
Dengan wajah yang bersemu merah Delisa melangkah kecil memperlihatkan senyum kecilnya mengingat saat dia berduaan dengan Bima di taman belakang.
Moli dan Lisa yang melihat sikap Delisa itu mulai saling bertatapan keheranan.
"Del lo udah ngapain sama bima sampai muka lo merah begitu!?"
"Muka lo merah gitu, lo pasti sakit del!?"
Menempelkan tangan pada jidat dan leher Delisa mencoba mengukur suhu tubuhnya siapa tahu beneran sakit. Sambil menepiskan tangan moli dari jidatnya ia pun menjawab pertanyaan teman-teman nya itu.
"Gue gapapa cuman lagi seneng aja."
"Seneng !? lo udah jadian sama bima jadi seneng gini !?"
Teriak Moli kencang menggelegar lalu di bungkam mulut lemes nya itu oleh kedua tangan Delisa yang mata nya mulai melotot kearahnya.
"Suttt bukan itu, pokoknya ada"
"jangan pelit, cerita dong"
rengek Moli yang terhenti karena guru sudah datang membuat mengurungkan niatnya untuk bertanya kembali walau mereka masih penasaran kenapa temannya pulang dari taman bareng Bima jadi senyum-senyum dan wajahnya memerah.
Waktu terus bergulir menunjukan pukul tiga sore, tanda bel pulang sekolah memgeluarkan suaranya memberitahu kegiatan belajar dan mengajar telah selesai.
"Gery, buruan keluar"
Dengus Bima pada temannya Gery kesal bahwa dia agak lama membereskan mejanya dari buku miliknya.
"Ya sabar, gue lagi beres-beres dulu. ini juga mau cepet-cepet liat pacar kesayangan gue"
Jawab Gery yang juga kesal karena di ajak buru-buru, melihat Gery sudah mulai beres Bima dan Qori akhirnya pergi duluan ke depan pintu kelasnya ingin keluar yang di susul oleh Gery sendiri.
Saat Bima mau ke kelas delisa, ternyata Delisa juga kedua temannya yang tak kalah cantik sudah menunggu duduk di bangku panjang depan kelasnya.
"Kita main ke cafe dulu yah !? belum terlalu sore juga sekarang"
Ajak Lisa pada ketiga laki-laki tampan yang mendekati mereka, rencana itu sudah Moli rencanakan dengan kedua temannya waktu di kelas, dengan wajah tersenyum berharap mereka setuju, padahal niat dia hanya ingin mendekati Qori.
"Wah bagus tuh, kitakan udah lama gak main"
Dengan antusias Gery menyetujui ajakan mereka itu, membuat Lisa bergelayut manja di tangan Gery, sikap ini membuat Gery semakin menyukai pacarnya, sifatnya yang kadang tidak peka pun tertutupi oleh sikap manja yang tiba-tiba munculnya ini.
Gery dan Lisa jalan paling depan dengan mesranya saling bergandeng tangan saat pergi keparikaran, yang di susul oleh Moli yang terus saja memborbardir pertanyaan ingin mendapat perhatian dari Qori, dan yang paling belakang Bima dan Delisa yang sama-sama tersenyum diam
"Del lo gapapa pulang telat !?"
Tanya bima
"Gue udah ngasih tahu orang rumah kok, lo juga udah bilang sama orang rumah?"
"Ah iya gue hampir lupa ngabarin"
"Haha nelpon dulu sana"
"Iya ini mau"
*Halo, bunda abang pulang telat yah!?
*Emang mau ngapain dulu bang?*
*Iya boleh, jangan pulang larut, hati-hati pulang nya!"
*Iya bunda, udah dulu mau berangkat
"Udah ?"
"Iya udah, pake helm nya bisa?"
"Sekarang udah bisa"
Di cafe yang akhir-akhir ini terkenal di SNS karena tempatnya instaable, terdapat mural besar di tiap sisi dinding, ada juga pot yang berisi tumbuhan plastik di tiap sudut ruangan menambah niali estetika di dalamnya.
Mereka mulai mencari duduk yang paling nyaman dan yang bisa menampung enam orang. Setelah menemukan tempat yang pas mereka mulai duduk dan berfoto bersama untuk di masukan ke sns mereka.
Waiters datang menghampiri mereka menyodorkan menu yang berada di dalam cafe banyak pilihan yang menggiurkan di mulut mereka.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
#####
Gimana episode 6 ini guys ?? tolong beri kritik yang sopan dan saran yang membangun. jangan lupa kasih tip dan vote. tekan juga like dan jadikan ini cerita favorit kalian.
안녕~~💜🥰