WE BECOME DATE

WE BECOME DATE
eps 27



"Oke guys thanks for today, see next week"


"Yes, thank madam"


Kompakan suara itu keluar dari semua murid di kelas Bima mengakhiri pembelajaran pertama, sebelum lanjut pelajaran kedua Gery mengajak Bima di samping nya menuju kamar kecil.


"Bim lo mau ke toilet?" tanya Gery


"Enggak mau" jawab Bima


"Anter gue yah kebelet nih"


"Biasa sendiri juga lo kalo boker"


"Ayo cepet ikut aja"


Gery menyeret Bima agar mengikutinya ke toilet, entah mau apa lagi ini anak ajaib satu ini pikir Bima.


"Qo kalo ada guru bilang kita ke toilet"


"Sekalian kasih telpon atau pesan ke kita kalo guru dateng"


Seraya pergi Gery berteriak pada Qori yang mulai mengangguk dengan tatapan aneh pada temannya itu, gak biasanya cowok minta anter toilet.


"Lo kenapa Ge minta anter ke toilet, aneh jangan-jangan lo . . ."


Bima mulai menebak-nebak ngeri pada Gery.


"Parah lo, gue masih suka cewek, dan kalo lo inget gue punya pacar cewek namanya Lisa"


Gery menyepak kaki Bima


"Aw sakit ****, yakan gue takut aja Ge tiba-tiba lo . . .iihhh"


"Iiihh merinding gue, udah jangan bahas hal **** begitu, gue mau ada yang di omongin penting" Gery tiba-tiba berwajah serius


"Mau ngomong apa emang gak bisa di kelas atau nanti"


"Mumpung ada waktu sekarang"


"Oke, jadi apaan?" Bima penasaran


"Tadi pagi gue di ajak ngobrol sama cewek gue dan Delisa, tanpa Qori. Di situ mereka cerita soal rencana si Moli buat menyadarkan perasaannya temen kita!"


"Si Qori maksudnya?" sela Bima


"Iya, denger dulu. Kita suruh manas-manasin dia biar cepet sadar dan ngejar cintanya"


"Ah gue ngerti sama rencana kalian, tapi kalo ini berhasil gue juga mau minta bantuan kalian buat nyatain perasaan gue ke Delisa"


"Itu soalan gampang kita pasti bantu, yang ini dulu yang susah." Tembal Gery


"Gampang apaan! sekarang aja lo belum ngasih gue saran!" kesal Bima


"Ya sorry, pokok nya ini dulu baru urusan lo"


Gery dan Bima mulai kembali melangkah menulusuri koridor selagi melirik jendela kelas gadis mereka mencuri pandang sebentar seraya menuju kelasnya di sebelah.


Lisa yang tak sengaja melihat jendela lalu bertemu pandang dengan Gery yang langsung memberikan flying kiss ke arahnya, membuat Lisa tersenyum terbuai.


Sedangkan Bima hanya tersenyum manis lalu melambaikan tangan pada Delisa yang juga membalas senyuman nya dengan pipi yang sekarang berwarna merah.


Beruntung guru yang berada di kelas Delisa sedang menghadap papn tulis jadi tidak melihat perilaku murid nya itu, Jangan tiru adegan ini guys, fokus belajar jika di kelas sedang ada guru mengajar.


"Maaf pak kita barusan dari toilet"


Bima dan Gery meminta maaf kepada guru yang ternyata sudah masuk kelasnya.


"Iya cepat duduk di bangku kalian"


"Iya makasih pak"


Mereka pun duduk di bangku masing-masing, melirik Qori kesal dan laki-laki itu hanya mengidikan bahu tak merasa salah.


"Kenapa lo gak kasih tahu kita!?" Bisik Gery kesal


"Hp gue gak ada pulsa, kuota juga abis" elaknya


"Kan bisa pinjem orang" bisik Gery sekali lagi


"Gery kamu jangan ngobrol di kelas, baru juga di bolehin masuk kelas saya malah ngobrol, mau di hukum kamu!?" tertangkap basah guru killer yang ngajar


"Ah enggak mau pak, maafkan saya, saya bakal fokus ke pelajaran bapak"


"Sudah liat sini kita lanjut bahas"


Gery mulai panik tapi kedua temannya itu malah senang menahan tawanya melihat penderitaan dirinya.


Sampai bel istirahat pertama berbunyi merka yang berada di dalam kelas Bima akhirnya bisa bernafas lega, guru yang barusan mengajar terkenal karena sebutan guru killer di antara para siswa di sekolah.


"Hahh akhirnya bel istirahat menyelamatkan kita semua" oceh Gery lega


"Iya berasa kecekik gue" terus Bima


"Lo berdua mau ke kantin?" Ajak Gery


"Kita ke food market ajalah beli cemilan" celetuk Bima


"Oke ayo Qo, sambil lo cari tahu keadaan Moli sama cewek gue sama Delisa"


Selang keluar kelas ternyata kedua gadis cantik itu sudah ada di depan kelas menunggu kedatangan mereka, Lisa melihat Qori mengubah ekspresi wajah menjadi ketus.


"Kenapa ngajak dia juga!" Kesal Lisa


"Jangan gitu dong bae, Qori juga temen kita kan" Gery menenangkan


"Cih. . ." dengus Lisa lalu melangkah menuju food market


"Udah Qo, biasa Lisa kan gitu suka sensi"


Jelas Delisa yang sekarang sedang berdiri di samping Bima sejajar bertiga menyusul Gery dan Lisa.


Sampai tempat tujuan mereka membeli semua cemilan yang ingin mereka jajal keperut.


"Qo lo mau tahu soal keadaan Moli sekarang ?" Celetuk Lisa masih dengan nada kesalnya


"Iya kasih tahu gue, please" melas Qori


"Gue bakal kasih tahu, tapi bayarin jajanan kita semua"


"Oke gue bakal bayar semua, tapi kasih tahu soal Moli ke gue SEMUANYA" kalimat pertama Qori yang panjang.


"Ya kita berdua bakal kasih tahu, tapi bayarin ini semua" tunjuk Lisa pada jajanan mereka.


Qori pun mulai menuju kasir mengeluarkan, benda kecil tipis dari dompetnya kasih kepada petugas kasir tersebut, membayar semua jajanan dirinya serta temannya.


"Thanks Qo" Lisa menyunggingkan bibir


"Sorry kita ngeropotin lo" bisik Gery


Demi mengetahui keadaan Moli sekarang gue rela uang jatah bulanan abis sekarang. pikirnya Qori


Mereka menuju taman belakang yang jarang ada siswa di sana, padahal tempatnya adem banyak pohon besar yang rindang, mungkin karena itu juga tempat itu terlihat merinding.


"Jadi ?"


Tanya Qori sesaat setelah mereka duduk di meja bundar tengah taman.


"Moli mau pergi" celetuk Lisa


"Tiga hari lagi dia berangkat ke luar negeri" Tambah Delisa


"What! serius bae?" Gery pura-pura kaget


"Hhm serius dia bilang gitu kemarin sambil nangis, dan ini semua karena elo Qo" tuduh Lisa


"Hah terus kenapa dia gak mau angkat telpon dari gue?" tanya Qori mulai frustasi


"Mungkin dia udah muak sama lo" Lisa seadanya


"Lisa kamu ngomongnya jangan gitu dong" Delisa meredekan


"Tapi benerkan, kalo enggak gitu terus kenapa!?"


"Sayangg~" Gery mencoba mendinginkan Lisa


sandiwara ini benar-benar sungguhan, mungkin mereka cukup kesal akan sikap teman lelaki merak yang dingin ini.


"Moli udah nyerah soal lo Qo. Jadi, lo enggak perlu nanya keadaan Moli" kata Delisa sedikit tapi sakit.


"Gue sebagai temen sekaligus cowok, gue kasih lo nasihat, sekarang lo pikir dulu soal perasaan sama Moli, kalo udah yakin temui Moli sebelum ia benar-benar pergi jauh ninggalin lo" Bima memberi saran


"Iya Qo gue sering bilang sama lo, dengerin kata hati lo kayak apa, jadi lo bisa tahu jawaban nya harus gimana" tambah Gery


Lelaki dingin dan tampan itu hanya bisa terdiam, memikirkan semua yang teman mereka katakan padanya.


Gue harus cepet tahu isi hati gue, lalu bakal gue kejar lo Moli, jadi jangan pergi dulu sampai gue paham sama perasaan gue buat lo kayak gimana. pikir Qori dalam diam nya


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


#####


Gimana episode 27 kali ini guys ?? tolong beri kritik yang sopan dan saran yang membangun. jangan lupa kasih tip dan vote. tekan juga like dan jadikan ini cerita favorit kalian.


안녕~~💜🥰