WE BECOME DATE

WE BECOME DATE
eps 12



Mama Delisa melihat kedatangan anak dan suami nya, dengan tangan terbuka mengharapkan pelukan hangat dari anak gadisnya itu.


"Baru pulang anak mamah, enggak suruh masuk dulu Bima nya?"


"Enggak mah kan udah mulai malam, besok juga kan sekolah nanti kecapean"


"Kamu udah makan malam?"


"Udah tadi bareng Bima sekalian"


"Kalo gitu cepet ke atas mandidulu Del, jangan langsung tidur"


"Iya mama, aku ke atas dulu yah"


Sampai di kamar Delisa bergerak dengan malas menuju kamar mandi, inginnya mandi besok pagi saja, tapi badan yang bau dan lengket oleh keringat mengharuskannya mandi malam itu.


Kegiatan mandi pun selesai Delisa keluar mengunakan handuk kimono yang menempel di tubuhnya, berjalan menuju lemari dan memakai baju piyama polos berwarna biru.


Menyalakan hair dryer untuk mengeringkan rambut Delisa, bari melihat cermin menampilkan wajah polos tanpa make up nya yang sudah cantik dari awal.


Kembali teringat jalan-jalan pertamanya bersama seorang lelaki selain ayahnya, menyenangkan dan mendebarkan hanya kata itu yang bisa menggambarkan rentetan peristiwa hari ini, menyenangkan karena menghabiskan waktu dengan bermain sepuasnya, sekaligus mendebarkan ole rangkaian kata dan tindakan sederhana dari Bima untuknya.


Hari itu mereka lewati dengan tertawa tak hentinya dari wajah mereka, membagi kenangan indah bersama, mengenal lebih banyak satu sama lain dan yang terpenting mereka miliki perasaan sama pada satu sama lain. Bukan mereka tak ingin berpacaran, hanya saja mereka merasa hubungan mereka terlalu cepat.


Delisa mengambil handphone di sebelah nya, dan mengirim cukup banyak pesan kepada seseorang.


"Bima kamu udah sampai?"


"Makasih buat hari ini, aku gak bakal lupain ini"


"Nanti kita harus ke taman bermain lagi, bareng temen-temen lainnya"


Karena tak ada balasan dari laki-laki itu delisa mengansumsikan bahwa Bima sudah tidur pun mengirim pesan kembali, lalu menyimpan handphone nya, yang akhirnya ngantuk pun datang.


"Kamu sudah tidur ya?"


"Selamat tidur, mimpi indah"


"Sampai ketemu besok"


Sebenarnya Bima baru tiba di rumah langsung di bawa ke ruang keluarga dan jejali banyak pertanyaan oleh kedua orang tuanya bukan karena marah anaknya pulang malam tapi karena penasaran apa nge-date pertama anak tampannya itu berhasil apa tidak.


Yang awalnya ingin langsung mandi lalu tidur itu pun tak bisa dilakukan oleh Bima, dia menceritakan dari awal sampai akhir tanpa ada yang terlewatkan atau di lebih-lebihkan.


"Jadi akhirnya kalian malah enggak pacaran?"


kata ayah setelah mendengar bahwa anaknya malah tak jadian. bunda langsung medaratkan pukulannya di tangan ayah.


"Huss ya bagus dong, belum pacaran aja udah bisa pegang komitmen apa lagi nanti"


"Nanti dulu, abang udah makan malam belum?"


"Udah bunda tadi di luar sekalian"


"Iya udah mandi sana udah kucel gitu muka abang"


Bima langsung pergi masuk kamar mandi, setelah menyimpan dompet dan handphone di meja belajarnya. tak lama Bima masuk, ada pesan dari Delisa, karena sedang mandi nada pesan pun tak terdengar oleh Bima hanya guyuran air ketubuhnya yang terdengar.


"Ah cape banget, Tapi enggak apa-apa karena hari ini bisa jalan bareng sama Delisa"


Menggemaskan gumam Bima


Setelah mengeringkan badan serta memakai pakaian yang nyaman untuk tidur Bima langsung menjatuhkan diri ke ranjang besarnya lalu tertidur lelap, tak lagi menggubris hal apapun.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


#####


Gimana episode 12 ini guys ?? tolong beri kritik yang sopan dan saran yang membangun. jangan lupa kasih tip dan vote. tekan juga like dan jadikan ini cerita favorit kalian.


안녕~~💜🥰