
Jantung Bara seakan berhenti berdetak, dia bertanya2 dalam hatinya, apa dia salah dengar.
"apa? a-anak? maksudnya?" tanya Bara memastikan kalau dia tidak salah dengar
" iya anaknya mba Airin yang sakit,tapi sekarng udah pulang ke rumah, sebentar saya kasih alamat rumahnya" jelas Deni sambil pergi
seketika semangat untuk bertemu dengan Airin menjadi menciut setelah mengetahui kenyataan bahwa sang pujaan hati telah menikah dan memiliki anak.
Deni menyadarkan Bara dari lamunannya dengan memberi selembar kertas yang berisi tulisan alamat rumah Airin.
"pak.." ucap Deni sambil memberikan alamat Airin
"ah i-iya, terima kasih" ucap Bara
" kalau gitu saya pergi dulu" pamit Bara seraya pergi dari Vertical Garden
Diperjalanan Bara terus memikirkan Airin,akhirnya dia menghubungi Adi untuk mencari solusi.
" ck kemana sih nih orang, giliran dibutuhin ga diangkat2" gerutu Bara karena panggilan pertamanya blm tersambung
" hallo, lu dimn sih dari tadi ditelp juga" kesal Bara karena panggilannya baru tersambung.
" apaan sih lu, sewot amat, lg pms lu" jawab Adi
" buruan dmn, gue jmpt sekarang" tanya Bara lagi
" ck, gue masih di kantor" ucap Adi
" ya udah gue kesitu" ucap Bara sambil melajukan mobilny menuju perusahaan Adi
setelah sampai di depan ruangan Adi, Bara bertanya pd sekretaris Adi, lebih tepatnya basa basi.
"Adi nya ada kan?" tanya Bara
" a-ada pa" jawab sang sekretaris sambil mengelus dada karena terkejut Bara tiba2 ada didepannya.
Bara langsung mengetuk pintu lalu membukanya tanpa menunggu jawaban yang punya ruangan dia pun lanģsung masuk.
" gila lu ya, ga sabaran amat, blm juga disuruh masuk" kesal Adi walaupun sebenarnya sedang menunggu kedatangan sahabatnya tersebut
" ish, ga ada akhlak lu" ucap Adi
" ada apa sih, smp ga bs ditunda urusan lu, urusan cewek ya" tebak Adi
" iya, ternyata perasaan gue salah, dia dah nikah dan punya anak" jawab Bara dengan sendu
" apa cewek yang dimaksud itu Airin" tebak Adi
" kok lu tau" ucap Bara dengan heran
" kan yang terakhir mau lu deketin kan dia...emang ada yang lain?" goda Adi
" ckk ga lah, lu tau sendiri gue susah buat jatuh cinta, apalagi barengan gitu" jawab Bara
"gue harus gmn, masa harus jadi pebinor, ga mungkin kan?" tanya Bara
Adi menuju meja kerjanya, kemudian dia membuka laci mejanya, dia mengeluarkan sebuah map kemudian memberikannya pada Bara.
" apa ini? " tanya Bara dengan heran
" buka aja, ntar juga lu tau" seru Adi
kemudian Bara membuka map tersebut dengan rasa penasaran dan setelah membaca isinya dia pun terkejut
" ini..." tanya Bara tidak melanjutkan perkatannya
"iya , lengkap kan? gmn, gue hebatkan? " ucap Adi dengan cengengesan
" kok lu bisa sedetail ini cari tau tentang dia, padahal gue blm minta tlng sm lu, jangan-jangan...lu..." tuduh Bara pada Adi dengan curiga
" ok, biar gue jelasin" ucap Adi sambil mengambil napas dalam dan membuangnya
" jujur pernah ada rasa sama Airin, gue cari tau tentang dia karena pertama gue lihat dia, gue dah tertarik. kayaknya sama kayak pertama lu lihat dia deh" jelas Adi
" Gue suruh si Daniel buat cari tau tentang Dia, dan itulah hasilnya. gue bisa aja terus maju buat dapatin Dia, tp lu tau sendiri keluarga gue kayak gmn, perjuangn gue bakal berat kalau maksain Dia jadi milik gue" jelas Adi lagi dengan wajah sendu sambil menatap keluar gedung tempat dia berdiri.
" kalau lu mau perjuangin Dia, gue dukung. jangan kecewain gue, gue bahagia asal lu janji bakal buat Dia bahagia" ucapnya lagi