WE BECOME DATE

WE BECOME DATE
eps 30



Saat membeli popcorn ia mencoba untuk melihat arah belakang tempat duduk seorang gadis cantik yang bersamanya ke tempat ini.


Melambaikan tangan sambil tersenyum tanpa memperdulikan sekeliling yang saat ini tertuju pada dirinya serta lawan arahnya.


"Dek ini popcorn nya . . ." kata mbak pelayan yang saat ini ikut tercerahkan matanya oleh senyuman Bima yang manis


"Iya makasih mbak"


Bima melangkah menuju meja Delisa, mengambil seluruh perhatian perempuan yang ada di sana dan berpusat padanya.


Begitu pula Delisa yang dari tadi sendirian di sana menjadi perhatian mata para laki-laki, melihat seluruh kecantikan alami gadis itu.


"Kamu gak nunggu lama kan?" tanya Bima


"Enggak, terus mana cola nya?"


Bima mendekat kan wajahnya ke telinga kanan Delisa dengan wajah yang menggoda, berbisik dengan nada sexy.


"Aku kesini dulu takut ada cowok lain yang berani deketin kamu"


Delisa hanya diam, berasa terhipnotis oleh kata-kata Bima, pipi, telinga bahkan seluruh wajahnya memerah, tersadar sedang banyak orang yang memperhatikan mereka, Delisa pun menyingkirkan kepala Bima.


"Apa sih Bima~ malu di liatin orang-orang"


"Haha, aku beli cola tunggu di sini, kalo ada cowok deket-deket kamu, bilangin kamu itu punya aku"


"Hah iya udah sana beli cola nya" Delisa mendorong Bima untuk pergi


"Iya ini aku pergi, awas aku perhatiin kamu terus !" kata Bima menunjuk matanya lalu balik ke arah Delisa


Hah dasar posesif! gumam gadis itu


Bima mengusap lembut kepala Delisa, makin menambah rasa malu sekaligus senang, karena perempuan yang dari tadi melihat Bima sekarang sedang marah serta iri padanya.


Melihat tubuh Bima yang mulai menjauh darinya, terlihat muka bingung yang lucu di wajah pria tampan tersebut. Entah apa yang ia pikirkan.


Apa sesulit itu memilih minuman? lucunya. pikir Delisa


Bima mengantri kembali membeli minuman bersoda itu, ia bingung apa harus beli dua yang kecil atau satu yang besar dengan dua sedotan.


Bima tersenyum mengingat kelakuan Gery dan Lisa, yang pernah beli minuman satu tapi untuk berdua.


"Mas saya beli cola yang besar satu"


Saat Bima melihat sedotan yang di beri untuknya dua, ia malah mengembalikan nya lagi, jadi cuman satu.


"Dek kok di balikin lagi" pelayan heran


"Biar hemat mas" balas Bima


Bima kembali ke bangku Delisa, ia tersenyum senang, seperti rencananya akan berhasil untuk kencan pertama mereka di bioskop.


"Kok beli minumannya satu?" Tanya Delisa


"Biar gak banyak uang keluar" alasan Bima


"Kan bisa pake uang aku juga berdua"


"Enggak, ini kan tanda maaf dari aku, karena pagi-pagi aku malah asik ngobrol sama satpam depan rumah kamu"


"Tapi kan kalo soal uang kita bisa bagi dua!"


"Iya, kamu tinggal bayarin makan malam kita nanti, bereskan?"


"Iya boleh, tapi Bima film yang kita tonton mulainya masih lama, sekitar satu jam lagi"


"Terus kita mau ngapain dulu?"


Tanpa sadar Bima dan Delisa memasukkan berondong jagung tadi satu persatu ke dalam mulut mereka.


"Kalo kita makan dulu, nanti malah ngantuk pas nonton"


"Kalo ke play zone, nanti malah keasikan main di sana"


Mereka menghela nafas panjang bersamaan, memikirkan nasib mereka yang harus menunggu lama di sana.


"Gimana kalo kita beli es krim jelato dulu di lantai bawah" ajak Delisa


"Sekarang musim hujan Delisa, nanti malah sakit gimana!?"


"Makan satu es krim enggak bakal langsung sakit kali Bima~"


Delisa manja mulai menggoyangkan lengan Bima agar ia menuruti keinginan nya. Bima tetap kekeh atas pendiriannya.


Laki-laki itu tak ingin gadis di depannya terserang sakit, bukan khawatir papah nya akan marah, tapi khawatir kondisi gadis itu bila benar-benar sakit.


Delisa melipat tangan nya kesal, lalu cemberut, mengkerut kan bibirnya maju ke depan. mendelik Bima tak senang.


Kenapa tiap Delisa marah jatuh nya malah ngegemesin sih Tuhan!! pikir Bima


"Delisa~ kamu marah?" tanya Bima sambil menahan senyum.


"Aku enggak marah!" kata Delisa sambil mendengus.


"Lah terus kenapa gak mau lihat aku sekarang?"


"Aku cuman kesel doang"


"Kesel sama siapa ?" tanya Bima sambil tersenyum


"Cih emang siapa lagi !"


Kenapa makin imut lucu gini! gumam Bima


"Haha jangan kesel gitu dong!"


Bima mencubit pipi Delisa saking gemas.


"Hah oke ayo! tapi kalo sakit jangan salahkan aku!? aku udah kasih tahu kamu dari awal!"


peringatan Bima


"Iya enggak bakal" Delisa tersenyum puas


Sebelum mereka pergi ke lobi untuk membeli es krim tersebut mereka baru menyadari sesuatu.


"Kayaknya kita harus beli ini lagi!" kata Bima


"Haha iya popcorn nya malah habis duluan"


Mereka membuang wadah popcorn lalu keluar menuju lantai bawah. Di lantai bawah mereka mencari toko es krim jelato.


banyak yang nongkrong atau sekedar beli lalu pergi lagi dari sana, mereka masuk ke dalam ternyata harus mengantri sedikit lama.


"Hai Bim, ketemu di sini!"


Sapa seseorang di sana, membuat kedua orang itu refleks menengok ke arah suara tersebut.


"Oh hey, lagi main sama siapa lo disini ket?"


Balas Bima sambil tersenyum menepuk pundak seorang di hadapannya, sangat bersahabat.


"Lagi main aja sama temen-temen kelas, itu siapa?" tunjuknya pada Delisa.


Delisa yang melihat kedekatan mereka itu pun hanya terdiam, tak ingin mengganggu pertemuan mereka yang sangat terlihat akrab


"Itu cewek yang gue ceritain di sekolah ket" bisik Bima


"Really? kenalin sama gue lah !" jawabnya tersenyum


"Buat apa ngenalin elo!? enggak perlu"


"Come on Bima~ nanti malah dia yang penasaran sama gue"


Bima mendengus lalu mengajak Delisa untuk lebih mendekati tempat mereka berdua. Gadis itu melangkah wajah nya terlihat cukup canggung.


"Delisa kenalin ini I Ketut Hendrawan, ketua klub melukis aku, ayahnya orang Bali jadi namanya gitu" Bima cerita pada gadis itu


"Oh halo Delisa Putri, panggil aja Delisa."


Delisa menyodorkan tangannya pada pria di hadapan nya tapi di sambut oleh tangan Bima.


"Jangan sentuh-sentuh segala" dengus Bima


"Haha lebay lo Bim! gue tinggal dulu yang lain udah nunggu" katanya sambil pergi meninggalkan mereka berdua.


"Iya have fun ket" teriak Bima agak pelan


"Temen kamu ... keliatan banget kayak seorang pelukis yah!" kata Delisa sesudah melihat kepergian Ketut.


"Emang aku enggak keliatan ?" dengus Bima


"Hemmm coba kamu muter dulu" suruh Delisa menggoda Bima


"Kamu keliatan kayak my future"


Bisik Delisa menggoda lalu pergi menuju pelayan memesan es krim yang di inginkan, meninggalkan Bima yang sekarang tersenyum berhasil terkena godaan gadis cantik itu.


Ah bisa gila gue di goda terus sama dia! gemes banget!


gumam Bima sambil mengusap rambut belakangnya yang tak gatal, mengembangkan senyum nya senang.


Mengejar Delisa yang sekarang sedang memesan es krim untuk dirinya juga Bima, ia perlahan mendekat dari belakang mendekat.


"My future~"


Goda laki-laki itu berbisik di telinga Delisa mengagetkan dirinya, beruntung ia tak menjatuhkan uang yang akan di beri ke pada pelayan di depannya.


"Astaga! Bima kamu tuh ngagetin!!"


Kaget Delisa sambil terus menggebuk tubuh Bima cukup kencang di area tangan atasnya, sampai pelayan yang lihat pun tertawa gemas pada mereka berdua.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


#####


Gimana episode 30 kali ini guys ?? tolong beri kritik yang sopan dan saran yang membangun. jangan lupa kasih tip dan vote. tekan juga like dan jadikan ini cerita favorit kalian.


안녕~~💜🥰


VISUAL KEDUA QORI SI LAKI-LAKI TAMPAN TAPI DINGIN DAN MEMILIKI SENYUMAN MANIS