
Airin tak sadar panggilan dia sama Adi membuat Bara cemburu, sedangkan Adi tersenyum meledek Bara.
" ya udah gue balik duluan, jemputan dah di depan. ok bro" ucap Adi pada Bara
" Rin sampai ketemu lagi ya" ucap Adi sehingga Bara membolakkan mata padanya.
" oh iya, bilangin juga sama Aira makanannya enak , pinter masak dia sama kayak ibunya" ucap Adi masih belum perģi juga
" iya udah sana, dari tadi ga pergi- pergi lu" ucap Bara kesal
" mas... ga boleh gitu" Airin memperingatkan Bara
...----------------...
Setelah keluar dari Vertical Garden, Adi beserta sopirnya berkeliling dulu sebelum pulang ke mansion orang tuanya
" pa kita keliling aja dulu" ucap Adi
" baik den, ini keliling aja apa nyari tempat apa gitu?" tanya sang sopir bingung
" keliling aja" ucap Adi tegas sehingga tidak ada pertanyaan lagi
Adi memikirkan bagaimana dirinya ketika menyerahkan data-data tentang Airin ke Bara, lalu dia pun mengingat kejadian sebelumnya, saat pertama kali dia bertemu dengan Airin. Dia segera mengakhiri pikirannya tentang Airin karena sekarang sudah menjadi istri dari sahabatnya.
Dia pun membuang nafasnya setelah menghirup dalam-dalam. Adi melirik kiri kanan ingin mengetahui kemana sang sopir membawanya, dia melihat ke kanan seperti ada sebuah mesjid, lalu dia melihatnya setelah menyuruh sopirnya untuk berhenti dan masuk ke parkiran mesjid.
Adi hanya diam di mobil, sang sopir pun enggan untuk bertanya karena takut sang majikan marah dan sedang tidak ingin di ganggu.
Sang sopir yang ingat kalau dia belum melaksanakan solat akhirnya meminta ijin Adi untuk solat terlebih dahulu
" den maaf, saya solat dulu ya" ucap sopirnya, lalu dia keluar dari mobil tanpa menunggu jawaban dari majikannya karena dia tahu kalau sang majikan sedang melamun.
Lima belas menit sudah Adi ditinggalkan oleh sopirnya, dia tersadar kalau hanya seorang diri di dalam mobil.
" kemana pa Yono ya? kok gue ditinggal" gumamnya
" aduh.." kata Adi
" maaf..maaf om ga sengaja" ucap seseorang yang menyenggolnya.
" ga apa-apa" ucap Bara sambil tersenyum
" aduhhhh....ampuunnnn" ucap anak itu
" kamu tuh ya ga berubah-berubah masih aja telat pake nyenggol orang segala" ucap seorang wanita yang datang dari belakang Adi, lalu wanita itu menjewer kuping anak laki-laki tersebut.
Setelah dirasa jewerannya melemah, anak itu melepaskan tangan kakaknya dari kupingnya lalu dia berlari.
" junaaa...." ucap wanita itu sambil mengeratkan giginya, karena dia ingin berteriak tapi ditahan. dia sadar kalau ini di area mesjid, lalu ia beristigfar berkali-kali sambil mengelus dada.
" astagfirulloh hal adzim..., maafkan adik saya ya dia agak ceroboh orangnya, maaf" ucap wanita itu lalu pergi.
Adi yang sibuk dengan pikirannya tidak memperhatikan apa yang diucapkan wanita tadi, saat dia tersadar ternyata wanita itu sudah tidak ada.
"ya ampun kenapa gue jadi bego gini ya" gumamnya, sambil mengacak-acak rambutnya.
lanjutin...ngga...lanjutin...ngga. hatinya terus saja bimbang antara lanjut solat ke mesjid atau balik lagi ke mobil.
" ah balik aja deh" ucapnya lalu dia pun kembali ke mobil sambil menunggu sang sopir.
Setelah beberapa saat akhirnya pa Yono kembali ke mobil
" maaf den lama nunggunya" ucap pa Yono tidak enak kepada bosnya
" ga apa-apa pa, langsung pulang ya" ucap Bara
mobil pun akhirnya melaju membelah jalanan yang agak padat, tak berapa lama sampailah di mansion orang tua Bara.