WE BECOME DATE

WE BECOME DATE
eps 1



Kenalin nama gue Bima Purnama, orang-orang sering manggil gue Bima. Ternyata hasrat ingin pacaran saat remaja itu mulai datang juga di hati gue ini. Kalo gue dibilang masuk masa puber !? hem ya emang mungkin sudah pasti karena sekarang memang waktu nya gue mengenal rasanya jatuh cinta dan pacaran sama cewek yang cantik dan menggemaskan. Semua rata-rata keinginan tipe ideal para laki-laki selama ini.


Begitu pula temen-temen gue yang sekarang berada disekitar kehidupan gue menjadi bahan percontohan tentang menjalin hubungan yaitu pacaran. Temen sebelah gue juga sering cerita bahwa saat ini dia lagi coba pepetin cewek cantik di kelas sebelahlah atau cewek kakak kelaslah (hahh dasar pada dasarnya temen gue ganteng jadi ya gebetannya bejibun).


Terus tiap gue pulang lewat taman komplek banyak banget juga yang duduk berdua di bangku taman dengan si cowok meluk pundak pacarnya yang cantik dengan penuh cinta. Tapi gue enggak sendirian single ada juga temen gue yang bernasib sama.


"Bima, anter gue ketemu Lisa yok, sekalian lu cari pacar kayak gue"


Kata Gery sambil nyeret Bima yang lagi fokus main game online di handphone


"Ah dasar lu, jadi kalah main kan gue."


Seruan Bima dan Gery hanya tersenyum sambil terus menyeret Bima yang di ikuti juga oleh Qori temannya satu lagi, pergi ke ruang kelas menemui pacarnya lebih tepatnya kekelas sebelah karna kelas kita saling bersebelahan.


"SAAYAAANNGGKU LISAAA"


Teriak Gery menambah kebisingan yang ada didalam kelas tersebut. tanpa menghiraukan yang lain mereka berdua saling berpelukan seperti tak pernah bertemu sangat lama, sangaat lama sekali. padahal terakhir ketemu tadi pas bel masuk pelajaran sekolah dan baru bertemu saat istirahat.


"Sayang kenapa baru dateng?"


"Aku harus nyeret dulu Bima biar ikut"


Lisa hanya mengangguk sambil melihat kedua laki-laki tampan yang berada di balik punggung pacarnya itu.


Bima coba melihat ke sekeliling dan mencari cewek gebetannya Bima yang sedang duduk dengan teman-teman di kelas nya dan terlihat manis bagaikan madu saat tertawa mendengar berbagai cerita orang-orang sekitarnya.


"Apa gue ajak dia pulang bareng biar gue bisa ngobrol dan lebih deket lagi sama dia !?"


Bima terus bergelut dengan pikirannya sekarang sampai Gery dan Lisa mengagetkan nya.


"Lu mikirin apa bro ? udah nemu cewek yang mau lo gebet?" kata gery membuyarkan lamunan Bima.


"Haha kayaknya gue udah nemu satu"


"Terus?" tanya Qori


"Apa gue ajak dia balik bareng aja ? siapa tahu dia mau!" Bima meminta pendapat


"Nanti lo gebet orang yang mana?" Lisa ikut nimbrung


"Itu . . Lo tahu namanya ? dia udah punya pacar apa belum ?"


Bima menunjuk satu perempuan yang memgambil perhatian matanya.


"Oh itu namanya Delisa, kayaknya sih belum"


Kata Lisa agak ragu karena dia tak terlalu ingin tahu tentang hubungan orang.


Setelah mendengar jawaban Lisa dengan cepatnya Bima berdiri, mencoba mendekati bangku gadis cantik bernama Delisa. perempuan cantik yang berkulit putih, berwajah blaster bagaikan putri bangsawan dan senyum yang manis.


Tapi saat mendakati bangku Delisa yang terhalang oleh segerumbulan teman-temannya yang lain. Bima berbalik arah kembali duduk di tempat nya berasal barusan.


"Lo kenapa balik lagi!!"


Tanya Lisa dengan nada heran.


"Hahhh gue belum punya keberanian guys"


Kata bima dengan wajah menekuk bagai kucing peliharaan yang sedang murung (imut).


"Gak bisa kita harus bantu dia sayang, dia benar-benar gak bisa ngedeketin cewek"


Dengan muka serius menatap Lisa yang mengangguk mengerti apa yang dikatakan oleh Gery.


Dengan pikiran serta hati yang tak karuan Bima memberanikan diri bertanya pada Delisa yang bingung dengat mendekatnya Bima ke bangkunya.


"haha lucu manisnya" kata Delisa didalam hatinya.


Melihat Delisa yang tersenyum atas kedatangannya membuat seorang Bima makin terlihat gugup.


"Hem nama lo Delisa kan ?" tanya Bima ragu


"Iya, kamu siapa?"


"Ah kenalin gue Bima purnama, panggil aja Bima atau apapun senyaman mungkin"


dengan senyum manisnya Delisa cepat memangutkan kepalanya, Bima terus memulai niat pertama mendekatinya.


"Del lo mau gak pulang bareng gue?"


Bima menggaruk tengkuk kepala yang tak gatal mengalihkan rasa gugup takut mendengar jawabang Delisa.


"Hem boleh, nanti aku harus tunggu di mana?"


Delisa memperlihatkan gigi putih yang berjajar rapih pada Bima yang saat ini malah terbengong mendengar Delisa yang mau di ajaknya. mecoba menggoyangkan kepalanya mengembalikan seluruh kesadaran diri.


"Nanti gue dateng lagi ke kelas lo, hem kalo gitu gue pergi dulu, bye~"


Bima pun melangkah meninggalkan Delisa yang sekarang masih memperhatikan balik punggungnya.


"Gimana?" Qori


"Berhasil, dia mau"


Bima mengacungkan kedua jempol tangan nya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


#####


Gimana episode 1 ini guys ?? tolong beri kritik yang sopan dan saran yang membangun. jangan lupa kasih tip dan vote. tekan juga like dan jadikan ini cerita favorit kalian.


안녕~~💜🥰