
Setelah mendapatkan es krim yang mereka inginkan, mereka pun mulai melangkah keluar kembali menuju gedung bioskop.
Kembali memesan popcorn serta minuman cola, sambil menghabiskan es krim yang manis itu ke mulut mereka.
"Mas popcorn nya satu yang besar, sama cola nya dua" Bima memesan pada pelayan di depannya
"Tunggu sebentar ya de" jawabnya ramah
"Kalo udah makan es krim cuci tangannya biar gak kotor Bim" suruh Delisa pada Bima
"Kamu juga gak cuci tangan!?" tuduh nya
"Nih pake tisu basah, terus semprot senitaizer, biar bersih"
"Makasih udah perhatian"
Setelah Bima melakukan yang Delisa suruh ia mengusap lembut rambut gadis itu lalu beralih kepada pelayan barusan.
"Ini de pesanan nya" pelayan itu memberi pesanan mereka
"Iya makasih mas"
Mereka berlalu menyelusuri lorong yang cukup lenggang tak banyak orang, bisa di manfaatkan untuk berfoto ria terlebih dahulu.
"Bima fotoin aku di sini!"
Delisa menengok arah Bima yang berada di sampingnya
"Di sini ? Sekarang?" tanya Bima
"Iya cepetan mumpung gak banyak orang lewat"
Titah gadis cantik itu dan mulai bergaya menghadap kamera handphone.
Telah banyak foto yang di ambil membuat Bima mulai capek.
"Bima sini foto berdua" kata Delisa
"Enggak ah kamu aja" jawabnya malas
"Mba maaf tolong fotoin kita berdua bentar yah, ambil yang banyak yah Mba maaf"
Suruh Delisa pada orang yang lewat, lalu menarik Bima dan segera berpose berdua dengan cukup luwes, walau malas Bima mengiyakan ajakan gadis nya ini.
"Makasih Mba, maaf ngerepotin"
"Udah ayo cepetan masuk nanti keburu mulai film-nya Del~"
Bima menarik tangan Delisa agar cepat masuk ruang bioskop, mencari tempat duduk yang sudah mereka pesan, melihat sekeliling yang mulai terisi penuh, duduk dengan nyaman.
Lampu di dalam ruangan telah di matikan, para penonton mulai terdiam, siap menonton layar besar di hadapan mereka, merasakan angin dingin dari mesin pendingin ruang mulai merasap ke permukaan kulit.
Delisa yang tak terlalu suka udara dingin pun mulai sedikit menggosokkan kedua tangannya menambah kehangatan di tubuhnya, Bima yang melihat pun mulai membuka jaket yang barusan ia pakai.
"Ini pake jaket aku" Bima memakaikan jaket itu ke badan Delisa.
"Makasih Bim"
Delisa memakai jaket yang Bima berikan, menghirup wangi laki-laki itu yang tertinggal di jaketnya, membuat ia lebih merekatkan jaketnya.
Hemm wangi parfum Bima ada di jaket ini, berasa di peluk langsung. pikir Delisa sambil tersenyum.
Mereka menonton dengan awal yang fokus, tapi saat tangan Bima yang tiba-tiba menyelusup memegang tangan gadis di sisinya mulai membuyarkan pandangan Delisa ke layar besar di depan dan fokus ke tangannya sekarang.
Segera ia kembali menatap layar, lalau melirik wajah pria tampan di pinggirnya hanya menatap lurus ke depan tanpa mengubah ekspresi nya.
Karena hal tersebut Delisa mencoba fokus kembali pada film dan membiarkan tangan mereka bertautan. tak hanya Delisa yang mencuri pandang tapi Bima juga.
Ia memandang wajah Delisa yang menampakan pipi merah nya dan mencoba untuk fokus ke depan membuat wajahnya sangat imut bagi Bima.
Sampai adegan yang menegangkan Delisa bersembunyi di balik tangan Bima, menutupi wajahnya dengan tangan yang dari tadi bertautan.
Kadang ada jeritan kecil yang keluar dari mulut kecil gadis cantik itu, mengernyitkan dahi merasa ngeri, atau memejamkan matanya.
Gemesin banget sih, jadi pengen karungin bawa pulang ke rumah. gumam Bima
Adegan yang menegangkan serta tambahan efek suara yang menambah ketakutan itu membuat Delisa berpaling di balik tangan Bima.
Laki-laki tampan itu pun menatap lekat mata indah gadis di sisinya, hingga mereka terdiam saling bertatapan lupa akan teriakan orang-orang sekitar.
Wajah mereka mulai mendekat perlahan, tinggal beberapa senti jarak mereka, bahkan deru nafas pun terasa di kulit wajah.
Mata Bima mulai sayu, turun ke bawah menuju bibir merah yang terlihat manis dan kenyal itu, Delisa juga mengikuti tatapan Bima menuju bibir, perlahan menutup kedua matanya.
Bruk ... suara benda terjatuh berasal dari belakang mengagetkan mereka berdua, membuat mereka berpaling seketika, jantung mereka berasa di pacu, berdetak sangat kencang, bahkan pipi telinga serta tengkuk mereka sampai berwarna merah.
Bima menggaruk tengkuknya yang tak gatal mengalihkan pandangan dan perhatiannya ke arah lain begitu juga Delisa yang sekarang melihat arah berlawana dari tempat duduk Bima.
OMG ...Tuhan tadi kita sedikit lagi mau ciuman ... kyakk maafin Delisa papah mamah, aku sayang kalian pikir Delisa
Sampai akhir film pun mereka tak saling bicara, masih bingung harus ngomong apa, jadi mereka hanya diam sampai keluar dari bioskop.
Duh canggung banget gini!
Gumam Delisa
Gara-gara gue jadi canggung gini!
Desah Bima sebal sambil mengacak rambutnya
"Bima~" kata Delisa tiba-tiba
"I-iya apa?" Bima terkejut
"Tadi film nya nyeremin banget yah!?" mencoba membuat sebuah obrolan
"Iya .. sampai kamu teriak teriak terus untuk gak sakit tenggorokan kamu" ledek Bima
"Kata siapa teriak terus!?" teriak Delisa sambil memukul Bima
"Aw .. itu tuh apa teriak" tuduh Bima
"Ini jaket kamu .. makasih udah pinjemin"
Delisa membuka jaket yang tadi ia pakai, memberi kepada pemiliknya kembali
"Pake aja dulu .."
"Enggak, di sini udah gak terlalu dingin kayak di dalem barusan" tolak Delisa halus
"Iya udah kalo gitu" Bima memakai kembali jaket yang di beri gadis di sampingnya
"Hah kita jadi makan malam dulu enggak?" ajaknya Delisa sambil melirik sana-sini mencari tempat makan
"Iya ayo kita makan dulu baru pulang" Bima terlihat antusias
"Haha antusias gitu kalo udah di ajak makan?" ledek Delisa
"Perut aku udah protes dari tadi, laper banget katanya" Bima nyengir malu
"Oke ... jadi kita mau makan di mall atau di luar?"
"Kita makan di sini, hem restoran itu Del~"
Bima menunjuk sebuah restoran steak daging yang cukup terkenal di mall itu, karena daging nya yang enak dan empuk serta bumbu yang lezat, membuat semua orang tergiur apalagi harga yang bisa di bilang pas di kantong.
"Oke, aku yang bayar semua sekarang"
"Yeah di traktir" Bima teriak girang
Lucu banget sih!
Kata Delisa sambil menyungging kan bibir nya tersenyum, mengelengkan kepalanya ke kanan dan kiri, sambil ikut melangkah masuk, walau masih ada rasa canggung, mereka mencoba mengabaikannya dengan fokus ke makanan yang sekarang tersaji di depan mata mereka.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
#####
Gimana episode 31 kali ini guys ?? tolong beri kritik yang sopan dan saran yang membangun. jangan lupa kasih tip dan vote. tekan juga like dan jadikan ini cerita favorit kalian.
안녕~~💜🥰
VISUAL KETIGA LISA SI GADIS CANTIK YANG JUTEK SERTA MANJA