
Ternyata makin lama cafe tersubut semakin ramai di kunjungi oleh para pengunjung, setiap pengunjung terus melihat ke arah meja mereka berenam, merasa luar biasa ada ke enam manusia yang cantik dan tampan bersatu disana.
Setelah menunggu cukup lama pesanan mereka pun datang dan tak perlu menunggu waktu lama lagi mereka langsung melahap hidangan nya.
Bima yang melihat sisa krim pasta di sudut mulut Delisa, mencoba membersihkannya dengan tisu di tangannya. Kelakuannya itu membuat Delisa tergelonjak kaget dan jantungnya mulai berdebar hebat.
"Lo makan sampai belepotan gini, lucu "
Delisa menjadi salah tingkah dibuatnya, wajah nya mulai merah padam jantung nya berdegup lebih kencang kembali.
"Makasih Bim~"
Sambil melap sendiri bibirnya kembali, teman-teman tak memperhatikan kejadiaan tersebut walau mereka berada satu meja dengan mereka berdua karena sibuk masing-masing.
"Bilangin kita ke toilet dulu Qo"
"hemm"
Setelah selesai dengan kegiatan makannya, ketiga perempuan itu pun pergi ke toilet Gery dan Bima yang barusan pergi ke kasir pun bertanya pada Qori yang duduk di sana.
"Pada kemana itu cewek-cewek?"
Tanya Bima
"Biasa"
"Toilet?" tanya Gery
"Iyap"
"Kenapa sih cewek kalo ke toilet harus barengan!?"
Beda cerita yang sekarang berada di toilet ketiga wanita itu sibuk melihat diri di cermin merapikan kembali penampilan mereka,
tak lupa dengan riasan natural di wajah mereka.
Mereka berfoto di depan cermin karena toilet nya banyak terdapak lukisan abstrak yang menarik ,tak seperti toilet biasa yang hanya polos putih. setelah banyak mengambil foto di sana mereka bertiga pun keluar dan mendapatkan celotehan Gery karena mereka lama di toilet
"Kalian ngapain dulu sih !? ngebangun toiletnya dulu apa gimana!"
Dengan wajah memelas dan bergelayut manja di tangan kekasih nya Lisa mencoba meredakan kesalnya.
"Maaf sayang, kita tadi foto-foto dulu sebentar di dalam"
Lisa mengelus pipi Gery agar tak marah pada mereka bertiga, dan itu memang benar ampuh untuk meredam amarah Gery, tapi ia mengambil kesempatan ini untuk pura-pura marah padanya.
"Ayo kita pulang!"
"Sayang maafin dong"
"Udah ayo pulang"
"Iya iya ayo pulang"
Gery dan Moli bergegas duluan keluar terlebih dahulu meninggalkan ke empat temannya itu.
"Qori lo anter Moli sampai rumah kasian biar ada temen pulang"
Qori membuang nafas panjang sebal lalu melangkah keluar meninggalkan ketiga orang di sana masih mematung
"Ayo jalan"
"Ah Iya gue dateng"
Moli terperangah lalu cepat melangkah mengekor di belakang Qori yang berjalan cepat kelaur cafe.
Bima mulai mengendarai motornya dan membelah jalanan ibu kota yang cukup padat karena banyak pekerja yang pulang membuat keadaan jalanan macet, untungnya Bima memakai motor jadi bisa menyelip dan berhasil sampai rumah Delisa dengan selamat.
Bima jadi sudah biasa membukakan helm yang di pakai Delisa yang belum terbiasa.
"Makasih Bim udah nganter gue balik"
"Iya sama-sama"
"Eum Del~ besok lo ada waktu gak!?"
"kayaknya gak ada, emang ada apa!?"
"Besok kan libur jadi gue mau ngajak lo jalan ke suatu tempat, lo mau ?"
"Hm. . oke boleh jam berapa? lo jemput gue ke rumah kan?"
"Jam 8 pagi gue jemput lo"
"Gue tunggu besok pagi"
"Kalo gitu gue pulang sampai jumpa besok, Delisa~"
Bima mengakhiri kalimat nya dengan suara yang menggoda saat menyembut gadis cantik di hadapan nya di tambah senyuman yang menggoda dan tangannya yang mengacak rambut Delisa, membuat Delisa hanya bisa mematung mebuka lebar matanya muali melihat pada punggung Bima yang pergi menjauh dari rumah.
Delisa kembali sadar dan memegang kepala nya yang telah di sentuh Bima lalu memegang kedua pipinya yang sekarang mulai memerah, Delisa menjerit di dalam hatinya merasakan ada kehangatan di dada nya saat mengingat perlakuan Bima padanya.
"Baru pulang non?" tanya satpam depan
"Iya pak baru pulang"
Dengan hati yang masih tak karuan Delisa masuk rumah dan menuju kamar nya lalu membantingkan diri di ranjang besar miliknya. sambil menatap langit langit kamar Delisa tersenyum dan menendang-nendang kegirangan karena lelah Delisa pun masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri sambil menenangkan hati dan pikirannya yang di kelilingi oleh Bima.
"Selamat datang tuan muda"
Bima yang sampai rumah pun masuk dengan penuh bergaya Bima melangkahkan kaki sambil bersenandung ria, memancarkan rasa senang di wajahnya kedua orang tuanya yang melihat di ruang keluarga pun di buat geleng-geleng kepala oleh nya.
"Liat yah tingkah anak kita!"
"Lagi jatuh cinta bun jadi aneh gitu wajar"
"Bunda harap enggak sampai mengganggu Bima belajar"
"Kalo sampai ke ganggu biar kita nasehatin biar gak berlebihan"
"Iya ayah, tapi lucu juga liat tingkah abang yang kayak gitu"
"Hahaha iya bun ayah juga sama"
Dasar anak muda yang lagi jatuh cinta kata ayah saat melihat anak nya berjalan begitu saja tak memperhatikan kedua orangtuanya yang duduk disana.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
#####
Gimana episode 7 ini guys ?? tolong beri kritik yang sopan dan saran yang membangun. jangan lupa kasih tip dan vote. tekan juga like dan jadikan ini cerita favorit kalian.
안녕~~💜🥰