersama Bima di belakang nya.
"Mobil gue mogok jadi supir gue bawa mobil ke bengkel dulu tapi enggak bisa bener sekarang katanya, jadi gue minta anter Qori tapi dianya enggak mau anter gue"
"Qori lo harus anterin dia pualng, kasian" kata Bima pada temannya itu.
"Anterin doang balik ke rumah nya ini. bukan anter keliling dunia"
"Tuh dengerin anterin gue pulang"
"Kan bisa pake taksi atau ojek online, enggak perlu gue yang anter"
"Masa lo tega sih sama cewek gini suruh pake taksi atau ojek online, kan masih ada elo yang bawa motor sendiri pula"
"Hahh ,cepet naik sebelum gue berubah pikiran"
"Nah gitu dong dari tadi" dengus Delisa
"Terimakasih"
"Hem ya"
Moli memberikan senyuman termanis padanya, Qori langsung mengalihkan pandangannya setelah sedikit terbuai oleh wajah moli yang terasa jadi sedikit cantik di matanya.
Bima dan delisa pun mulai melangkah mendekati motor yang akhir-akhir ini biasa mereka taikki bersama, menjauh dari tempat mereka mencari ilmu itu sampai tak terlihat lagi
Motornya mulai melaju membelah ramainya jalan raya, Bima melihat di depan ada kedai es krim pun berhenti sebentar di sana. memarkirkan motor cukup jauh dari kedai tapi masih bisa terlihat dari jendela kedai es krim tersebut.
"Kok berhenti bim?"
"Kita ngadem dulu di kedai es krim itu yah"
ajak bima sambil menggandeng tangan delisa mereka pun memasuki kedai tersebut.
mata Delisa mulai berbinar melihat banyaknya varian rasa es krim seperti coklat, strawberry, vanila dan lainnya, dijajarkan di dalam kaca etalase membuat yang melihat pun tergiur. Bima yang melihat kegemasan itu pun mengusap kepala Delisa.
"Kita beli yang cup besar biar makannya bisa buat barengan"
"Boleh aku yang pilih rasanya?"
"Iya boleh Del~"
"Mba aku pengen rasa coklat oreo, vanila choco chips, sama vanila aja, terus pake topping coklat dan oreo ya mba"
"kita duduk disana del, kosong tuh"
Bima yang memegang pesanan mereka menunjuk ke tempat duduk kosong yang agak pojok menggunakan kepalanya,
Cukup penuh pelanggan yang masih pelajar di sana melihat ke arah mereka dan mulai berbisik betapa cantik dan tampan mereka, dan betapa cocok nya mereka berdampingan seperti itu dan masih banyak pujian lainnya untuk mereka berdua.
Delisa dan Bima mulai menyendok es krim memasukkan nya kedalam mulut menikmati manis serta dinginnya makanan itu. di tiap gigit nya mereka lewati dengan penuh canda dan tawa menceritakan kejadian lucu yang pernah mereka alami dulu, lalu menceritakan tentang keluarga, teman-teman dan juga tentang diri mereka sendiri.
Melihat ada sisa es krim di sudut mulut Delisa, Bima pun membersihkannya dengan jari dia lalu menjilatinya "Manis" sambil tersenyum menatap Delisa dengan mata yang menggoda kaum hawa termasuk pada Delisa yang saat itu hanya diam mengerjapkan matanya berulang kali, bahkan para pengunjung lain yang dari tadi menatap mereka pun mulai heboh dan terus membicarakan adegan romantis tadi, saat delisa mulai tersadar pipi di wajahnya mulai memerah padam, lalu menutupinya dengan kedua tangannya.
"Kenapa malah di tutup mukanya?"
"Aku malu"
"Tapi aku suka wajah kamu yang mulai merah"
kata Bima menggoda Delisa yang langsung membuatnya menatap wajah Bima tak percaya.
"Apaan sih bim~ malu" rengek Delisa
"Kenapa harus malu Del~ ?" tanya Bima tersenyum
"Itu liat orang-orang makin liatin kitakan!"
"Biarin aja del~ mereka cuman takjub sama kecantikan kamu"
kata Bima sambil mengusap rambut Delisa gemas tak kuat untuk terus menghoda gadis cantik tersebut.
"Ayo pulang ah bim~ udah sore nanti papa marah "
"Kenapa buru-buru ini juga baru selesai"
"Ayo dong, atau aku pulang duluan aja sekarang"
"Iya iya ayo pergi"
Bima menggandeng tangan Delisa dan mulai pergi keluar kedai menuju motor nya kembali meneruskan perjalanan mereka menuju rumah, mengabaikan bisikan-bisikan orang lain saat mereka lewat.
Di sisa perjalanan mereka lewati dengan diam, Delisa yang memeluk pinggang Bima sesekali di usap lengannya oleh satu tangang Bima yang lain, angin yang berhembus memberikan kesejukan di dalam hati mereka juga, bahkan langit sore yang cerah berasa mendukung suasana sore saat itu.
Sampai rumah Delisa pun berterima kasih dan mengajak Bima untuk mampir terlebih dahulu.
"makasih bim udah nganter aku pulang, mau masuk ketemu papa sama mama dulu di rumah?"
"Enggak titip salam aja sama mereka dari aku"
tapi di tolak dengan halus oleh Bima karena memang sudah sore dan senja pun mulai memperlihatkan kehadirannya.
"Iya Bim, sekali lagi makasih, kalo gitu kamu juga cepet pulang langsung istirahat, besok jangan lupa jemput, jangan kesiangan lagi kayak tadi!"
"Iya aku pulang sekarang ya del~"
Bima tersenyum mencubit pipi chubby Delisa gemas lalu menyalakan kendaraan bermotor nya dan pergi.
"Aw Bima sakitt tahu"
Teriak Delisa saat Bima mulai melajukan motornya menjauhi Delisa yang masih berdiri di depan gerbang rumahnya melihat punggung lebar itu pergi.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
#####
Gimana episode 16 ini guys ?? tolong beri kritik yang sopan dan saran yang membangun. jangan lupa kasih tip dan vote. tekan juga like dan jadikan ini cerita favorit kalian.
안녕~~💜🥰