WE BECOME DATE

WE BECOME DATE
eps 14



Upacara hari senin telah berakhir mereka berenam pergi ke kantin terlebih dahulu membeli minuman penghilang dahaga setelah menahan haus begitu lama.


Sampai depan lemari pendingin Bima dan Qori mengambil minuman untuk mereka berenam mereka berdua memilih minuman bersoda dan juga teh manis berkemasan botol. setelah mendapatkan semua minumannya Bima dan Qori berjalan ke arah ke empat orang yang tengah duduk di taman dekat kantin.


"Nih minum."


Qori menyimpan minuman di tengah meja sana. Bima memberi langsung minuman khusus untuk Delisa sambil tersenyum dan duduk tepat sebelah Delisa.


"Makasih Bim"


"Iya sama-sama"


Bima menyusut keringat di dekat pelipis mata nya di lap nya pakai tisu, melap keringat yang berada di jidat nya juga.


"Sini tisu nya biar aku aja"


"Kalo gitu ini"


"Nanti istirahat pertama mau langsung makan ke kantin?" Tanya Gery


Sekolah nya itu memang memberi istirahat pada para siswa siswi nya dua kali saat jam sembilan dan tengah siang hari, saat matahari tepat di atas kepala.


"Kayaknya istirahat kedua aja deh sayang"


"Iya, soalnya istirahat pertama kita bertiga mau cerita-cerita dulu." kata Moli


"Kalian mau cerita soal apaan?"


"Semua nya, termasuk soal nge-date kita kemarin Gery sayang"


"Ceritain semuanya biar semua orang tahu yang!"


"Siap boss"


"Kita boleh ikut nimbrung sama kalian bertiga!?" kata bima


"Enggak boleh, ini khusus perempuan"


kata Moli


Bima hanya bisa cemberut mendengar perkataan Moli, membuat Delisa yang berada di sisinya tersenyum lalu mencoba mengelus rambut Bima agar tak cemberut lagi.


"Aku juga bakal ceritain soal jalan kita kemarin sama mereka" bisik Delisa


Bima mendadak membuat matanya terbuka terbelalak kaget melihat ke arah Delisa, merasakan nafas di dekat telinga saat Delisa berbisik, jantung nya pun berdegup kencang.


Bel berbunyi menandakan pelajaran pertama mereka akan segera di mulai mereka berenam pun beranjak dari duduknya menuju kelas masing-masing.


"Del, lo udah jadian yah sama bima?"


tanya Lisa


"Enggak, kata siapa?"


"Tingkah kalian berdua yang bilang jadian"


"Haha enggak kok biasa aja"


"Orang kalo enggak jadian enggak bakal ngusap rambut cowok sampai pipinya merah"


moli menggoda delisa yang sekarang pipi nya sudah mulai merah merona, Guru pun masuk ke kelas siap untuk melakukan kegiatan belajar mengajar.


"Terima kasih Bu"


Teriakan anak-anak kelas pada guru yang sudah memberi mereka ilmu yang berharga hari ini, untuk masa depan yang lebih cerah.


"Del lo kemarin main kemana bareng Bima?"


tanya Moli


"Nanti dulu kok lo tahu kita main berdua?"


"Gue liat insta story lo sama Bima lah"


"Ah iya juga, kita main ke taman hiburan di tengah kota"


"Kenapa enggak ngajak kita?" rengek Moli


"Nanti kapan-kapan yah Mo"


"Kalian ngapain aja?" tanya Lisa


"Kita makan bareng, naik seluruh wahana bareng juga, sama beli suvenir di sana udah"


"Haha itu gambaran besarnya doang, kalo soal romantis enggak nya itu biar gue seorang yang tahu"


"Dasar pelit" dengus Lisa


"Terus kalian ngapain kemarin?"


"Kalo gue di ajak ke mall nonton di bioskop berdua gandengan tangan, terus kita ke time zone dulu main bareng disana, malamnya dia jemput lagi gue biar pergi ke restoran mahal makan dengan pemandangan malam kota yang indah"


"Wih kencan nya mahal" potong Moli


"Iya dong, terus lihat nih"


Dengan sombong Lisa memperlihatkan benda kecil yang melingkar indah di jari manis nya itu.


"Wah cantik banget"


"Iya bagus banget Li" kata Delisa


"Gery ngasih gue waktu makan malam bareng, di tiba-tiba berlutut ngasih cincin ini di hadapan banyak orang yang lagi ada disana"


"Gue iri banget"


"Gue boro-boro jalan romantis kayak kalian, dia biarin gue ada di sisinya juga udah syukur gue"


"Haha coba cerita sama kita Mo"


"Kemarin minggu gue sengaja jogging ke taman komplek, terus ketemu sama si Qori gue coba nyapa dia tapi ya gitu dingin banget sama gue"


"Manusia dingin gitu lu malah suka"


"Tapi dia ganteng Lisa"


"Haha iya ganteng tapi dingin nya kalah sama kutub selatan" ejek Lisa


"Jangan ngejek lagi cowok gebetan gue"


"Uyu uyu uyu" iseng Delisa


"Hah gue mau cerita selanjutnya dengerin"


"Oke oke kita dengerin"


"Kemarin pas udah gue seret itu bocah, akhirnya dia mau nemenin gue kuliner yang ada di daerah taman komplek, walau enggak pergi jauh dan romantis tapi gue seneng bisa berduaan sama dia"


"Ouh sederhana nya hati anakku ini"


Lisa memeluk erat Moli gemas Delisa hanya ikut tersenyum mendengar betapa sederhana nya rasa senang dia.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


#####


Gimana episode 14 ini guys ?? tolong beri kritik yang sopan dan saran yang membangun. jangan lupa kasih tip dan vote. tekan juga like dan jadikan ini cerita favorit kalian.


.


.


besok 7 maret adalah ulangtahun aku yang 21 tahun yeahh🎂, jadi kemungkinan nggak bakal update dulu, tapi kalo kalian komentar dan suruh aku update besok aku gak masalah. akan kulakun semua untuk kalian~~~💜


안녕~~💜🥰