
Matahari terbit memancarkan sinar cahayanya, menembus sela-sela jendela yang masih tertutup gorden, tak menghalangi nya untuk menghangatkan pagi itu.
Hari senin telah tiba hari dimana semua orang sibuk memulai hari pertama di bulan itu. kesibukan di senin pagi juga di rasakan Bima laki-laki tampan ini, karena pasalnya dia bangun pagi sedikit kesiangan membuatnya harus buru-buru menyiapkan semua keperluan nya untuk sekolah sekarang.
"Tuan muda cepat sarapan ini sudah cukup siang"
"Iya pak ini mau kebawah"
Di meja makan sudah ada ayah yang sedang baca koran pagi di temani kopi hangat bersama bunda yang sedang memberi Bibil sarapan bubur bayi untuk nya. Bima pun lari dari kamarnya menuju meja makan dan mengambil satu helai roti tawar,
"Abang jangan lari-lari di tangga"
"Iya maaf bunda, ayah bunda abang berangkat dulu yah takut telat"
"Iya hati-hati jangan ngebut"
"Iya abang berangkat"
Dengan terburu-buru Bima menyalami kedua orang tuanya roti tawar sehelai tadi mulai di gigit nya sambil menuju garasi mengambil motor kesayangan nya. tak lupa memakai helm dan membawa helm tambahan yang sekarang sudah sering di pakai oleh gadis kesayangan Delisa.
Sebelum keluar gerbang rumah Bima mengambil benda kecil persegi itu dari saku jaketnya, melihat ada begitu banyak pesan dari Delisa membuat Bima langsung memencel tombol hijau di layar hp itu.
"Pagi Del"
"Pagi Bim"
"Del maaf baru aku baru baca pesan kamu barusan."
"Iya gak papa Bim, sekarang kamu dimana? cepet nanti kita telat kesiangan"
kata Delisa di sebrang sana merasa resah, karena dia telah lama menunggu kehadiran laki-laki yang mengajak nya jalan-jalan kemarin.
"Iya ini aku lagi jalan mau ke rumah kamu. tunggu bentar lagi"
"Yaudah cepet, hati-hati"
setelah mengatakan itu delisa mematikan sambungan, agak kesal memang karena bima telah membuatnya menunggu begitu lama.
Bima akhirnya sampai setelah menunggu 5 menit lamanya, Bima hanya bisa meminta maaf karena membuat gadis kesayangan nya itu harus menunggu lama sampai pegal berdiri terus, Delisa memang sudah menunggu sekitar 15 menit siapa yang tak marah harus menunggu begitu lama apalagi mepet dengan waktu masuk sekolah.
"Maaf Del aku bangun kesiangan, jadi agak ngaret jemputnya"
"Yaudah sini helm nya"
"Maaf del, enggak bakal gini lagi, janji!"
"hahh . . janji yah jangan telat lagi ! sudah ah ayo berangkat nanti beneran telat"
"Iya janji Delisa Putri, Del peluk yang erat aku mau ngebut"
Bima memperingati Delisa untuk memeluknya erat agar tak jatuh saat motor nya melaju dengan cepat nanti, Delisa hanya bisa memeluk erat, melakukan apa yang bima suruh padanya.
Bima saat itu benar-benar membawa motornya dengan kecepatan yang cukup tinggi membuat Delisa cukup ketakutan di buatnya, dia takut mereka berdua malah kenapa-kenapa, karena yang seharusnya sampai ke sekolah nanti malah masuk rumah sakit yang ada.
Tak lama kemudian mereka berdua sampai di sekolah yang sebentar lagi akan di tutup gerbangnya, sampai di parkiran mereka turun dari motor Delisa di situ memukul-mukul Bima karena telah membawa motor kayak orang mau balapan.
"Kalo kayak gini lagi aku mending suruh supir anterin aku sekolah"
"Aw ah iya del, gak bakal kayak gitu lagi janji sekali ini doang"
"Uhh ayo ke kelas"
Delisa berjalan dengan wajah yang terus ia tekuk sebal pada Bima, membuat laki-laki itu kewalahan untuk minta maaf padanya, sampai depan pintu kelas mereka berpisah masih dengan suasana aneh tersebut.
"Hey del kok tumben dateng nya siangan gini, biasanya pagi udah ada"
Tanya Moli melihat kedatang teman nya seperti tak biasanya yang datang pagi bahkan sebelum dia datang pun Delisa sudah ada duduk di kelas.
Delisa terlihat kesal saat itu walau Bima telah meminta maaf dan berjanji pun Delisa tetap kesal saat ini, mood nya hari ini benar-benar tak bisa di tebak.
"Gara-gara Bima gue jadi datang siang gini, Untung gue gak telat."
"Lo bareng Bima lagi ke sekolah?"
"Iya, tapi pas jemput dia malah buat gue nunggu lama, katanya gara-gara bangun nya kesiangan."
"Gak papa dong, yang pentingkan gak telat masuk sekolahnya"
"Orang dia ke sekolah nya ngebut, coba bayangin dia bawa motor udah kayak orang balapan kenceng banget. wuszhh"
"Haha pantesan rambut lo jadi berantakan banget kayak gini" ejek Lisa
"Haha kasian nya sayangku satu ini" ejek Moli juga pada Delisa
"Dasar kalian yah!!"
Bel masuk pun berbunyi, para murid semuanya berkumpul di lapangan upacara sebagai mana biasanya hari senin, saat di lapangan para murid semua mulai merapikan barisannya masing-masing, berjajar menurut kelas mereka.
karena kelas mereka bersebelahan jadi otomatis mereka pun berjajar berdampingan, kesempatan itu di manfaatkan oleh Gery dan Lisa untuk bersebelahan.
Melihat Delisa sudah dapat barisan Bima pun mulai berbaris di sebelahnya, mengambil kesempatan ini .
"Del maafin aku soal pagi barusan yah! aku janji gak bakal gitu lagi."
"Iya udah aku maafin tapi janji jangan buat aku nunggu lama, jangan ngebut lagi juga"
"Iya gak bakal, mana tega aku suruh kamu nunggu"
"Barusan kamu buat aku nunggu"
"Sekali ini doang, selanjutnya enggak"
Moli yang ada di sebelah Delisa pun ikut curi pandang ke arah Bima tapi lebih tepat nya kearah Qori.Qori hanya cuek saat tahu ada seseorang yang terus melirik kearah nya.
Hari minggu kemarin ternyata bukan hanya Bima dan Delisa yang jalan berdua tapi juga pasang Gery dan Lisa.
Kasihan pula pada Moli yang harus terus mendekati Qori dengan cukup agresif, Kemarin hari minggu ia mencoba berkeliaran di komplek rumah Qori dan mendapatkan keberadaan laki-laki itu sedang jogging pagi.
Kesempatan itu tak di sia-sia kan Moli untuk mendekati Qori dengan pura-pura ikut jogging juga di daerah sana.
"Hai Qori kita ketemu disini"
"Yah hai"
"Lo lagi jogging"
"Keliatannya?"
"Iya, lo tinggal di komplek sini ? gue juga tinggal di sini"
"Oyah ? gak peduli"
"Qo duduk dulu yu, cape lari terus"
"Suruh siapa ngikut"
"Ayolah Qo, hemm"
Dengan menyiratkan wajah memelas nya lalu mencoba bergelayut di tangan Qori akhirnya Moli bisa mengajak laki-laki itu berhenti dan ikut dirinya menjajak kuliner yang berjajar di pinggiran taman komplek.
Walau Qori terus mendengus, membuang nafas panjang ia tetap mengikuti Moli kalah dengan muka melas Moli yang sangat imut.
"Cie abang Qori bareng cewek nya nih"
"Kiw abang bisa yah nyari cewek cantik gini"
"Apaan sih bocah, udah sana balik di cari emak di rumah"
"Cie yang enggak mau di ganggu"
Anak-anak komplek di sana yang mengenal Qori pun lari karena tanduk di kepalanya sudah mulai mencuat ke permukaan, Moli hanya tertawa renyah suka ejekan dari anak-anak komplek tersebut
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
#####
Gimana episode 13 ini guys ?? tolong beri kritik yang sopan dan saran yang membangun. jangan lupa kasih tip dan vote. tekan juga like dan jadikan ini cerita favorit kalian.
안녕~~💜🥰