WE BECOME DATE

WE BECOME DATE
eps 11



Bima mecoba menghilangkan kecanggungan denga mengajak Delisa ke bianglala, iyah


bianglala adalah wahana terakhir yang mereka pilih untuk di naikki sebelum pulang kerumah.


karena hari sudah mulai menunjukkan tanda bahwa malam akan segera datang. mereka naik berdua melihat pemandangan yang tersuguhkan setelah bianglala mulai berputar naik. mereka berdua hanya diam dan tak berkata sampai cukup.


"Del kamu cantik, lucu, dan juga gemesin aku suka, bahkan pertama kali liat wajah kamu, kamu udah berhasil mencuri perhatian aku, jujur ini pertama kali aku suka sama seseorang yaitu kamu, aku enggak ngajak kamu buat pacaran sekarang, aku cuman mau bilang perasaan aku sama kamu, jangan jadiin beban apalagi sampai ngejauh dari aku"


Bima tersenyum hangat yang tak pernah ia lihatkan wajahnya pada gadis lain selain delisa yang sedang mendengar perkataan Bima yang penuh ketulusan di dalamnya.


"Makasih udah bilang suka sama aku, ini juga sama pertama kalinya aku suka sama seseorang yaitu kamu, tapi kalo buat jadi pacar aku belum siap, kamu juga tahu kita baru sama-sama kenal, dekat baru tiga hari tapi udah ngerasa nyaman sih, jadi ayo coba jalani dulu sampai kita sama-sama siap buat berkomitmen pacaran "


"Iya makasih, kita coba lebih kenal lagi dan lebih percaya lagi"


"Mohon buat seterusnya Bim"


"Mohon buat seterusnya Del"


Mereka sudah berada di bawah lagi setelah terasa lama mereka di atas sana, senyum di wajah mereka berdua tergambar dengan sempurna di sana.


Genggaman erat tak pernah terlepas, sampai Bima membukakan pintu untuk Delisa setelah masuk, dia pun berlari menuju pintu dan duduk di belakang pengemudi sebelah tempat duduk Delisa.


Di setiap jalanan yang di lewati mereka habiskan dengan suasana hati hangat yang tersaluran oleh tangan mereka yang bertautan, Bima yang mengemudi pun terus menerus melirik gadis cantik yang berada di sampingnya, begitu juga sebaliknya Delisa dengan kedua pipinya yang sekarang merah tersipu malu pun terus mencuri pandang dengan laki-laki disampingnya itu yang fokus berkendara memakai sebelah tangannya yang lain.


Mereka memang belum berkomitmen untuk pacaran, tapi mereka sedang mencoba dan belajar mengenal tentang lawan jenisnya itu, mencoba percaya dan memahami satu sama lain, mereka tak ingin terburu-buru mengambil tindakan mengingat baru dekat nya mereka walau sudah saling merasa nyaman.


mobil Bima berhenti di depan pagar rumah. Delisa dan Bima merasa tak ingin hari ini cepat berakhir begitu saja, Delisa tersenyum memandadang Bima.


"Aku gak mau lepasin tangan kamu"


"Bim~ lepas udah nyampe"


"Tapi kalo lepas berarti tanda hari ini sudah berakhir Delisa"


"Kan masih ada hari esok Bim"


"Hah. . . gak mau lepasin"


"Haha oh itu papah ada nunggu diluar, aku keluar ya Bim, tapi besok kamu jemput aku kayak biasa kan ?"


"Mana? oh iya udah cepet keluar salam sama papa mama maaf gak bisa anter ke dalam, iya nanti aku jemput kayak biasanya, selamat malam Delisa"


Delisa keluar mengangguk tersenyum lalu melangkah lagi masuk ke dalam rumah melangkah menuju papa nya yang menunggu di luar rumah.


"Bima nya enggak pamit dulu kesini?"


"Katanya maaf buat papa dan mama enggak bisa anter aku sampai ke dalam"


"Kenapa?"


"Buru-buru bunda nya nelpon barusan"


Orang tua Delisa itu pun mengerti lalu masuk dengan anak satu-satunya itu di dalam dekapan erat nya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


#####


Gimana episode 11 ini guys ?? tolong beri kritik yang sopan dan saran yang membangun. jangan lupa kasih tip dan vote. tekan juga like dan jadikan ini cerita favorit kalian.


안녕~~💜🥰