WE BECOME DATE

WE BECOME DATE
eps 35



Di pagi yang cerah penuh dengan kicauan burung yang merdu menggambarkan sebuah keceriaan, tapi berbeda dengan gadis cantik yang sekarang baru turun dari kamarnya menuju ruang makan.


Melangkah menuruni tangga dengan wajah yang mulai di tekuk, terlihat tak bersemangat berbeda dengan hari-hari sebelumnya, yang tiap saat selalu menampilkan sebuah senyuman manisnya.


"Pagi-pagi udah lemes gitu ! gak ada semangat nya" kata mamah sembari menyiapkan makan untuk suaminya.


"Pagi mah, pah" balas Delisa memberikan ciuman pipi kepada kedua orang tua nya.


"Pagi sayang, jangan di tekuk terus dong muka cantiknya jadi enggak kelihatan" goda mamah


"Iya mah" Delisa mencoba menyunggingkan bibirnya sekilas dan kembali berwajah masam


"Kalo gini jadinya papah gak bakal setuju kamu deket-deket sama seorang cowok"


papah kesal anak perempuan nya tidak semangat


"Papah .. syutt , jangan dengerin omongan papah, inikan termasuk proses pendewasaan seseorang, jadi kamu harus bisa semangat lihat kedepannya, masih banyak proses yang harus dilalui" ucap mamah menasehati setelah mencubit tangan suaminya itu.


"Iya mah, aku udah selesai sarapannya, aku berangkat sekolah dulu .. dahh"


Delisa pamit setelah menghabiskan satu helai roti berselai strawberry, mencium kembali kedua pipi orang tua nya serta punggung tangan hangat mereka, ia mulai melangkah keluar.


"Pagi non Delisa, berangkat sekarang?" sapa sopir yang sudah siap dari tadi untuk mengantar anak majikannya pergi


"Iya, ayo pak berangkat" balas Delisa


Mobil mulai melewati gerbang rumah, yang biasa sudah ada laki-laki yang sedang asik mengobrol dengan satpam depan sampai lupa masuk untuk sekedar pamit pada orang tua gadis tersebut.


Jalanan komplek yang biasa ia lewati bersama dengan Bima sekarang terasa berbeda tanpa ada dirinya, terasa sepi dan juga dingin menyertai perjalanan.


Delisa terus menatap keluar jendela melihat bangunan-bangunan yang berjajar, kendaraan yang berlalu-lalang, benar-benar pagi yang sibuk untuk para pelajar dan pekerja, menghela nafas berat nan panjang.


"Kenapa non Delisa ? apa non merasa tak enak badan? apa kita harus putar balik aja ke rumah?" tanya supir pribadi keluarga nya khawatir


"Enggak pak, cuman lagi penat banyak pikiran" jawab Delisa lemas lalu menghembuskan nafas panjang kembali


"Non lagi galau karena den Bima yah?" goda pak supir, orang-orang di rumah gadis itu tahu kedekatan ia dengan laki-laki seumuran dengannya bernama Bima, jadi tidak heran jika mereka hafal.


"Hahh pak fokus aja nyupir, aku lagi males cerita sama orang" dengus Delisa menghentikan keingintahuan pria paruh baya di sampingnya itu, agar fokus kejalanan yang akan mereka tempuh


"Iya non maaf .."


Hanya deheman yang ia berikan, saat itu benar-benar tak ingin mengeluarkan sepatah kata pun dari mulut nya.


"Pak berhenti dulu di toko permen itu"


Mata Delisa melihat ada sebuah toko pembuat permen langsung di tempat, ada juga yang sudah jadi yang di simpan di toples kecil rapat.


Mobil pun telah menepi di depan toko tersebut, melangkah keluar dengan sedikit senyum yang mengembang di wajah cantiknya, tiba-tiba mendapat ide untuk meminta maaf duluan.


"Permisi" kata Delisa saat membuka pintu toko, tercium manisnya gula-gula, berbagai macam bentuk dan warna.


"Selamat datang, ada permen yang kamu inginkan ?" sapa ramah pemilik toko


"Aku ingin permen untuk di berikan pada seseorang" jawab Delisa


"Apa untuk seorang laki-laki?" Tebak nya sambil tersenyum


"Iya, aku ingin meminta maaf padanya"


"Minta maaf ? apa kalian sedang saling salah paham lalu bertengkar?"


"Iyaa seperti itu garis besar nya" Delisa menyunggingkan senyum masam


"Kalo gitu bagaimana jika kamu kasih yang ini"


Pemilik toko memilihkan permen yang cocok untuk di berikan padanya, Delisa menatap permen yang di berikan itu dengan wajah heran lalu tersenyum manis dan bertanya.


"Kenapa lollipop berbentuk hati?"


"Agar saat kamu minta maaf padanya, ia tahu bahwa perkataan mu tulus di dalam hati, seperti bentuk lollipop ini" balasnya dengan penuh penjelasan yang menurut Delisa itu sangatlah bagus dan masuk akal.


"Kali yang 2 buah ini untuk siapa?" tanya pemilik toko sambil menghitung biaya yang harus di bayar.


"Itu untuk kedua teman baikku, mereka suka makanan manis seperti ini"


"Ahh .. kalo begitu ajak teman-teman dan pacarmu itu ke toko, kalian bisa belajar membuat permen sendiri sesuka kalian di sini"


"Wah benarkah ? kalo begitu aku akan ajak teman-teman ku untuk datang kesini juga" jawab Delisa sangat antusias mendengar ajakan dari si pemilik toko karena di perbolehkan membuat permen sesuka hati.


"Iya datanglah kemari, lollipop yang satu ini aku beri gratis, semoga kamu bisa menyelesaikan masalah dengan pacarmu"


"Terimakasih, laki-laki itu emm belum jadi pacarku tapi .. terimakasih atas nasihat dan semangatnya, saya pamit pergi"


"Haha yah .. good luck buat kamu semoga cepat menemukan titik terang yang bagus untuk kalian berdua"


"Iya aku harap begitu" Delisa bergumam sambil melangkah keluar dengan wajah yang mulai cukup bersemangat


Dasar anak muda yang lagi kasmaran, Tuhan kapan aku merasakan lagi jatuh cinta seperti gadis kecil itu. gumam pemilik toko dalam hati.


Delisa keluar bangunan yang penuh permen-permen manis itu dengan senyuman yang tak kalah manis pula, menenteng kantung belanjaan yang telah ia beli, masuk kembali ke dalam mobil di mana supirnya menunggu.


"Sudah belanja permen nya non?"


"Sudah pak ayo berangkat, nanti malah terlambat sampai sekolah"


Mobil mulai melaju kembali membelah jalanan kota yang penuh sesak asal kenalpot, sampai akhirnya mobil pun berhenti untuk kesekian kali di dekat gerbang sekolah.


"Nanti pas pulang sekolah, saya bakal kasih tahu dulu kalo mau jemput enggak nya pak!" titahnya pada sopir keluarga


"Siap non, nanti kalo saya di suruh jemput, saya bakal tunggu non Delisa di sini"


"Iya pak kalo gitu bapak boleh pulang ke rumah sekarang"


Delisa mulai jalan menuju gerbang, bertukar sapa dengan teman-teman sekolah yang ia kenal atau cuman bertukar senyum dengan orang yang kebetulan bertatap muka dengannya.


Tak terasa setelah melewati lorong yang ramai denga para siswa yang entah bergosip atau menggoda orang-orang yang lewat, sampai juga di depan pintu kelas dirinya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


#####


Gimana episode 35 kali ini guys ?? tolong beri kritik yang sopan dan saran yang membangun. jangan lupa kasih tip dan vote. tekan juga like dan jadikan ini cerita favorit kalian.


안녕~~💜🥰


VISUAL TERAKHIR NIH, COWOK YANG DI TUNGGU-TUNGGU VISUAL NYA, A.KA TOKOH PEMERAN UTAMA PRIA