WE BECOME DATE

WE BECOME DATE
eps 28



Angin sepoi-sepoi menerpa mereka yang masih berkumpul menikmati hangat nya mentari yang belum terlalu panas, duduk di bawah pohon rindang di tengah taman sekolah.


"Wah enak banget angin nya" celetuk Lisa


"Iya bener, matahari juga tertutup awan jadi gak terlalu panas" tambah Delisa


Rambut Delisa beterbangan menutupi wajah cantik nya, Bima yang melihat itu menggerakkan tangan nya menyelipkan rambut gadis itu ke belakang.


Pandangan mata yang beradu pun tak bisa terhindari, Delisa memberikan sebuah senyuman manis pada Bima, membuat lelaki itu terpana akan kecantikan gadis di depannya.


Berasa ada banyak filter cahaya dan bunga sakura berkelopak warna merah muda bertebaran di sana seperti adegan di sebuah komik atau drama.


"Hem ... mau sampai kapan kalian saling tatap begitu" ledek Gery mengalihkan suasana


"Ah .. Ge lo ganggu banget" celetuk Bima kesal


"Iya sorry, tapi denger ini suara apa?"


"Udah bel ayo cabut" kata Qori selagi berdiri


"Kenapa harus bel masuk segalaaa" Bima nambah kesal.


"Haha udah geh Bim, cepet kita pergi masuk kelas" kata Lisa berlalu menyusul Gery


"Kamu bisa tatap aku lagi nanti"


Bisik Delisa menggoda Bima yang sekarang malah membuka lebar matanya tak percaya mendengar bisikan gadis nya itu.


Delisa langsung lari ketika tahu Bima di belakang nya mencoba menangkap dirinya, melewati pasangan Lisa dan Gery, begitu juga Qori yang masih galau.


"Aaa jangan kejar akuu" Teriak Delisa


"Awas ya kalo ketangkap aku terkam kamu"


balas Bima


"Aaa jauh-jauh sana" teriak Delisa lagi


"Hey kalian ini lagi syuting india-indiaan, main kejar-kejaran gitu" Teriak Gery


"Haha liat lucu yang"


Lisa tertawa melihat tingkah kedua temannya itu, Gery yang gemas pun merangkul bahu gadis nya itu dengan sangat erat.


"Beb kamu mau ngebunuh aku ? lepasin, aku gak bisa nafas" Lisa meronta


"Aw maaf sayangku, aku gemes sama wajah ketawa kamu, maaf ya" Gery memelas dan memohon maaf.


"Huh .. dasar"


"Maaf dong bae" mohon Gery


"Cih" dengus Lisa


Lisa kesal mengabaikan Gery lalu berjalan dengan kaki yang di hentak seperti anak kecil, Gery terus meminta maaf sambil menggosok kedua tangan nya jadi satu.


Mengingat keadaan Qori sekarang menambah penderitaan nya, yang tak bisa seperti para temannya bermain atau beragumen dengan pasangan.


"Hey kalian berdua jangan lari-lari di koridor" peringatan dari guru killer yang tadi pagi mengajar.


"I-iya pak, gak bakal lari-larian, permisi pak"


Bima dan Delisa berjalan menjauhi guru barusan, cekikikan menertawakan diri mereka sendiri dan terlihat bodoh sekarang.


Sampai depan pintu kelas mereka mencoba berbicara tapi malah saling tatap sekaligus dengan saling menukarkan senyuman.


"Sampai ketemu jam istirahat kedua" ucap Delisa sedikit manja


"Iya gih, masuk sana" suruh Bima


"Yaudah lepas dong tangan nya"


Delisa melihat tangan Bima yang masih terus memegang nya, tak ingin lepas mereka malah mengayunkan ke kanan lalu kiri.


Sampai mereka berdua di seret oleh kedua pasangan yang dari tadi melihat mereka berasa jadi penonton FTV di sana.


"Udah ayo masuk" kompak mereka


Lisa menarik Delisa masuk kelas dan Gery yang menarik kerah baju Bima menuju ruang kelas mereka.


"Aw Lisa kenapa narik tangan gue sih, masih rindu sama Bima" rengek Delisa


"Aw lepas Ge, kenapa di tarik sih, masih kangen gue sama Delisa" rengek Bima kesal


"Tiap hari ketemu masih aja kangen !"


Jawaban Gery dan Lisa sama pada mereka berdua. mungkin karena ikatan batin mereka kuat jadi jawaban mereka pun sama selaras.


"Qo lo pulang mau kemana dulu?" tanya Bima


"Ke rumah gue" Qori singkat


"Enggak mau ke rumah Moli?" tanya Gery sekarang


"Enggak, gue mau refleksi diri dulu"


"Jangan kelamaan, bukannya tadi kata Lisa Moli mau berangkat keluar negeri tiga hari lagi" Gery mengingatkan


"Hhm jangan kelamaan, nanti keburu pergi jauh ninggalin lo Qo" terus Bima


"Iya makanya, malam ini gue mau refleksi diri, baru setelahnya gue bakal bertindak sesuai hati gue"


"Bagus kalo gitu! apapun keputusan lo nanti gue tetep dukung lo" kata Gery sambil menepuk bahu sebelah kiri Qori


"Gue juga terserah sama keputusan lo, kita selalu ada buat lo"


"Jangan berisik anak-anak kita mulai belajar nya keluarkan buku paket kalian buka hal 122"


Teriak guru yang berjalan masuk ke kelas, membubarkan semua kerumunan di kelas dan melenyapkan semua kegaduhan di sana barusan.


"Besok lusa kumpulkan tugas kalian ke meja ibu yah, untuk hari ini sekian"


"Iya bu, Terima kasih"


Balas terikan kompak semua siswa di kelas. memasuki istirahat kedua, tengah siang hari waktu nya makan siang di kantin sekolah.


"Ayo makan kantin semuanya" Teriak teman sekelas Bima semangat mengajak ke kantin


"Lo mau traktir kita di kantin sampai teriak gitu!?" tanya Gery sambil meledek


"Ya enggaklah gue cuman ngajak doang"


Temannya itu mendapat sorakan dari teman-teman kelas yang lain.


"Ayo kita ke kelas sebelah" Ajak Gery pada Bima dan Qori


"Iya ayo cabut Ge" balas Bima


"Kalian aja yang ke kantin, gue skip dulu"


Qori malas ke kantin ia tak mau teringat kejadian kemari yang membuatnya kini merasa kehilang sosok Moli.


"Ya udah kita berangkat kantin yah" kata Gery


"Lo mau nitip apa? nanti gue beliin, tapi harus ganti lagi uang gue!" Bima menawarkan jasa


"Enggak usah cemilan tadi masih ada" tolak nya Qori.


"Oke gue cabut yah!"


Bima melangkah keluar menyusul Gery yang sudah berkumpul bersama kedua gadis di depan pintu kelasnya.


"Qori gak ikut?" tanya Delisa pada Bima


"Enggak katanya mau di kelas aja"


"Oh ... kayaknya rencana Moli berefek buat Qori" sambung Delisa


"Iya sampai dia enggak mau ke kantin, terus tadi juga traktir kita beli makanan ringan"


"Tapikan kita enggak tahu dia suka apa enggak sama Moli?" pungkas Lisa


"Yang gue lihat sih, dia ada rasa tapi masih bingung sama perasaannya sendiri" Tebak Gery


"Iya bener juga, sampai mukanya keliatan frustasi gitu, iya gak sih?" tanya Lisa


"Ya bener, jadi kasian" kata Delisa


"Lo udah kasih tahu ke Moli keadaan Qori gimana hari ini!?" tanya Bima pada Lisa


"Udah barusan gue kirim pesan sama dia"


"Terus respon Moli gimana?" Gery penasaran


"Katanya kangen pengen liat muka Qori apalagi sekarang yang lagi frustasi karna dia"


"Haha dasar Moli udah bucin banget itu anak sama Qori" Ledek Gery


Mereka tertawa mengiyakan perkataan Gery, sampai di kantin yang sesak penuh dengan siswa lainnya mengantri makan siang di sana.


"Kaliam berdua cari tempat duduk, kita berdua yang beli makan sama minum" perintah Bima


"Okey aku pengen nasi goreng pedes minum nya es jeruk" pesan Delisa


"Gue juga nasi goreng jangan pedes, minumnya samain" tambah Lisa


"Oke kalian cepat cari tempat duduknya" kata Gery


Mereka pun pergi membagi tugas untuk Bima dan Gery memesan makan serta minum nya, lalu untuk kedua gadis itu mencari tempat duduk yang pas untuk empat orang.


Setelah mendapat tempat duduk, tak selang berapa lama kedua pemuda tampan itu pun datang membawa nampan berisi pesanan mereka, dan mulai melahap habis semua makanan serta minum di atas meja.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


#####


Gimana episode 28 kali ini guys ?? tolong beri kritik yang sopan dan saran yang membangun. jangan lupa kasih tip dan vote. tekan juga like dan jadikan ini cerita favorit kalian.


안녕~~💜🥰