
Dengan pikiran dan hati yang berbunga-bunga Bima dan kedua temannya itu kembali kekelasnya. Walau agak lama untuk balik kelas karena Gery dan Lisa mendadak melakukan sebuah drama perpisahan yang membuat bulu kuduk yang melihatnya langsung berdiri geli.
Padahal wajah, aura, serta gaya mereka berdua itu terlihat cukup seperti orang yang judes dan juga swag, tak terlihat ke anehan seperti sekarang.
"Sayangku Lisa aku akan pergi ke kelas ku kembali, aku harap kamu bisa menunggu ku di sini di ruangan ini"
Dengan kedua tangan yang masih menggenggam tangang Lisa Gery mengatakan itu semua.
"Tidak Gery tidak, jangan membuat aku menunggumu walau sekejap Gery, aku mungkin tak akan bisa"
Nada yang di dramatisir Lisa membalas kata-kata Gery yang membuat semua orang di kelas merasa merinding dengan perkataan mereka.
"Kita pasti akan bertemu kembali sayang"
"Udah ayo kita balik duluan Bim" ajak Qori malas melihat adegan lebay tersebut
"Hah . . jangan banyak drama lo berdua"
Kata Bima sambil menarik kerah belakang Gery di sertai langkah Qori yang sudah duluan cepat pergi keluar dari kelas Lisa.
Sampai kelas Bima mulai mengabaikan kicauan orang-orang yang sudah cukup ribut mengobrol di kelas atau memukul meja membuat sebuah musik jika di dengar dengan cukup baik.
.
matahari mulai memiringkan tempatnya tak lagi di tepat berada di atas kepala.
Bel sekolah pun berbunyi menandakan waktunya para siswa-siswi pulang menuju rumah masing-masing merindukan nyamannya kasur di kamar tidur.
Dengan segera Bima membereskan buku memasukan nya kedalam tas karena buru-buru ingin memenuhi ajakan tadi siang pada Delisa. Bahkan kedua temannya Gery dan Qori ditinggalkan begitu saja yang masih berada di kelas.
.
"Del udah siap ?? ayo kita keparkiran motor"
dengan senyum penuh pesona Bima tebarkan kepada Delisa yang siap pergi pulang diantar Bima.
"Iya sebentar, Moli aku duluan yah"
Delisa mengecek dulu tas dan mejanya takut ada yang terlupa. Tidak lupa pamit juga pada teman yang berada di depannya, suda tak ada yang terlupa Delisa mulai melangkah mendekati Bima.
"Nih pake dulu helm nya"
Bima menyodorkan helm milik nya ya di terimanya oleh Delisa. Melihat Delisa yang malah kesusah memakai helm Bima pun dengan cekatan membantu memakaikannya.
kulit tangan Bima pun otomatis menyentuh kulit putih dan lembut nya wajah Delisa, sampai saat itu mata mereka saling bertatapan agak lama sampai klakson dari orang-orang sekitar mereka muali tersadar akan itu.
"Makasih bim~"
"I-iya ayo naik"
Rasa canggung meliputi perjalan mereka pulang. cukup lama mereka berdua berdiam diri hanya melihat semiliwir jalanan yang mereka lewati.
"Rumah lo ada di daerah mana Del?"
Bima mencoba bertanya agar tak terasa canggung lagi.
"Di komplek permata blok A8"
mendengar itu Bima mengangguk senang karena mengetahui ternyata rumah mereka berada satu komplek cuman beda beberapa blok saja.
"Gue juga tinggal di daerah komplek itu, cuman beda beberapa blok dari rumah lo"
"Wah bisa kebetulan gitu, terus kenapa kita gak pernah saling ketemu yah kalo lagi di sekitar komplek?"
"Mungkin kita pernah papasan, karena gak saling tahu jadi gak ingat"
"Bisa juga kayak gitu"
Perlahan namun pasti mereka sudah masuk kawasan rumah mereka perumah elite yang penghuninya sangat banyak berkecukupan Bima memberhentikan motor nya tepat di pinggir taman komplek perumahan mereka.
"Kita berhenti dulu di taman komplek. Kita duduk dulu disana del"
Bima mengusak rambutnya membuat rambunya sedikit berantak tapi malah menambahkan kesan seksi di mata para kaum hawa jika melihatnya
"Tunggu sebentar di sini Del"
Delisa yang mendengar hanya bisa mengangguk sambil melihat arah langkah Bima pergi. beberapa menit kemudian Bima kembali membawa es krim di kedua tangannya.
"Es krim, mau ?"
bima memiringkan kepalanya, memberikan salah satu es krim pada Delisa.
"Makasih, Bim lo tinggal di blok berapa?" Sambil menikmati eskrim Delisa bertanya
"Kita cuman beda beberapa blok doang, enggak terlalu jauh juga, gue di blok D2"
Menatap Delisa yang anteng memakan eskrim
"Besok mau anter jemput sama gue !?" sambung Bima
"Kenapa ?"
"Cuman mau aja, sekalian kenalan sama lo lebih deket , boleh?"
"Ahh. . . I-iya boleh kalo emang lo enggak repot anter jemput gue sih gapapa"
Delisa tersenyum dengan sedikit rasa bingung harus merespon bagaimana.
"Gue sih gapapa kalo tiap hari bisa anter jemput cewek cantik kayak kamu."
jawab Bima mengeraikan senyum tapi tetap fokus menghambiskan es krim nya yang tinggal satu gigitan, membuat gadis di sampingnya terdiam dan timbul detakan jantung yang cukup kuat di dada nya.
"Ayo pulang Del"
setelah melihat es krim itu kosong tidak berada di tangan Delisa. Bima memegang tangan Delisa mengajaknya kembali meneruskan perjalanan pulang.
Delisa hanya mengikuti langkah kaki Bima tak mau menepiskan tangan laki-laki itu yang tiba-tiba menggenggam tangannya.
"Makasih udah nganter gue sampai rumah"
Sambil memberikan kembali helm milik Bima
"Iya sama-sama, besok pagi jangan lupa gue jemput elo."
Bima memastikan kembali
"Iya, udah sana pulang, Hati-hati di jalan bim"
Teriak Delisa saat Bima pergi mulai mengemudikan motornya menjauhi rumah meninggalkan Delisa di depan gerbang rumah berlantai dua yang terlihat megah.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
#####
Gimana episode 2 ini guys ?? tolong beri kritik yang sopan dan saran yang membangun. jangan lupa kasih tip dan vote. tekan juga like dan jadikan ini cerita favorit kalian.
안녕~~💜🥰