Vertical Garden

Vertical Garden
Mencuri



Malam pertama bagi pengantin baru adalah malam yang sangat dinantikan, tentu saja itu berlaku juga buat Barata Pramudya. Bara mengikuti langkah Airin, karena belum tau letak kamar istrinya tersebut.


" ini kamarnya, maaf jika tidak sebesar dirumah anda" ucap Airin


Bara pun ikut masuk dan mengunci pintu kamarnya, dia melihat sekelilingnya. kamar yang tidak terlalu besar tapi nyaman, apalagi sekarang ada istri yang menemani.


Airin sudah masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri,sedangkan Bara mengganti pakaiannya di kamar saja. Airin keluar dari kamar mandi masih mengenakan jilbabnya dan itu membuat Bara heran.


" kenapa kamu masih menggunakan hijabmu? bukankah disini sudah tidak ada orang lain


" tanya Bara


" maaf saya belum terbiasa dengan anda" jawab Airin dan itu membuat Bara kesal


" duduk sini" ucap Bara menepuk tempat duduk disampingnya. kemudian Airin mendekati Bara dan duduk disampingnya.


" aku tau ilmu agamaku tidak seperti ustadz, tapi aku juga tau auratmu boleh kamu perlihatkan padaku, aku ingin kita sama-sama saling memahami, belajar mencintai, dan belajar mengerti satu sama lain apalagi ada anak-anak yg beranjak abg, aku harus memulai dari nol untuk memahami mereka" ucap Bara panjang lebar dan itu membuat Airin berpikir kalau dia sangat egois.


" maaf " hanya itu yang bisa Airin ucapkan


" ok untuk memulai, bagaimana kalau kita merubah panggilan, pertama aku kamu, bisakan?" tanya Bara. dan diangguki oleh Airin


" terus panggilan ketika kita sedang berdua itu lain lagi. sayang... itu panggilannya" ucap Bara lagi membuat Airin membolakan matanya.


" terus..." belum Bara melanjutkan ucapannya sudah dipotong oleh Airin


" bisakah tidur sekarang, saya sudah ngantuk" ucap Airin karena memang Airin ga bisa tidur larut karena takut bangun kesiangan.


" hah.." Bara hanya bengong melihat tingkah istrinya tersebut.Lalu dia pun ikut naik ke tempat tidur.


" sayang..yang.." Bara ingin mengajak ngobrol istrinya, karena tiba- tiba dia terkena insomnia


perlahan Bara membuka selimut yang dipakai Airin dan mendapatinya sudah tertidur pulas. Dia pun membuang napasnya dengan kasar.


" hhssshhh...nasib-nasib ga jadi malam kalau begini caranya" gumam Bara, kemudian dia melihat kearah istrinya yang tidur dengan tenang, lalu dia tersenyum dan mengecup kening sang istri.


Karena belum juga tertidur, Bara mencoba mencium lagi kening Airin namun ia tidak puas, dan mencoba mencuri ciuman dibibir istrinya tersebut, karena tidak ada pergerakan dari Airin dia pun mencobanya lagi dan lagi, sepertinya Bara sudah mulai kecanduan.


...****************...


Jam menunjukan pukul empat kurang lima belas menit, Airin pun terbangun. Ia melihat kearah samping tampak Bara sedang tertidur pulas (gimana ga pules, orang dia baru bisa tidur jam dua🤭)


Airin bingung antara membangunkan Bara atau tidak, karena dia belum tau suaminya itu suka sholat malam atau tidak.


" ntar aja deh banguninnya pas mau sholat subuh: gumamnya


Airin kemudian pergi ke kamar mandi untuk bersih-bersih dan mengambil wudhu,setelah selesai diapun melaksanakan sholat malamnya kemudian berdzikir sampai adzan subur berkumandang.


Airin mencoba membangunkan Bara dengan menepuk lengannya, namun tak ada pergerakan dari yang punya badan.


"ish susah banget bangunnya, masa harus disiram, kayak bocah aja" gumam Airin


"mas..mas bangun udah subuh nih" ucap Airin dengan nada agak tinggi dan gerakan agak kasar karena Bara ga bangun juga.