
Bima hanya terus memandangi wajah cantik Delisa sampai makanan di depannya pun tak di gubris sampai suara Qori membuyarkan tatapan Bima.
"Gue duluan, anak-anak yang lain udah nunggu di kelas"
"Yah kok buru-buru sih"
rengek Moli
Qori hanya menatap Moli tajam tak suka, lalu berdiri dan mulai berjalan menjauh dari bangku kantin, meninggalkan mereka berlima duduk di sana.
Moli terus meringis karena Qori sudah pergi tanpa mempedulikan rengekannya, padahal dari tadi dia terus mencari perhatian dengan banyak berceloteh pada Qori walau tak di jawab sekali pun.
Setelah makanan habis mereka juga mulai meninggalkan kantin yang makin kesini makin ramai, saat menulusuri jalan menuju kelas Bima menarik lengan Delisa untuk ikut dirinya ke taman sekolah yang ada di belakang terlebih dahulu.
Di taman belakang sekolah mereka duduk dan terjadi keheningan diantara mereka, tapi lengan mereka masih bergenggaman dengan cukup nyaman.
"Bim mau sampai kapan?"
"Hem apa nya ?"
Bima bingung dengan perkataan Delisa sampai lengan nya di goyang-goyang mengerti akhirnya di lepas tak rela.
"Ah sorry Del~ . . Del kamu mau enggak?"
Dengan kalimat yang terpisah-pisah lalu terhenti sebentar membuat Delisa bepikir apa dia mau ngajak dirinya jadian dirinya lalu dengan cepat ia bicara.
"Enggak"
"Ah. . . Kalo lo gak mau, gue gak bakal ajak pulang bareng lagi nanti kalo gitu"
Dengan canggung sambil menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal.
"Hm Bima bukan gitu gue, gue kira lo mau nanya hal lain gitu."
Dengan wajah heran berpikir sebentar, tiba-tiba terlintas untuk menjahili gadis itu, wajah nya mulai memperlihatkan tatapan nakal nya pada Delisa.
"emang gue mau nanya hal lain apaan?"
Deg pertanyaan itu berhasil membuat wajah Delisa memanas pipinya merah, berasa terpergok berpikir Bima akan mengajaknya pacaran.
"Hm ya . . .hal lain, tapi lo ngajak gue kesini cuman mau ngajak balik bareng doang!?"
Delisa mengalihkan topik pembicaraan Bima pun hanya terkekeh lucu karena tingkah Delisa yang menurutnya menggemaskan, hingga tangan nya tak terasa terangkat dan jatuh di rambut Delisa mengusap nya.
"Iya mau nanya itu doang, sekalian ngajak berduaan doang sebelum masuk."
Melihat wajah Delisa dengan lekat mata mereka bertatapan saling bersautan sampai bel masuk membuyarkan tatapan mereka, meninggalkan semua kecanggungan mereka melangkah menjauhi taman.
"Udah bel ayo masuk kelas Del~"
"Iya, ayo Bim"
Sampai depan kelas Delisa, Bima hanya mematung di depan pintu ruang kelas tersebut tidak mau pergi dari tempat nya sekarang.
"Hm Bim lo enggak bakal pergi"
"Oh iyaa sorry, yaudah gue ke kelas."
"Ajakan pulang bareng tadi . ."
Dengan cepat Bima memotong kalimat Delisa merasa tahu akan melanjutkan kata apa untuk dirinya.
"Iya nanti pulang gue ke kelas elo"
Mereka berdua pun melangkah dengan penuh lengkungan bibir di wajah, merasa bahagia karena ini adalah pengalaman pertama untuk mereka,
Pertama kali mencoba mengenal seseorang sampai terus ingin berada di sampingnya melewati hari dengan penuh kenangan bersama.
"Lama bener yang udah mojok ditaman. jangan-jangan lo nembak Delisa tadi!?"
"Enggaklah. belum tepatnya."
"Terus lo ngapain aja!?"
Tanya Qori
Bima hanya mengidikkan bahunya tidak mau menjawab pertanyaan Qori. hingga dibalas dengan dengusan dari gery
"Dasar temen pelit, enggak mau cerita segala"
"Terserah gue dong"
"Wah ngelunjak ini bocah satu"
"Hahah gue cuman ngajak dia balik bareng doang"
"Ajak nonton dulu ke mall ke Bim, jangan langsung balik rumah aja."
"Buat apa ke bioskop kalo di rumah gue juga ada tempat nonton juga"
"Ah gue lupa kalo lo anak kaya bro"
"Anak sultan"
singkat Qori dan mendapat tos dari Gery setuju dengan perkataan nya Bima hanya geleng-geleng melihat perilaku kedua temannya itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
#####
Gimana episode 5 ini guys ?? tolong beri kritik yang sopan dan saran yang membangun. jangan lupa kasih tip dan vote. tekan juga like dan jadikan ini cerita favorit kalian.
안녕~~💜🥰