WE BECOME DATE

WE BECOME DATE
eps 29



Makin lama mereka duduk makan di kantin makin banyak pula para siswa yang memenuhi tempat duduk yang tersedia di kantin.


Tanpa menghiraukan banyak nya orang dan bisingnya obrolan sana-sini mereka berempat tetap makan dengan santai serta berbicara berbagai hal.


"Menurut kalian Qori bakal nyadar sama perasaan nya buat Moli enggak?"


Delisa membuka pembicaraan.


"Kalo menurut gue sih pasti iya" tembal Lisa


"Iya liat aja dari kemarin semenjak marahan sama Moli, tingkah dia malah nambah hawa dingin di sekitar nya" Gery bergerigi


"Rencana Moli benar-benar berhasil buat naklukin Qori"


Kata Lisa membuat mereka menganggukkan kepala lalu tertawa.


"Dasar Qori ada cewek deketin malah di jauhi, sekali jauh malah uring-uringan kayak sekarang, ckckck" Gery geleng-geleng


Mereka terus membicarakan kedua temannya itu, saking fokus berbicara Delisa tak merasa bahwa ada makanan di sudut bibirnya.


Bima mengambilnya lalu membuangnya sembarang.


"Jangan bicara terus, jadi belepotan kan kamu makannya"


Sikap perhatian Bima pada gadis sebelahnya mendapatkan sebuah tatapan dari pasangan yang berada di depan nya. Mengabaikan tatapan mata yang kaget serta iri itu.


"Hehehe makasih Bima~" Delisa cengengesan


"Wah ... ada yang udah jadian kayaknya nih!?" sindir Lisa


"Iya nih bae, liat romantis gitu!" tambah Gery


"Jadi iri aku beb" manja Lisa


Delisa menutup wajah merahnya malu, dengan kedua telapak tangan nya. Bima hanya tersenyum menyeringai ke arah kedua orang depannya


"Kalian ini usil banget sih, jadi malu kan cewek gue yang cantik ini"


Kata Bima sambil mengusap rambut Delisa yang sekarang mendongkrak kepala melihat Bima, menambah sebuah degupan di jantungnya.


"Aw .. jadi beneran udah jadian nih" Gery antusias


"Enggak, belum ..." Delisa menjawab kaget


"Belum ??? berarti mau dong!?" goda Lisa


"Hah .. apa? Hmm ..."


Delisa jadi nambah salah tingkah, Bima ikut tertawa melihat gadis itu gemas serta lucu, merasa jadi sasaran guyonan temannya Delisa menyilang kan kedua tangan di dadanya.


"Ahhh kalian jahat !! kenapa pada iseng banget sih!!"


"Tingkah lo waktu bingung lucu banget Del !! aduh gak kuat Hahah"


Lisa makin tertawa terbahak


"Maaf Del~ "


Bima merangkul serta mengusap rambut Delisa makin gemas.


"Cih ... nyebelin" dengus Delisa sebal.


"Hey udah jangan ketawa lagi"


Kata Bima pada Gery dan Lisa yang masih menertawakan gadis di sampingnya.


Setelah lama mereka menghabiskan waktu untuk mengisi perut dan juga bersenda gurau,


mereka pun kembali ke kelas mereka masing-masing karena bel masuk pun telah berbunyi.


"Jangan lupa nanti pulang sekolah" Bisik Delisa sebelum masuk kelas


"Iya bawel, udah masuk sana" Bima mencubit pipi Delisa gemas


"Sayangg liat mereka, mesra gitu kita gak boleh kalah dong" manja Lisa sambil bergelayut di tangan Gery


"Aw sini bae, jangan iri mereka belum tahu betapa romantisnya kita berdua" kata Gery sambil memeluk Lisa


"Haha udah ayo masuk kelas" ejek Delisa sambil nyelonong masuk


"Lebay kalian berdua" ejek Bima pula yang melangkah menuju ke kelas


Meninggalkan kedua pasang itu, kita menuju pikiran Bima saat ini.


Karena nanti pulang dia ngajak makan sama nonton kenapa gue gak coba nembak dia pas makan malam bareng!? harus di coba nih.


Bima tersenyum merencanakan hal itu, sampai Qori bingung kenapa bocah satu ini senyum-senyum gitu apa kesambet dumang tadi di kantin.


"Bima lo sehat?" tanya Qori


"Hah !? ya sehat lah"


"Terus kenapa senyum sendirian gitu? kesambet dumang lo !"


"Haha lo enggak perlu tahu, yang lo perlu tahu jalinan cinta gue gak seribet lo yang belum mulai malah udah di tinggal" ejek Bima


"Belagu lo Bim, kalo udah di tinggal baru rasa lo entar" kesal Qori


"No .. amit-amit gue, semoga di jauhkan dari hal-hal buruk seperti itu"


"Nanti pulang gue nebeng ya Bim?"


"Enggak bisa" jawab kilat Bima


"Yaelah anterin balik doang"


"Enggak gue mau kencan balik ini"


"Enggak, emang kemana kendaraan yang sering lo bawa sekolah!?"


"Gue tadi berangkat di anterin bokap sekalian ketemu klien lewat daerah sini"


"Pesen taxi atau ojek online aja"


"Duit gue abis udah bayarin cemilan kalian pada jancok" dengus Qori mulai kesal


"Gue bayarin dah, punya temen kok gak punya duit gini" ejek Bima


"Gue gak punya duit kan gara-gara lo semua"


"Kita gak maksa buat lo bayarin, lo bayarin tuh harga dari apa yang lo dapat tentang informasi si Moli"


"Hah ya salah gue jadi gini!" Qori glommy


"Makanya kalo ada cewek deketin tuh jangan di jauhin, sekali jauh lu yang repot sekarang"


Celetuk Gery yang baru masuk kelas, melewati mereka menuju tempat duduknya.


"Hah jangan buat gue ngerasa sangat bodoh"


"Nah itu ngaku bahwa lo itu bodoh, terutama soal cewek!" ejek Gery


"Hai murid-murid semua!!"


Sapa guru masuk ruang kelas.


Kedatangan guru pun membubarkan obrolan para laki-laki tampan tersebut, kembali fokus kepada pengajaran di depan kelas.


Suara dentuman bel pulang sekolah yang keras, menandakan waktu belajar mengajar di sekolah telah berakhir, semua siswa dan siswi mulai melangkah keluar ruang kelas untuk pulang ke rumah.


Begitu pula dengan Bima dan gadis cantik yang sekarang bersamanya di dalam mobil bersebelahan, mereka tak akan langsung pulang ke rumah tapi ke suatu tempat yang ingin Delisa datangi


Sampai parkiran yang luas di dalam sebuah gedung besar yang biasa di sebut Mall tempat pusat perbelanjaan besar.


"Kita mau apa dulu?" tanya Bima


"Hm kita langsung ke bioskop dulu" ajaknya


"Oke ayo keluar"


Mereka bergandeng tangan sepeti seorang pacar sungguhan, jalan berdua di Mall tak ada yang mengusik kegiatan mereka, menyusuri jalan sambil melihat-lihat setiap toko yang berjajar dari luar.


Sampai tiba di depan gedung bioskop menjajakan semua film terbaru yang ada di semua manca negara.


"Kamu mau nonton genre apa?" tanya Bima saat mengantri


"Aku mau film horor luar negeri yang baru keluar itu!" Delisa antusias


"Bukannya kamu takut sama yang berbau hantu-hantuan gitu!?"


"Tapi aku suka ..." rengek Delisa


"Oke tapi harus di tonton jangan sampai setengah-setengah nonton nya karena tutup mata terus nanti!!" Bima memperingati


"Iya cuman bakal ngumpet di belakang tangan kamu doang kalo takut" Delisa cengengesan


"Dasar kamu yah, bisa banget ngegoda aku"


Bima mengusap rambut Delisa, lalu fokus kepada pelayan bioskop yang sekarang sudah ada di depan mata, mulai memesan tiket film dan memilih bangku yang pas untuk mereka, tidak terlalu depan tidak terlalu belakang mereka duduk di tengah.


"Mau beli popcorn sama minum?" tawar Bima


"Boleh, aku mau yang rasa bawang, sama minumnya cola"


"Kamu tunggu di sini, duduk jangan kemana-mana" titah Bima yang langsung pergi ke tempat stand popcorn


Delisa menunggu sambil memperhatikan punggung Bima yang lebar, enak buat dijadikan sebuah sandaran.


Pria tampan itu berbalik melihat Delisa melambaikan tangan sambil tersenyum manis, membuat setiap mata perempuan di sana merasa melting, termasuk gadis yang sedang menunggunya di sana, pipinya yang merah merona memberikan sebuah balasan senyum yang manisnya.


Kenapa manis gitu sih, lucu. jadi banyak yang liatin dia kan huuh. . . tapi gak apalah, yang penting dia gitu buat aku bukan buat perempuan-perempuan di sini. Tapi itu buat GUE, iya itu buat gue. Pikir Delisa


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


#####


Gimana episode 29 kali ini guys ?? tolong beri kritik yang sopan dan saran yang membangun. jangan lupa kasih tip dan vote. tekan juga like dan jadikan ini cerita favorit kalian.


안녕~~💜🥰


KTA MULAI DARI VISUAL MOLI YANG MANIS