Vertical Garden

Vertical Garden
Memalukan



"bunda sensi amat, kenapa sih bun?" jawab Bara lembut agar kekesalan bundanya menghilang.


" dasar nih anak ya, udah pesan makan siang blm?" tanya bunda


" bunda makan siang dimana, mau ditemenin?" goda Bara sambil tersenyum


" emang kalau bunda bilang, kamu mau langsung kesini? ngga kan" jawab bunda


" iya sih he..he..Bara masih sibuk bun, kapan- kapan aja ya" jawab Bara


" ya udah bunda pesenin aja ya biar kamu ga perlu keluar ruangan" ucap bunda


" ok bunda yang cantik, makasih ya" jawab Bara


" ya udah, assalamu'alaikum" ucap bunda


" wa'alaikum salam" ucap Bara sambil teringat Airin


"Jadi inget Dia, kalo salam itu wajib dijawab" gumamnya sambil tersenyum


......................


Sementara di Vertical Garden , setelah memutuskan sambungan telepon dengan anak laki2nya, bunda dari Bara Pramudya itu memanggil pelayan untuk memesan makanan yang akan dikirimkan ke perusahaan anaknya.


Kemudian masuklah Airin untuk menanyakan pesanannya, bunda terkejut karena ternyata yang masuk ternyata Airin


" maaf bu, apa anda yang tadi mau bertemu dengan saya?" tanya Airin dengan tersenyum


"ah..i-iya saya" jawab bunda agak grogi, karena ternyata berhadapan langsung dengan calon mantu.


" sudah memutuskan mau pesan apa?" tanya Airin lagi


kemudian bunda pun menunjuk gambar dan tulisan yang ada dibuku menu, dan menjelaskan juga kalau makanannya ada yang dikirim.


Setelah Airin mencatat pesanannya dan menuliskan alamatnya, dia agak ragu menanyakan perihal perusahaan yang dimaksud oleh customernya tersebut.


" maaf nyonya,boleh saya bertanya?" tanya Airin


" oh..boleh, mau nanya apa? tanya jangan panggil nyonya ya, kesannya gmn gitu" jawab bunda


" baiklah bu, maaf apa makanan yang dikirim ke B.crop untuk pa Bara? maaf kalau saya lancang" tanya Airin.


" iya, kamu kenal anak saya?" tanya bunda dengan sumringah, karena ternyata nama anaknya diingat sama sang calon mantu.


" tau bu, tapi tidak kenal dekat, sebenarnya..." ucap Airin menghentika kata-katanya karena merasa tidak enak sama ibu dari orang yang akan dia tagih karena belum bayar pesanannya.


" maaf bu..beberapa hari yang lalu, pa Bara memesan makanan disini dan minta diantar, saya sendiri yang mengantarkannya ke kantornya beliau, tapi.." lagi-lagi Airin merasa tidak enak hati


" tapi apa? kamu jatuh cinta sama anak saya?" tanya bunda yang sengaja nyerempet ke urusan hati untuk menggoda calon mantunya.


" bu-bukan bu, bukan itu pa Bara belum bayar" ucap Airin dengan muka yang sudah merah yang menandakan dia kesal, malu dan tak enak hati terhadap bunda Meli( yang jelas rasanya campur aduk).


Sementara bunda Meli yang tadinya berniat ingin pedekate dengan Airin pun mukanya menjadi pucat karena malu yang disebabkan oleh putranya .


" benar2 tuh anak, bikin malu aja" bathin bunda Meli karena tak tau seperti apa kejadian sebenarnya.


" sekali lagi saya minta maaf bu, bukan maksud mau menagih...maaf" ucap Airin sambil mengatupkan kedua tangannya didepan dada


" tidak apa2, baguslah jadi saya tau kalau anak saya punya hutang, satuin aja tagihannya ya" ucap bunda agak dingin untuk menyamarkan rasa malunya.


" oh iya, yang sisanya take away saja ya, saya mau sekalian makan siang sama suami saya" ucap bunda, padahal niat sebelumnya dia ingin mengajak Airin makan siang bareng, tapi kenyataan mengurungkan niatnya.


Airin yang mengerti apa yang dirasakan bunda Meli pun tidak mau banyak bertanya


" baik bu, nanti saya persiapkan dulu" ucap Airin sembari keluar dari private room tersebut.


Setelah dibalik pintu,Airin menarik napasnya sambil mengelus dadanya dan pergi menemui salah satu karyawannya untuk mempersiapkan pesanannya.


Setelah beberapa menit berlalu, bunda keluar dari ruangan karena telah diberi tahu kalau pesanannya sudah siap dan dia pun menuju kasir untuk membayar, disana Airin telah menunggu.


" ini bu pesanannya, sekali lagi saya minta maaf atas ketidaknyamanannya, kami tunggu kedatangannya kembali" ucap Airin dengan tersenyum ramah


" tidak apa2 lupakan saja, ini menjadi urusan saya sama anak saya, terima kasih ya, saya akan datang kembali tapi...kamu harus nemenin saya makan ya" ucap bunda Meli membalas senyum Airin karena sudah tidak ada kecanggungan lagi


" Insa Alloh bu, terima kasih atas kedatangannya" ucap Airin sambil mengantar Bunda Meli menuju mobilnya.


" sama2, lagian disini makanannya enak2, recomend juga, nanti saya bilang sama teman2 arisan, siapa tau bisa ngadain arisan disini, boleh kan?" tanya Bunda yang sudah memasuki mobilnya tapi obrolannya tidak mau berhenti.


" kabari saja bu, nanti kami siapkan menu special" ucap Airin


" ok, oh iya saya minta no hp kamu ya, nanti kita berkabar aja" pinta bunda Meli sambil memberikan telepon genggamnya pada Airin.


Airin pun memasukkan no ponselnya, dan memberikan handphone tersebut kepada pemiliknya.


" baiklah, makasih ya, assalamu'alaikum" ucap bunda


" wa'alaikum salam, hati2 ya bu"ucap Airin sambik menunggu mobil yang bunda Meli naiki tak terlihat lagi.


Kemudian Airin masuk lagi ke dalam cafe dan menuju ruangan karyawannya yang sedang pada sibuk.