WE BECOME DATE

WE BECOME DATE
eps 37



"Karena tugas nya harus berkelompok, jadi buat kelompok terdiri dari 4 orang biar pas 8 kelompok" Delisa memberi intruksik pada teman-teman kelas nya.


"Put gue ikut kelompok lo yah!?" bisik Erik pada gadis di sampingnya yang ikut memberi berdiri di depan kelas memberi tahu tugas pada teman-teman yang lain.


"Gue tanya dulu temen gue" balas Delisa sambil berjalan mendekati Lisa yang dari tadi duduk sendirian menunggu dirinya balik dari ruang guru.


"Kelompok kita cuman aku, kamu Delisa sama satu lagi Moli nanti, kurang satu orang lagi!" Kata Lisa ketika temannya yang cantik itu mendekat lalu duduk di sampingnya tepat di bangku miliknya.


"Ketua kelas mau sekelompok sama kita, boleh gabung gak kata nya?" gadis itu memberi tahu dengan senyum menyungging kecil ke atas.


"Boleh kan gue gabung kelompok kalian? se-enggaknya ada satu cowok nyelip di kelompok kalian!? hmm"


Sekarang laki-laki itu berada tepat di hadapan mereka berdua dengan wajah memelas menambah kegantengannya, bahkan gadis-gadis di kelas berebutan ingin sekelompok dengannya, karena bukan saja wajah yang tampan tapi ia pun memiliki otak nya pintar, makanya jadi seorang ketua kelas.


"Wah .. Ya boleh, ada wajah kamu di kelompok menambah nilai tinggi kita." Lisa cukup terpesona dengan senyuman renyah si ketua kelas, lupa dengan pacar yang sama-sama berjuang demi masa depan lebih cerah (belajar).


"Haha .. Makasih, sekarang kita video call-an sama Moli biar kita mulai kerja kelompoknya"


tawar Erik pada kedua gadis itu, memandang satu persatu wajah mereka meminta persetujuan.


"Iya aku coba VC Moli sekarang!" jawab Delisa.


"Eh .. nanti bukannya Moli lagi liburan sama keluarga nya keluar negeri?" Erik menyela kegiatan mereka.


"Dia kan bisa aja lagi istirahat, kan kalo di luar negeri sekarang udah sore Rik!" Lisa mencoba menjelaskan, padahal itu hanya akal-akalan saja, tidak ada yang tahu padahal Moli berangkat nya itu besok, itupun entah jadi atau tidak.


"Ah iya juga, yaudah vc sekarang" Erik tersenyum kembali.


"Aw Erik bisa gak sih lo jangan senyum-senyum gitu, bisa diabetes gue!" perkataan Lisa membuat Delisa dan Erik tertawa renyah, betapa lucu kalimat yang di lontarkan gadis itu.


Sambungan vc mulai terhubung, wajah Moli telah terpampang di sana, masih memakai piama yang nyaman berada di atas kasur, memperlihatkan muka bantalnya.


*Hai Del~ ada apa ? kangen gue yah!*


*Hai kita lagi ada tugas jadi maaf ganggu waktu tidur lo ..*


*Nanti dulu tugas ? tugas apa kok harus vc gue segala ?*


*Ini tugas kelompok, terus harus di kumpulin hari sekarang juga tugasnya.* Lisa ikut nimbrung terlihat di kamera


*Ah terus kelompok kita cuman bertiga doang ?*


*No .. liat kita sama siapa sekarang ..*


Lisa mencoba memperlihatkan layar hp itu ke Erik yang sekarang sedang melambaikan tangan serta tersenyum pada Moli.


*Hai .. Mo gimana liburan nya?* Erik bertanya


*Oh, hei Rik .. liburan ? iya ini aku lagi liburan, tapi nanti dulu aku ke kamar mandi sebentar ..* Moli bergegas pergi ke kamar mandi meninggalkan mereka bertiga yang sedang melihat gadis itu di layar.


*Ya Moli kenapa ngilang!* teriak Lisa cukup kesal.


*Kyakkk ...* Teriakan Moli memgempar di dalam kamar mandi,


*Dia baru sadar lagi vc sama lo dengan penuh minyak di mukanya heheh" tebak Delisa yang benar-benar pas, Moli kaget saat melihat wajahnya di depan cermin jadi ia berteriak cukup histeris di dalam sana.


Mereka bertiga pun menertawakan tingkah lucu Moli barusan, terlihat benar-benar dekat dan akrab, bahkan gadis-gadis di kelas yang melihat pun cukup iri dengan mereka berdua, bisa berbicara serta teratawa bersama.


Berbeda dengan dua orang yang berada di luar ruang kelas mereka yang tak sengaja lewat mencuri pandang lewat jendela, tapi malah yang mereka lihat pemandangan yang sangatlah menyebalkan bagi Bima dan Gery.


Bagaimana tidak ? gadis yang mereka suka sekarang sedang mengobrol dan tertawa bersama seorang pria di sana, bahkan mereka bertiga terlihat sangat dekat sekali.


"Hey .. balik kelas sekarang!" ajak Qori yang berdiri di sana juga.


"Ya Qo lo kenal siapa jingan itu?" Sekarang Bima menambah kesal, bukan hanya barusan di ruang guru melihat mereka bersama tapi sekarang juga di dalam kelas.


"Hem .. Dia ituu .. Erik Malo" jawab Qori setelah mengingat wajah orang yang di maksud.


"Siapa Erik Malo itu?" tanya Gery lagi.


"Apa dia lebih kayak dari keluarga gue?" tambah Bima tak mau kalah.


"Kalo berdua pengen tahu cepet balik kelas bujang, nanti di marahin guru baru tahu rasa lu pada"


Qori meninggalkan kedua temannya itu bergegas masuk ke ruang kelasnya yang dari tadi memang sudah ada guru mengajar, tapi mereka izin pergi ke toliet sebentar dan Bima pergi ke koperasi sekolah beli balpoin.


Setelah beberapa detik Qori pergi mereka berdua pun ikut menyusul, masih meninggalkan rasa kesal mereka, ahh .. bukan kesal mungkin lebih tepatnya mereka sedang cemburu!? karena mereka belum pernah melihat gadis mereka itu dekat dengan seorang lelaki lain, kecuali diri mereka serta Qori. perasaan cemburu itu membuat mereka tak bisa fokus terhadap pelajaran.


"Qori .. lo tahu mereka bukan cuman bertiga tadi!?" bisik Gery pada teman di belakangnya, sambil mencuri pandang ke arah depan takut ketahuan guru mengajar.


"Emang siapa lagi?" Qori penasaran, yah memang lelaki ini walau dingin tapi tetep rasa penasaran nya tinggi.


"Tadi kita liat mereka lagi vc sama Moli" jawab Gery dengan nada yang penuh propokatif.


"Hm Moli juga di buat ketawa sama si namanya Kerik itu" tambah Bima berbisik.


Qori yang asalnya acuh pada tingkah mereka berdua yang tiba-tiba memperlihatkan wajah kesal serta banyak nya pertanyaan tentang lelaki tadi, sekarang malah ikut memperlihatkan wajah kesal juga sambil memegang erat balpoin di tangannya penuh dengan kemarahan di sana.


"Kita harus hajar lelaki cacingan jingan itu!!"


bisik Qori kesal dengan gigi yang rapat, mendapatkan anggukan dari kedua temannya setuju.


"Kalian bertiga ! angkat kursi di atas kepala kalian sampai pelajaran saya selesai! sekarang!" Guru itu menunjuk pada mereka bertiga di beri hukuman karena dari tadi berbisik-bisik, membuat kegaduhan di suasana hening kelas.


"Iya pak, Maaf" jawab mereka bertiga serentak.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


#####


Gimana episode 37 kali ini guys ?? tolong beri kritik yang sopan dan saran yang membangun. jangan lupa kasih tip dan vote. tekan juga like dan jadikan ini cerita favorit kalian.


안녕~~💜🥰