
Aira sudah menganggap si mbok seperti neneknya sendiri dan Airin pun menganggap orang-orang yang bekerja di rumah sudah seperti keluarga sendiri.
" kamu nanti telp orang rumah aja ya minta jemput, emang pulang jam berapa?" tanya Bara ketika dalam perjalanan menuju sekolah.
" tergantung pah, kalo ada kegiatan mendadak kadang agak sorean" jawab Aira.
" ya udah belajar yang rajin, jajannya makanan yang sehat" ucap Bara mengingatkan Aira. mobil pun kembali berjalan setelah Aira turun.
setelah sampai ditempat meeting, Bara kemudian bertemu dengan kliennya yang sudah menunggu beberapa menit. Dia pun melihat kliennya duduk tidak sendiri tetapi ada beberapa orang yang duduk bersama mereka.
" selamat pagi pa Toni" sapa Bara tidak mengucapkan salam karena dia tahu kalau kliennya itu berbeda keyakinan.
" pagi pa Bara, maaf nih saya majukan meetingnya ke pagi membuat anda harus berangkat pagi-pagi sekali" ucap pak Toni merasa tidak enak, padahal dia sudah menjelaskan semalam alasan dia merubah jadwal meeting.
"tidak apa-apa, saya juga sekalian antar anak sekolah, jarang-jarang kan memiliki waktu bersama walaupun cuma ngantar sekolah" jawab Bara menjelaskan agar pa Toni tidak merasa sungkan.
" ayo silahkan duduk" ucap pa Toni
" iya pa terima kasih, tapi ini..." Bara menghentikan ucapannya karena dia melihat orang yang berada disana juga.
" oh iya, ini juga orang yang saya ajak meeting bersama karena waktunya sangat mepet pa Bara" jelas pa Toni
" oh iya pa ga apa-apa, saya mengerti" ucap Bara
Tiga puluh menit meeting berjalan,datanglah seorang laki-laki yang sudah mengirimkan wakilnya duluan untuk meeting dengan pa Toni juga, dia adalah Adi yang tak lain adalah sahabat Bara.
" Selamat pagi pa Toni maaf saya terlambat" sapa Adi sambil mengulurkan tangannya untuk berjabatan tangan dengan pa Toni dan yang lainnya.
" disini juga.." sapa Adi pada Bara ketika mereka bersalaman
"lho..udah saling kenal ya" ucap pa Toni
"iya pa" ucap Bara dan Adi bersamaan
meeting pun selesai dan diakhiri dengan acara makan siang bersama. Bara teringat kalau Aira sudah mau pulang sekolah,kemudian dia mencoba menelpon anaknya.
tut..tut..
" kok ga diangkat ya" gumam Bara tapi bisa didengar oleh Adi
" ga apa-apa" jawab Bara tapi Adi masih memperhatikannya
tut..tut..
Bara mencoba lagi menempelkan hapenya ke kuping untuk menelpon anaknya.
"assalamu'alaikum dek dah pulang belum?"tanya Bara pada Aira.
"udah pah" jawab Aira
" ya udah tunggu disitu, papa baru kelar meetingnya" ucap Bara sambil menutup panggilannya setelah Aira menyetujui permintaan papanya
" gue pulang duluan ya" ucap Bara pada Adi
Pa Toni sudah pamit lebih dulu karena dia harus pergi keluar kota.
" kenapa buru-buru, kita ngobrol- ngobrollah, dah lama kan ga nongkrong" ajak Adi
" sorry gue mau jemput Aira , dia dah pulang dah nungguin juga" ucap Bara
" gue ikut ya, mau kenalan sama anak lu" ucap Adi
" mau ngapain sih, anak gue masih kecil jangan digodain" ucap Bara
" ish.. lu mah,gue kan om yang pengertian. gue mau traktir Aira, ayo" ajak Adi lalu berjalan keluar menuju mobil Bara.
" kenapa ke mobil gue, bukannya lu bawa mobil sendiri?" tanya Bara
" mobil gampang, sekarang gue nebeng lu" ucap Adi sambil maauk ke mobil.
Setelah melalui perdebatan akhirnya Bara sampai di depan sekolah Aira
" ayo dek duduk dibelakang aja" ucap Bara. Aira pun membuka pintu belakang setelah melihat ada seseorang disamping Bara.
" Hai Aira, kenalin om Adi" sapa Adi memperkenalkan diri dan mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Aira.
Aira hanya mengatupkan tangannya sambil tersenyum. Bara pun tersenyum melihat dari spion.