
"Akhirnya selesai juga tugas kita" eluh Delisa saat tugas kelompok nya itu selesai, mulai meregangkan badan melepas semua penat, lalu tersenyum melihat kedua orang di depannya.
"Iya nih, sampai pegel banget tangan gue, kenapa tugas nya harus banyak gini sih !" Lisa pun ikut bergabung mengeluh.
Bagaimana tidak tugas yang guru berikan benar-benar sangat banyak, bahkan tak terasa waktu bel istirahat pertama sekarang sudah terdengar dengan kerasnya di telinga para siswa.
Teman-teman di ruang kelas Delisa pun ikut bersorak senang mendengar dentingan bel istirahat, mereka semua membutuhkan makan dan minum untuk mengembalikan energi mereka.
Suara di kelas yang awalnya bising oleh kerjaan kelompok sekarang lebih berisik lagi oleh pembicaraan rasa senang mereka, di barengi satu persatu orang pergi keluar menuju kantin, sambil bawa hasil kerja mereka ke ruang guru.
"Aku ke ruang guru kasih tugas" Erik mulai berdiri menbawa kertas-kertas coretan tugas.
"Mau kita temenin?" tawar Lisa sambil terus tersenyum manis padanya, serasa sedang menggoda cowok tampan di hadapannya.
"Enggak usah nanti cowok kalian malah pada marah sama gue, apalagi tadi pagi mereka ngeliatin gue terus pas kita kerja kelompok barusan!" jawab Ketua kelas membuat kedua gadis cantik di hadapannya bingung.
"Wah ! beneran ? kapan kenapa enggak bilang sama gue !" Lisa membalikkan tubuhnya, celingak-celinguk melihat ke jendela dari tempat duduknya.
Raut wajah Delisa terlihat khawatir, jika Bima melihatnya tadi, nanti hubungannya mereka sekarang semakin tidak baik-baik saja nantinya.
"Gue bilang ba-ru-san, pas kerja kelompok sekarang mereka dah balik kekelas mereka kali Lisa .." Erik tersenyum melihat tingkah Lisa tapi saat menatap Delisa raut wajah nya berubah.
Ia tiba-tiba mengangkat tangan kanannya menaruhnya di kepala Delisa dan mengusapnya lembut, lalu berkata "Enggak usah khawatir Putri, dia gak bakal marah sama lo ... paling sama gue" ia mengangkat kedua bahunya lalu beranjak pergi keluar.
Tindakannya barusan sengaja ia lakukan, karena ia sempat melirik ke arah pintu nampak ada kedatangan sesosok lelaki yang ia maksud pada gadis barusan.
Keluar dengan senyum semiriknya ia melangkah melewati pria seumuran nya yang dari tadi sedang menahan amarah padanya.
Wajah Bima benar-benar sangat geram, kedua tangannya telah terkepal erat, jika bukan karena temannya ia sudah melabrak orang itu.
Sebelum kejadian yang Bima lihat di dalam kelasnya, ia mencoba untuk menetralkan pikirannya agar tak macam-macam tentang kedekatan gadis yang ia sukai dengan laki-laki tersebut.
"Bim ayo ke kelas sebelah sekalian kita ke kantin!" ajak Gery.
"Iya ayo ..." jawabnya sambil diikuti helaan nafas panjang.
"Kenapa bro ? soal laki-laki cacing itu!? gue juga masih sebel sama dia, tapi gue tetep percaya sama pacar gue dia bakal setia" Gery dengan bangga berharap seperti itu.
"Ya ,ya ya udahlah ayo berangkat" sebal Bima sambil memegang pundak Qori mengajaknya berjalan melewati temannya yang satu itu.
"Tungguin gue kali lo pada!!"
Mereka bertiga keluar menuju kelas sebelah, tapi saat mereka tepat berada di depan pintu kelas yang terbuka, tiba-tiba Bima berhenti dan terjadilah kekesalan terhadap lelaki yang tadi melewati dirinya dengan senyum yang mengejek padanya.
"Wah parah dia ngajak ribut sama lo Bim" Kata Qori yang membuat amarah Bima bertambah.
"Eitt lebih baik lo tenang dulu, siapa tahu mereka emang deket atau apapun" lerai Gery.
"Hahhh ...."
Mereka mencoba memalingkan hal barusan dengan tetap menuju dalam kelas, baru saja mereka masuk beberapa langkah tapi telah di suguhkan senyum manis dari kedua perempuan yang mereka bertiga kenal walau kurang satu perempuan lagi tapi tetap terasa kehangatan nya.
"Sayangg.... katanya tadi kamu liat kita di jendela yah!?" tanya Lisa saat mereka mendekat.
"Iya aku sama Qori tadi balik dari toilet terus liat jendela kelas kalian" jelas Gery pada Lisa sambil berjalan keluar menuju kantin.
Beda dengan dua pasangan itu, sekarang Bima dan Delisa di penuhi dengan rasa canggung, entah apa yang harus mereka katakan atau jelaskan tentang semuanya.
Mereka berdua hanya bisa terus terdiam sampai di tengah-tengah lerubunan orang di kantin yang penuh berdesakan.
"Kalian mau pesen apa biar kita yang beliin sekalian!?" tawar Bima pada yang lain setelah menemukan tempat duduk.
"Gue sama Lisa nasgor yang pedes Bim sama es jeruknya 2" balas Gery.
"Kamu ?" kata Bima membuat mata Delisa berkerjap cepat.
"Aku beli makanan sendiri." Delisa pun mulai berdiri ingin melangkah tapi tangannya cepat-cepat di hadang oleh Bima.
"Enggak usah biar kita berdua aja, kamu tinggal bilang mau apa."
"Ak- ... aku pengen siomay aja jangan pedes, sama air putih yang dingin."
"Itu aja ?" tanya Bima lagi
"Hmm ... maaf ngerepotin"
Delisa pun duduk dan tertunduk, tapi saat tangan hangat yang ia rindukan berada di atas kepalanya mengusap lembut rambutnya membuat ia mendongkakkan kepala melihat arah si punya.
Yang gadis itu tatap hanya tersenyum kecil melihatnya lalu pergi meninggalkan ia yang masih terdiam memegangin kepalanya, dengan hati yang senang iya berdiam diri.
Apa Bima udah enggak marah lagi yah sama aku? hah... ucap Delisa dalam hatinya, tak ingin berharap terlalu tinggi sampai semuanya benar-benar terselesaikan.
"Qo lo beli nasgornya, gue beli siomay sama minumnya." Suruh Bima membagi tugas.
Mereka pun berpencar Qori membeli nasgor dan ia membeli siomay sekaligus minumnya, tapi saat ia membeli air putih dingin untuk Delisa, ia bertemu lagi dengan lelaki yang membuat hatinya dongkol tak suka. Yapss ... siapa lagi kalo buka si Ketua kelas yang tampan bernama Erik.
Saat Erik akan pergi ia sempat melirik Bima terang-terangan dengan tatapan mengesalkan, sampai tangan yang mengepal ingin mendarat di pipi putihnya itu.
Bima pun tak kalah melirik lelaki tersebut dengan rasa tak suka itu, meninggalkan tempat mereka tadi berdiri.
"Cih ..." Ucap Bima melirik Erik saat hendak pergi, yang membuat pria tersebut melihatnya dengan senyum semiriknya.
"Gue bakal ganggu terus hubungan lo sama Putri ... BI-MA PUR-NA-MA." Gumam Erik yang hanya bisa ia dengar sendiri, sambil terus melihat langkah Bima yang mulai menjauh dari pandangannya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
#####
Gimana episode 38 kali ini guys ?? tolong beri kritik yang sopan dan saran yang membangun. jangan lupa kasih tip dan vote. tekan juga like dan jadikan ini cerita favorit kalian.
안녕~~💜🥰
I'AM BACK 🤩🤩 YEAHH ...
UDAH LAMA BANGET ENGGAK NULIS LAGI. AKU HARAP KALIAN TETEP STAY DAN TUNGGU TERUS CERITA INI SELANJUTNYA.
KASIH TERUS DUKUNGAN KALIAN YA GUYSS 💜💜💜