WE BECOME DATE

WE BECOME DATE
eps 34



Bima kembali ke rumahnya dengan keadaan yang tak bisa di mengerti, dia marah entah marah pada siapa, dia pun merasa menyesal entah karena apa, yang pasti ia merasa tindakannya salah yang tiba-tiba dingin pada Delisa.


"Selamat malam tuan muda, anda sudah makan malam?" sapa pak Toto kepala pelayan


"Iya udah pak, besok aku mau di anterin ke sekolah, bilangin sama mang ujang" perintahnya


"Iya tuan muda, apa ada yang lain yang harus saya kerjakan?" Tanya nya sopan


"Tidak, untuk sekarang itu aja pak"


"Tadi sore nyonya telpon rumah, karena saat beliau ingin telpon tuan muda katanya hp anda tidak bisa di hubungi" lanjut kepala pelayan


"Benarkah pak ? sebelum tidur nanti saya hubungi balik bunda, sekarang saya mau ke kamar mau mandi gerah pak .. "


"Baik tuan muda ..."


Tidak biasanya tuan muda bersikap dingin seperti ini. gumam pak Toto saat melangkah pergi ke belakang menuju tempat para pelayan tinggal.


Bima mulai melangkah pergi ke lantai dua, memasuki ruangan yang penuh dengan warna navy dan silver juga beberapa gambar buatan tangan dirinya yang tertempel di dinding memberi kesan mewah serta menarik.


Ia memasuki kamar mandi setelah melepas semua pakaian nya hingga sekarang tak tersisa sehelai benang apapun di tubuhnya, air hangat yang mengalir di atas tubuhnya mengurangi sedikit bebannya saat ini.


Ia keluar menggunakan handuk yang melilit di tubuh bagian bawahnya menutupi aset berharga seorang laki-laki. Berjalan menuju ruangan baju miliknya memilih baju tidur yang nyaman untuk di pakai. Setelah semua terpakai rapi ia mulai menjatuhkan diri ranjang besarnya mengambil benda pipih di atas meja samping, mencari kontak yang akan ia hubungi


*Halo ..


*Halo abang ..


*Bunda abang kangen ..


*Ada apa nih ? tiba-tiba bilang kangen duluan sama bunda


*Enggak ada apa-apa cuman kangen kalian aja


*Oh yaudah kirain ada apa sama anak bunda yang tampan ini ..


*Tadi bunda telpon abang ?


*Iya karena hp abang enggak aktif jadi bunda telpon orang rumah, kenapa hp kamu suka enggak nyala sih !!


*Maaf bunda, baterai nya habis jadi mati.


*Hahhh jangan buat orang tua khawatir abang !


*Hehe maaf bunda, sekarang ayah sama Bibil mana bun? abang mau denger suara nya


*Bibil lagi main sama bunda, kalo ayah lagi ke kamar mandi


*Ahh nanti kita alihkan jadi video call, abang mau lihat muka Bibil


Bima mengalihkan sambungan jadi video call, melihat keadaan orang tua nya di sebrang sana bersama adik kecilnya yang lucu, ia benar-benar merindukan mereka di tambah suasana hatinya yang tak karuan ini.


"Bibil ini abang ..." Bima tersenyum menyapa adiknya


"Kyakk bababang .." Bibil tertawa dan memanggil kakak nya itu dengan bahasa yang masih terbatasnya


"Wahh Bibil sekarang udah bisa panggil nama abang !? Wah bunda sama ayah tadi denger!" Bima girang


"Haha Bibil udah bisa panggil bunda sama ayah juga tahu!"


kata Ayah sombong yang baru nongol di sana.


"Beneran ? Kok abang baru tahu?"


"Abang enggak pernah main lama-lama sama Bibil sih, jadi enggak tahu" ejek bunda


"Yah abang telat dong!"


"Abang udah makan malam?" Tanya bunda


"Udah tadi di luar sekalian"


"Jangan makan malam di luar lagi besok! Harus di rumah" suruh bunda


"Siap bunda, kalian di sana baik-baik ajakan?"


"Iya kita baik, bentar lagi kayaknya urusan kita bakal selesai, jadi cepat pulang kalo kayak hari ini terus kerjaannya" balas ayah


"Yess bawa oleh-oleh buat abang"


"Iya nanti kita bawa yang banyak buat abang yang manja ini" ejek bunda


Bima hanya tersenyum tak ingin membalas perkataan bunda, menggaruk tengkuk lehernya yang tak gatal, bunda dan ayah terus saja bercerita tentang mereka yang berada di luar kota sekarang, sampai kantuk pun terlihat menyerang anak laki-laki nya.


"Abang cepet tidur" kata bunda


"Iya selamat malam, kita sayang abang"


Gelap nya malam menyelimuti setengah pelosok bumi, memberikan angin malam yang dingin masuk, hingar-bingar malam yang tak terdengar, hanya hangatnya selimut yang menutupi tubuhnya saat ini dan nyamannya kasur serta bantal menemani sepanjang tidurnya.


Gelap pun berganti terang, matahari telah terlihat muncul, memberikan energi baru, dan hari yang baru pula, kicauan burung yang sedang bernyanyi menambah lengkap pagi yang sejuk, penuh angin sepoi-sepoi masuk ke jendela kamar yang saat ini telah terbuka lebar.


Bima dan Delisa masih dirundung oleh kemalut pikiran mereka dari kemarin malam, masih belum pasti apa yang akan mereka lakukan jika bertemu.


"Selamat pagi tuan muda, mau sarapan apa?"


Tanya Pak Toto kepala pelayan saat melihat anak majikannya turun dari tangga, telah lengkap memakai pakai sekolah nya.


"Roti aja sama selai coklat ya pak"


Jawab Bima sambil memakai jam tangan


"Baik tuan muda"


pelayan bagian dapur pun menyiapkan sarapan, menyajikannya dengan apik di tengah meja makan, tambah susu putih berprotein baik untuk pertumbuhan.


"Mang Ujang udah siap di luar ?" tanya Bima


"Sudah tuan muda, mang ujang udah nunggu di depan dari tadi"


"Kalo gitu abang sarapan di dalam mobil aja"


"Baik tuan muda"


Bima mulai melangkah keluar di temani pak Toto yang sekarang berada di belakang, mengantar para majikannya sampai depan rumah pergi sudah menjadi tugasnya.


"Hati-hati di jalan tuan muda, semangat belajar di sekolah" tutur kepala pelayan


"Iya pak makasih, ayo mang Ujang berangkat"


"Siap tuan muda laksanakan"


Di jalan Mang Ujang terus saja nyerocos sana-sini, menceritakan tentang kabar awak keluarga nya yang di kampung, penuh dengan cerita lucu dan sedikit tak di mengerti oleh Bima, ia hanya bisa berdeham dan mengangguk.


Saat melewati blok bagian rumah Delisa ia melihat kearah sana, memandang dengan wajah cukup sedih tapi di tepis nya oleh kicauan mang Ujang yang tak bisa berhenti.


"Nah tuan sudah sampai sekolah" kata mang Ujang yang sekarang menghentikan mobil tak jauh dari gerbang sekolah


"Iya makasih pak"


"Semangat belajar nya tuan muda" ia tersenyum


"Yo semangat mang"


Bima membalas dengan semangat, tapi saat ia melewati gerbang rasa semangat itu memudar, terlintas ia harus segera menuntaskan kesalah pahaman dengan gadisnya Delisa.


Ayo semangat Bima! nanti istirahat lo harus ngomong sama Delisa, selesaikan masalah jadi cowok harus gentleman!


Bima mencoba meyakinkan diri di dalam hati.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


#####


Gimana episode 34 kali ini guys ?? tolong beri kritik yang sopan dan saran yang membangun. jangan lupa kasih tip dan vote. tekan juga like dan jadikan ini cerita favorit kalian.


안녕~~💜🥰


MAU KASIH VISUAL DELISA NIH SI GADIS CANTIK CINTA PERTAMANYA TOKOH PERTAMA PRIA DI CERITA INI