WE BECOME DATE

WE BECOME DATE
eps 15



Di kelas sebelah di mana ketiga laki-laki tampan yang di ceritakan oleh ketiga gadis sebelah kelas sebelum nya itu sekarang sedang dilanda rasa bosan.


Hanya tinggal di kelas selingi bosan dengan bermain game online bersama-sama tetap saja mereka merasa bila tak ada ketiga perempuan cantik yang hadir dalam kehidupan mereka temui itu merasa ada yang tidak lengkap.


"Bosen banget, pengen ketemu pacar sekarang kangen berat~ jauh sebentar gini tuh berasa kehilangan gue"


kata gery sambil menghela nafas panjang, teman-teman kelas nya termasuk bima dan Qori hanya bisa geleng-geleng kepala sekaligus merasa geli dengan perkataan nya sampai bulu guduk mereka berdiri tegak.


"Kenapa perempuan suka banget cerita-cerita kayak gitu dan buat privasi dari seorang cowoknya sih!"


"Namanya juga perempuan lah Gery, harus di kasih ruang tersendiri biar mereka juga ngerasa enggak di kekang persahabatan nya setelah punya pacar"


Celoteh Bima memberi sebuah penjelasan soal menjalin hubungan menurut dia, teori Bima memang lebih banyak dari pada praktek.


"Iya biarin cewek lo main sama temen-temennya, nanti kalau sudah bakal nyari cowok ini" teman kelasnya


"iya tapi gue bosen, dan enggak bisa ngapa-ngapain tanpa ada Lisa di sisi gue"


"kan lo bisa main bareng kita, main game online ini cepet log in, si Bima enggak bener main nya" teman kelas lainnya


"Hahh . memang dasar para manusia jomblo tak tahu perasaan yang sedang gue alami ini, buat apa wajah lumayan kalian itu, bila tak di manfaatkan dengan baik kawan"


kata gery sambil mengejek para teman-teman nya disana dan mendapatkan toroyan sekaligus perkataan-perkataan tak senang dari mereka.


Bima juga sebenarnya telah cukup bosan dan juga kangen dengan Delisa, walau tadi pagi saat upacara mereka bersebelahan dan ngobrol itu terasa tak cukup waktunya agar terus bersama dengannya.


Bel istirahat telah berhasil berbunyi kembali menandakan istirahat pertama telah usai, waktu belajar mengajar pun kembali di laksanakan membuat para pemuda di kelas bima itu bubar kembali ke tempat duduknya masing-masing dan siswa yang berada di luar pun kembali masuk siap memulai pelajaran selanjutnya.


Kelas Delisa sekarang adalah pelajaran olahraga para siswa di kelas itu di suruh untuk berkumpul di lapangan. para siswa pun mulai ber jejer merenggangkan kedua tangan nya ke pinggir dan mulai melakukan pemanasan agar tak ada yang cedera saat melakukan olahraga.


Setelah serangkaian test olahraga yang sangat melelahkan, pak guru P.E memberi mereka waktu untuk istirahat atau boleh main sepakbola untuk para siswa laki-laki di kelasnya. Delisa, Moli dan Lisa pun duduk di pinggiran lapangan melihat pertandingan sepak bola yang dilakukan teman-teman sekelas mereka sambil minum air dingin untuk menyegarkan tubuh mereka yang lepanasan dan juga haus.


Karena telah cukup beristirahat ketiga gadis cantik itu pun ingin beranjak dari sana menuju kelasnya tapi saat Delisa berdiri dan menghadap belakang akan melangkah menjauh dari lapang tak sengaja bola yang cukup keras mendarat di belakang kepala Delisa membuatnya pingsan dan cepat-cepat di bawa ke UKS untuk minta pertolongan dari dokter sekolah mereka.


Lisa dan Moli pun khawatir dengan kondisi Delisa sekarang, memarahi teman sekelasnya yang menendang bola keras kearah Delisa. Teman sekelasnya itu pun terus meminta maaf dan merasa bersalah karena bola yang di tendannya malah membuat Delisa terbaring di ranjang UKS.


Setelah puas mendengar permintaan maaf dari teman kelasnya itu pun di suruh untuk pergi dan untuk selalu berhati-hati saat menendang bola takut kejadiaan seperti ini terulang kembali.


Karena kebisingan di koridor kelas pun membuat Bima penasaran dan bertanya pada kedua teman di sampinya karena mereka tak tahu jadi jawabannya hanya angkatan bahu saja


"Ada apasih kok berisik banget?" kata bima


"Oh itu katanya ada yang pingsan."


Kata perempuan di sebelahnya entah siapa


"Lo tahu siapa yang pingsan?"


tanya gery


"Kalo enggak salah denger namanya Felisa atau Malisa gitu!?" jawabnya tak yakin.


"Gue rasa itu Delisa"


Bima langsung pergi berlari menuju tempat UKS dan benar yang sekarang sedang duduk di atas ranjang perempuan yang tadi pingsan adalah delisa. dia siuman sebelum Bima datang memhampirinya.


Bima melihat ruang UKS dan tertuju pada gadisnya dengan wajah cemas sekaligus khawatir menatap Delisa dari atas sampai bawah merasa bersyukur bahwa tak ada yang terluka parah pada tubuh nya.


Delisa yang melihat kedatangan Bima pun cukup kaget dari mana laki-lakinya itu tahu dia di UKS.


"Masuk Bim"


"Ah I-iya"


"Wah gila lo bim main lari aja lu"


Kata Gery dan Qori yang semenjak tadi ikut lari di belakang menyusul Bima.


"Del kamu enggak papakan ? enggak ada yang sakit?"


"Enggak Bim, cuman agak pusing habis kena bola sepak tadi"


"Siapa yang udah nendang bola enggak hati-hati sampai kena kepala kamu"


"Apaan sih Bim, tadi temen sekelas aku udah kesini kok minta maaf, udah di marahin juga sam Lisa dan Moli, jadi kamu enggak usah kesel gini"


"Tapi tetep aja perempuan kesayangan aku udah di buat pingsan"


"Bim laper~"


"Kamu mau makan apa ? aku beliin yah kamu istirahat aja dulu disini. aku bakal balik lagi"


Kata bima sambil beranjak sebelum keluar ia tiba-tiba mencium kening Delisa yang tertutup rambut sekilas membuat jantung Delisa seperti berhenti berdetak wajahnya pun kembali memerah, beruntung dokter yang tadi jaga sedang pergi istirahat jadi tidak orang yang melihat kejadian tersebut.


Bima pergi ke kantin membeli beberapa roti isi coklat dan keju tidak lupa air minumannya susu strawberry juga vanila full cream. setelah selesai membayar semuanya Bima kembali dengan langkah yang cepat agar Delisa tidak sendiri di dalam ruang UKS.


Bima yang kembali membawa makanan langsung duduk di pinggir ranjang Delisa memberikan roti isi itu pada Delisa mereka makan berdua di sana sampai bel istirahat berbunyi tanda selesai karena Delisa yang telah mendingan ia pun kembali ke kelas yang di kawal oleh Bima karena masih cemas akan keadaan perempuan itu.


"Nanti pulang sekolah aku tunggu di parkiran"


"Iya Bima~ cepet kekelas gih"


"Iya Delisa~ jangan buat aku khawatir lagi kayak kali ini del"


Dengan tatapan sayu nya Bima mengarahkan padangannya, menyentuh tangan Delisa membuat mereka yang saling berpegangan tangan.


"Enggak bakal Bim~"


"Hhmm aku ke kelas sekarang dahh"


Sebelum pergi bima mecubit pipi delisa dengan gemas Delisa mengerang kesakitan tapi senang mendapat perlakuan seperti itu dari Bima.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


#####


Gimana episode 15 ini guys ?? tolong beri kritik yang sopan dan saran yang membangun. jangan lupa kasih tip dan vote. tekan juga like dan jadikan ini cerita favorit kalian.


안녕~~💜🥰