WE BECOME DATE

WE BECOME DATE
eps 36



"Hai Lisa, selamat pagi" sapa Delisa setelah melihat temannya itu berada di bangkunya.


"Oh hai Del, kamu ke sekolah sendiri ?" tanya Lisa saat tahu gadis di sampinya tadi tidak terlihat bersama saat Bima turun dari mobil saat di depan gerbang pagi ini.


"Iya aku berangkat sendiri, tadi aku di anter sama supir keluarga aku"


balas nya sambil mengeluarkan buku dan menyimpannya di kolong meja belajar.


"Kenapa gak bareng Bima ? lagi jauhan yah kalian berdua?" Lisa curiga


"Kita lagi pengen berangkat sendiri-sendiri, tapi Moli udah ngasih kabar lagi soal hubungan dirinya saat ini?" jawab Delisa memgalihkan topik pembicaraan


"Hem sendiri-sendiri !?" gumam Lisa benar-benar semakin curiga tapi ia tak mau memperpanjang urusan itu, toh nanti teman nya itu akan cerita kalo sudah mau.


"Moli kemarin cerita, katanya Qori terus-terusan telpon dan kirim pesan ke dia, tapi sama dia di abaikan" sambung Lisa dengan wajah yang jutek nya entah mungking agak malas


"Kenapa di abaikan!? bukannya udah bagus dia mau nelpon dan kirim pesan banyak ke Moli? kan kita tau betapa dingin dan masa bodo nya Qori" Delisa makin penasaran cerita tentang Moli


"Dia pengen Qori dateng ke rumahnya, atau kayak di drama tiba-tiba dateng ke bandara buat mengehentikan kepergiaannya, Haha lo tahu kan betapa lebay nya bocah cewek itu?"


Mereka berdua mulai membayangkan adegan-adegan yang berada di drama-drama yang cowok nya tiba-tiba datang ke bandara, lalu mencari-cari keberadaan sang perempuan, sampai akhirnya saling bertemu, tak jadi pergi dan berakhir bersama.


"Haha gak kebayang muka si Qori kayak gimana kalo beneran terjadi" ejek Lisa ngakak


"Haha iya aku juga gak kebayang, dengan wajah dinginnya itu" Delisa menambahkan ejekkan membuat mereka berdua benar-benar tertawa kelas di dalam kelas, menghiraukan teman-teman sekitar.


"Ah tadi aku mampir dulu di toko permen, terus beli ini buat kamu sama Moli, tapi lupa dia kan lagi gak sekolah, jadi aku kasih dua-duanya buat kamu aja" Delisa mengorek kantung belanjaan tadi, memberikan kedua lollipop bulat dua buah.


"Makasih, satunya lagi aku mau kasih my bebeb Gery" Lisa tersenyum manja sambil memegang erat makanan pemeberiaan temannya.


"Haha dasar .. kalo buat pacar selalu inget!"


ejek Delisa memutar bola mata malas


"Iya dong, aku inget dia, dia inget .."


"Inget orang lain" potong Delisa membuat Lisa sebal dan mulai mecubit lengan gadis itu cukup kencang, membuat tangannya memerah sakit.


"Aw .. sakit Lisa, liat nih merahkan!" rengek Delisa


"Salah siapa ngomong jelek kayak gitu ke temenmu ini" dengus Lisa kesal


"Iya maafin aku, tapi cubitan kamu beneran sakit, sampe merah gini tangan aku"


"Iya kah ? Oh my god, i'am sorry, maafin aku"


Lisa melihat tangan yang merah karena bekas cubitan diri nya, tak tega melihat itu.


"Udahlah gak pa-pa aku juga minta maaf"


Mereka berdua saling memaafkan, bel masuk sekolah berbunyi, para siswa mulai memasuki kelas masing-masing, menunggu kedatangan para guru ke kelas.


Karena guru tak kunjung datang ke kelas untuk mengajar, akhirnya ketua kelas dan Delisa selaku wakil nya menuju ruang guru untuk mencari tahu keberadaan guru yang akan mengajar kelas mereka.


Mereka berjalan beriringan melewati beberapa ruangan, tak sengaja melihat kelas-kelas yang mulai belajar bersama guru yang ada.


"Permisi Pak Bu" sopan mereka berdua saat masuk ke ruang guru-guru biasa berdiam diri bila tak ada kegiatan mengajar.


Saat ketua kelas berbicara pada seorang guru lainnya, Delisa menangkap wajah yang sangat ia kenal akhir-akhir ini duduk bersama guru kesenian, mendiskusikan sesuatu yang entah apa.


Gadis itu terus melihat ke arah tempat duduk Bima, tapi saat laki-laki itu melihat ke arahnya tiba-tiba memalingkan wajahnya ke arah lain.


Kenapa aku malah ngehindar tatapan Bima!? gumam Delisa dalam hati.


Saat tangan besar ketua kelas memegang tangan Delisa, ia mulai kembali fokus kepada urusannya di ruang guru, lalu menepiskan tangan itu.


Tapi Bima yang melihat tangan gadisnya di pegang oleh pria lain ia merasa kesal, mengepalkan kedua tangannya melihat ke arah dua orang itu.


"Sudah sampai situ aja, kamu boleh kembali ke kelas kamu" suruh guru kesenian tapi pria muda itu tetap duduk di sana memperlihatkan tatapan kesalnya ke orang lain.


"Bima .. "


Guru itu mulai mengagetkan memanggil nama laki-laki di hadapannya itu kembali, sampai Delisa pun menoleh ke arah suara itu dan tersadar juga tangan nya di pegang oleh ketua kelasnya lalu melepaskannya


"Ah iya pak masih ada lagi?" tanya Bima gelagapan


"Iya pak terimakasih, saya permisi .."


Bima mulai melangkah melewati keberadaan Delisa dan seorang anak laki-laki seusia dengan mereka di sebelahnya, dengan wajah masam serta kesal ia keluar dari ruangan.


Gue harus tanya nanti sama Delisa! siapa cowok yang berani-beraninya megang cewek gue! gumam Bima kesal


Delisa yang melihat Bima yang melewati dirinya begitu saja pun mulai nambah merasa bersalah, walau bukan kesalahan dirinya yang tiba-tiba ada tangan yang memegang tangan miliknya, tapi tetap saja ia merasa harus menjeleskan itu.


"Ayo putri kita balik kelas"


Ajak laki-laki di sampingnya yang menjadi ketua kelas itu.


"Iya ayo ... guru nya gak masuk?"


tanya Delisa saat mereka telah keluar ruangan.


"Gurunya gak masuk, tapi .. dia ngasih tugas yang harus di kerjain sekarang lalu kumpulin, simpen di meja gurunya nanti"


Perkataan yang awalnya membuat senang tiba-tiba terjatuh begitu saja, jadi sebuah bencana dadakan saat mendengarnya.


"Ada berapa banyak tugasnya?"


"Baaanyakk banget"


"Yahhh .. "


Delisa yang kecewa pun di usap rambutnya lembut oleh pria di sampingnya, dengan tawa renyah laki-laki itu menambah ketampanan di sana, tapi tangan yang mengusap dirinya kalah dengan kehangatan tangan Bima.


"Lepas .. nanti ada yang liat" kata Delisa sambil menepis tangan di atas kepalanya.


"Emang kenapa kalo gak mau di lepas ?" ia meledek serta menggoda Delisa


"Iih nanti aku kasih tahu orang tua kamu biar gak dapat duit jajan" ancam gadis itu.


"Huh main ngadu aja dasar .. Nih udah di lepas Putri" jawab Erik nama ketua kelas yang berada di sampinya itu.


Mereka mulai kembali keadaan biasa, di mana hanya sebatas ketua dan wakil ketua saat mendekati ruang kelas, masuk menyampaikan semua perintah guru, memberikan sejuta tugas yang harus segera selesai hari itu juga.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


*Nama panjangnya DELISA PUTRI jika kalian lupa atau tak tahu


.


.


.


#####


Gimana episode 36 kali ini guys ?? tolong beri kritik yang sopan dan saran yang membangun. jangan lupa kasih tip dan vote. tekan juga like dan jadikan ini cerita favorit kalian.


안녕~~💜🥰


AUTHOR HARAP KALIAN LEBIH BANYAK KOMENTAR DAN MENINGGALKAN LIKE SERTA TIP YANG BANYAK DI TIAP EPISODE.