
Setelah banyak bercerita tak selang berapa lama tampak Gery dan Qori melangkahkan kaki untuk datang menghampiri mereka bertiga yang masih tertawa kecil.
"Sayang ku Lisa apa yang sedang kalian ceritakan sampai tertawa seperti itu? hem"
Kata Gery mendekat mencubit dengan gemas pipi Lisa lalu di tepuk oleh nya karena sakit.
"Aww sakit yang~"
"Maaf baby" Gery cengengesan.
"Kalian berdua doang?" Tanya Lisa
"Iya Bima lagi ada urusan sama klub melukisnya"
pantesan tadi Bima lewat buru-buru gitu, tapi ternyata bima ikut klub melukis bukan klub olahraga? kata Delisa di dalam pikirannya sambil menganggukkan kepalanya
"Emang ada urusan apa Ge ??" Tanya Delisa
"Cie yang penasaran sama cowok nya."
Goda Moli yang sedari tadi memperhatikan Qori yang berada di belakang Gery main game online. walau matanya mengarah ke Qori tapi dia juga iku mendengar obrolan.
"Apaan sih Mo, gue tanya karena penasaran aja ada apaan."
"Tadi pagi dia pas lewat koridor dia di cegat sama anak-anak klub melukisnya, suruh ikut lomba mewakilkan sekolah gitu"
"Lukisan Bima sebagus itu? sampai di suruh ikut lomba mewakilkan sekolah?"
"Lo enggak tahu ? lukisan yang ada di dinding koridor ? itu tuh buatan Bima. kita berdua juga ikut bantu pas bikinnya. bener kan Qo?"
"Iya bener" jawab Qori singkat padat dan jelas.
Delisa tak percaya lukisan di dinding koridor, yang tiap hari ia dan orang-orang yang keluar masuk sekolahannya itu adalah buatan seorang Bima, ia takjub pada lelaki itu wajah dan tubuh nya tak menggambarkan bakatnya, malah tidak terlihat seperti seorang pelukis.
Saat itu Delisa mendapatkan satu hal lagi tentang Bima yang baru ia ketahui, bahwa Bima mempunyai bakat melukis yang luar biasa, bahkan dia sangat takjub sekaligus iri seorang Bima punya bakat yang jarang di miliki orang lain.
Kita kembali pada saat ini Lisa mulai bertanya pada Gery dengan cukup kesal entah manja nya itu datang tiba-tiba.
"Sayang kenapa kamu dateng ke kelas aku lama banget sih?"
"Aku harus maksa dulu orang satu ini, biar mau nemenin aku kesini"
Kata Gery terus menerus menggoyangkan tubuh Lisa yang saat ini tangannya bergelayut di pundak Lisa.
"Lo juga kesini malah enggak ngomong apa-apa cuman mainin itu hp euhh"
Lisa kesal pada Qori menghalangi layar hp menggunakan tangannya membuat Qori ikut kesal di ganggu.
"Apaan sih. terserah gue dong" Dengus Qori
"Mo lo beneran suka sama cowok nyebelin banget kayak gini ??"
Ejek Lisa sambil bertanya meyakinkan pendapat Moli tentang laki-laki tampan itu. sudah sebulan lamanya dia mengejar dan di acuhkan begitu saja oleh Qori.
Membuat Lisa dan Delisa pun ikut kesal atas perlakuan dia kepada temannya Moli, tak selang beberapa detik Lisa langsung dapat tatapan tajam dari Qori tak suka mengaitkannya dengan Moli.
"Hah . . . gue juga enggak tahu bisa suka sama cowok kayak gitu Li, apa gue pindah suka cowok yang lain aja yahh"
Moli berekspresi tak mengerti pada dirinya sambil mengangkat bahunya. Qori yang mendengar itu pun lebih kesal entah kenapa tak suka jawaban Moli.
"Iya mending lo cari yang lain aja. apa perlu gue kenalin sama sepupu gue yang cowok?"
"Hmm . . . haruskah !?"
Qori pun pergi meninggalkan Gery bersama ketiga wanita cantik itu yang sekarang heran melihat Qori yang tiba-tiba pergi begitu saja terlihat kesal.
"Lah mau kemana itu bocah?" heran Lisa
"Haha dia kayaknya kesel sama lo Moli"
kata Gery yang tahu gelagat aneh Qori barusan. kemakan omongan sendiri kan lo. dalam pikiran Gery mengejek membuat senyum menyeringai di wajahnya
"Loh kok jadi keselnya sama gue sih?"
"Entah tanyain sendiri sama dia, aku balik dulu yah sayangku Lisa"
Gery menguyel pipi tembam Lisa pamit menuju ruang kelasnya kembali, karena bel berbunyi tanda istirahat pertama telah selesai.
Delisa pun melihat Bima telah kembali dari urusan klubnya menuju kelas. berhadapan dengan Gery yang baru saja keluar dari kelas ketiga gadis cantik tersebut pun sedikit menoleh kedalam melihat Delisa. dan memberikan lambai tangan pada Delisa yang saat itu juga melihat keberadaan Bima yang berada didepan pintu kelasnya.
"Gimana urusan lo selesai?"
"Udah selesai, gue diminta lukisannya udah jadi dua hari sebelum di kirim buat lomba"
"Jadi lo di kasih waktu sebentar buat ngelukis? Wah gila lo harus dapet inspirasi dari sekarang bro buat karya lo"
Gery cukup tahu susahnya dapat inspirasi karya lukis jadi ia menepuk bahu Bima memberi semangat.
"Hah ya nih padahal pikiran gue lagi mumet sama masalah Delisa, belum sama ini satu"
Kata Bima saat duduk di bangku miliknya. yang mengakibatkan Qori yang telah duluan ke kelas pun ikut mendengar perkataan temannya itu.
"Emang lo ada masalah apa sama delisa ??" Tanya Qori
"Tadi kayaknya delisa enggak keliatan marah atau apa sama lo. Malah nanya lo ada urusan apa sampai enggak bareng sama kita"
Sambung Gery
"Dia nanyain gue ?"
Bima sangat senang dan mencoba meyakinkan dan mendapat anggukan sebagai jawabannya, membuang nafas panjang sambil menggosokkan kasar wajahnya terlihat frustasi, Bima mulai cerita keinginan nya untuk mengajak pacaran Delisa tapi entah harus pakai cara apa.
"Gue deket sama Delisa udah hampir satu bulan lebih dan rasa sayang gue ke dia juga makin gede, Jadi gue lagi nyari waktu dan tempat yang cocok buat nyatakan perasaan gue ke dia."
"Nyatakan aja kali Bima, ajak ke restoran atau cafe yang bagus terus kasih bunga atau cokelat bereskan" Saran Gery
"Gue pengen pake cara yang beda, yang lebih bagusan dari orang lain. kasih gue saran yang lain dong Ge kan lo udah pernah nembak cewek! jadi bantuin gue lah"
"Hmm . . . oke karena lo temen gue yang mau maju enggak kayak temen gue yang satu lagi, gue bakalan bantuin lo cari cara nembak Delisa yang beda dari orang lain apalagi gue"
Gery berbicara sambil melirik menyindir Qori dan juga bersungguh sungguh akan membantu temannya Bima agar berhasil menyatakan cintanya, cinta pertama lebih tepatnya.
"Makasih bro, emang lo temen gue yang benar-benar bisa di andalkan. Tapi emang siapa temen lo yang enggak mau nyatakan perasaannya kayak gue?"
Bima tak tahu Gery menyindir temannya juga Qori, Gery memajukan dagunya ke arah Qori yang saat ini mengalihkan pandangannya pada arah lain.
"Loh jadi elo Qo ?? emang lo lagi suka sama siapa? enggak kasian lo sama si Moli yang ngejar-ngejar lo terus"
"Qori udah kemakan sama omongannya sendiri bim"
"Wah luluh juga tuh batu es sama Moli"
Mereka tertawa terbahak-bahak mengejek temannya yang dikenal ogah-ogahan sama cewek cantik ini tapi akhirnya kecantol juga oleh pesona Moli.
"Sok tahu lo semuanya "
Dengus Qori kesal tak suka.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
#####
Gimana episode 20 ini guys ?? tolong beri kritik yang sopan dan saran yang membangun. jangan lupa kasih tip dan vote. tekan juga like dan jadikan ini cerita favorit kalian.
안녕~~💜🥰