
Sepanjang jalan menuju kelas tak disia-siakan oleh Bima untuk berbincang atau cerita dengan Delisa. Sampai tak terasa sudah sampai di depan pintu kelas Delisa tapi Bima malah menahan tangan Delisa sebelum masuk kelas.
"Del kita belum tukeran nomor!"
Bima memberikan hp miliknya yaitu edisi terbaru dari melon, Delisa pun mulai mengetik nomor telepon dan mencoba menelpon miliknya.
"Nah udah ada ,lihat kan ?"
Memperlihatkan telepon genggam milik Delisa dan menggoyangkan nya di depan Bima yang saat ini benar-benar senang ada sebuah kemajuan di hubungan mereka menurutnya.
"I-iya thanks, kalo gitu gue ke kelas, jangan lupa kita nanti makan siang bareng"
Bima berlalu menuju kelas dengan wajah yang berseri bagai bunga bermekaran sampai tiba di dalam kelas membuat Qori yang sudah duduk di bangkunya heran
"Kenapa?"
"Gue dapet nomer telpon nya Delisa Qo"
"Oh selamat"
Qori memukul pundak Bima dengan wajah dinginnya entah dia ikhlas mengucapkan selamat atau dia hanya basa basi saja
Kembali pada gadis cantik yang sekarang berada di ruang kelasnya. Delisa mendapatkan pertanyaan juga dari Moli.
"Del lo kemarin jadi dianter pulang sama si Bima temen pacarnya Lisa?"
"Iya jadi, ternyata dia juga tinggal di komplek yang sama kayak gue cuman beda blok doang." jelas Delisa
"Terus lo berangkat ke sekolah juga barengan? jangan-jangan lo udah jadian sama Bima sampai mau pulang berangkat bareng!?"
tanya Moli dengan penuh tatapan curiga memaksa meminta jawaban yang sesungguhnya dari Delisa.
"Kita berangkat bareng doang, enggaklah masa baru kenal kemarin langsung jadian gila aja lo Mo"
"Gak usah ngelak gitu muka lo merah banget hahaha"
"Muka gue merah? gak ah mata lo kali mulai enggak beres harus di bawa ke dokter"
mecoba melihat mukanya lewat kamera depan telpon genggam nya, memeriksa apa benar yang dikatakan Moli tersebut.
"Hai guys mulai sekarang kita duduk sebelahan Del"
Kata Lisa yang baru saja datang lalu duduk sebelahan dengan Delisa dan Moli yang langsung menatap dirinya duduk.
"Mari mulai berteman makin akrab, karena kamu bakalan jadi kakak ipar aku nanti"
"Kakak ipar ?" tanya Delisa dan Moli bingung
"Iya, bukan nya lo lagi deket sama Bima temen cowok gue?"
"Deket apaan kita baru kenal kemarin Li"
"Ya pokok nya ayo kita bersahabat"
Lisa mulai menghilangkan kecanggungan di sana di tambah tingakah Moli yang notaben banyak bicara dan juga ceria membuag mereka bertiga lebih berteman akrab dan bersahabat.
Bel pun berbunyi menandakan istirahat makan siang telah tiba.
"Ayo kekantin, lo makan siang udah janjian sama Bima kan buat makan bareng kita"
tanya Lisa sambil melihat ke pinggir arah Delisa duduk.
"Lo mau makan siang bareng !? terus gue !?"
Dengan muka memelas karena mendengar perkataan Lisa pada Delisa bahwa mereka akan makan bersama apalagi bareng Bima, Gery, dan Qori tanpa ia ketahui
"Yaudah sih, lo juga ikut bareng kita Moli"
seruan Lisa mendengar rajukan Moli sahabat barunya yang lucu itu, wajah melasnya tadi pun mulai berubah lagi jadi ceria dan penuh dengan semangat
"Ayo berangkat"
Di kelas yang berbeda Bima, Gery dan Qori mulai bersiap-siap pergi menemui para tiga perempuan cantik di kelas sebelah itu.
"Cepet, lapar gue "
Rajuk Qori agar teman-temannya dapat mempercepat diri untuk pergi ke kantin mengisi perut nya yang mulai demo ingin di isi makanan yang banyak.
"Sabar dikit kenapa Qo, gua harus siap-siap dulu biar nambah ganteng ketemu gebetan"
"Hah. . cuman mau makan siang bareng juga." Dengus Gery mendengar perkataan Bima.
"Ngomong lo gitu, tapi lo lebih heboh dari gue, pake parfum sana sini nyisir, rambut pula lebay lo enggak cocok sama muka lo"
Bima malah mendengus balik Gery, bahkan
Qori pun hanya mengangguk setuju pada temanya itu
"SAAYYANGGKUU LISAAA"
Tak bosan nya Gery berteriak tiap datang mencari kekasih nya itu.
"Ah nanti ini temen kamu itu?"
Tanya Bima pada Delisa saat mereka sudah sampai bertemu di koridor kelas
"Kenalin gue Moli, temen Delisa juga Lisa"
"Oh iya, gue Bima lo pasti udah kenal sebelah Lisa itu Gery"
"Terus sebelah lo?"
Tanya Moli malu-malu
"Haha ini Qori temen kita juga"
"Hai gue Moli"
Moli menjulurkan tangan kanan nya ke hadapan Qori
"Udah tahu, ayo berangkat ah"
Qori hanya melihat wajah Moli mengabaikan tangan yang terus mematung itu, berjalan terlebih dahulu meninggalkan mereka.
Moli yang di abaikan itu hanya tersenyum dan berkata dalam hati "Gue bakalan naklukin hati lo Qori"
Mereka berenam pun mulai melangkah menyusuri jalan menuju kantin, yang ternyata telah padat oleh banyaknya siswa yang mengantri makanan serta minum.
"Udah sampai makanan kita"
Teriak Gery dan Lisa.
Sambil makan mereka mulai berceloteh sana sini. karena Gery dan Lisa yang lebay jika bersama itu dan heboh suasana makin mengasikan. Bima yang selalu menatap Delisa di depannya sedang tertawa dan tersenyum melingkah kedua pasangan itu dan bersamaan dengan momen ini membuat hatinya makin tak karuan.
Serta Moli yang gencar terus mencoba mencuri perhatiaan Qori tapi tada ada di respon oleh nya yang malah fokus pada makanan dan game online di hp.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
#####
Gimana episode 4 ini guys ?? tolong beri kritik yang sopan dan saran yang membangun. jangan lupa kasih tip dan vote. tekan juga like dan jadikan ini cerita favorit kalian.
안녕~~💜🥰