Vertical Garden

Vertical Garden
flash back



flash back


Hari itu adalah pernikahan Airin dan Haikal, mereka menikah karena hasil perjodohan kakek Haikal dengan keluarga Airin dikarenakan keluarga Airin pernah membantu sang kakek.


" gimana para saksi, sah?" ucap penghulu


" SAH" begitulah ucapan orang-orang yang hadir disana, mereka menyambut dengan gembira terutama kakeknya Haikal


Para tamu begitu antusias ingin memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai, setelah itu mereka menuju meja prasmanan.


Setelah acara selesai, Haikal dan Airin menuju kamar hotel tempat mereka menginap malam itu.


Airin berpikir kalau Haikal tidak akan meminta haknya sebagai suami karena mereka menikah dalam keadaan terpaksa. mereka membersihkan diri setelah seharian mengikuti rentetan susunan acara.


" ini malam pertama kita, kamu tau kan artinya apa" ucap Haikal yang membuat Airin terkejut


" tapi mas, apa tidak sebaiknya kita saling mengenal lebih dulu supaya..." ucapan Airin terpotong


" kita kan sudah menikah dan aku suamimu, apa kamu mau membantah perintah suami?" ucap Haikal dengan tegas karena keinginannya tidak mau dibantah


" bu-bukan begitu mas, tapi..kan" belum juga Airin melanjutkan kata2nya, Haikal langsung mendekat kearah Airin dan mencium bibir Airin dengan paksa


Airin yang merasa terkejut pun reflek menggigit bibir Haikal kemudian menamparnya.


Haikal yang sudah dikuasai hawa nafsu tidak memperdulikan rasa sakitnya, dia langsung mendorong Airin ketempat tidur, Airin mencoba memberontak tapi tenaganya tidak sebanding dengan tenaga Haikal.


" mas lepas, jangan kayak gini" ucap Airin berusaha mendorong tubuh Haikal


Haikal tak peduli dengan rintihan Airin, ia kemudian membuka paksa pakaian yang melekat pada tubuh Àirin dan terjadilah peristiwa dimana Airin merasakan sakit yang blm pernah dirasakannya.


" Ya Alloh kenapa pernikahanku harus dimulai seperti ini, apa aku sanggup" gumam Airin sambil menangis.


Semalaman Haikal tidak kembali ke kamarnya karena dia menemui kekasihnya yang menginap disitu juga, letak kamarnya pun tidak jauh dari kamar pengantin Airin dan Haikal.


waktu berlalu dengan cepat, setelah malam pertama itu Haikal tidak pernah lagi menyentuh istrinya meskipun mereka tinggal dalam satu rumah.


tiga minggu kemudian, Airin menunjuķkan tanda- tanda kehamilan dan tentu saja itu menjadi kabar bahagia bagi kakek Haikal dan keluarga Airin, namun sikap Haikal belum ada perubahan sampai Airin melahirkan anak pertama mereka yang berjenis kelamin laki- laki dan diberi nama Arrayan


Alfarizqi.


Setelah masa nifasnya selesai, Airin sengaja tidak memasang alat kontrasepsi karena yakin kalau Haikal tidak akan pernah menyentuh lagi sama seperti sebelumnya.


Pada suatu malam Airin sedang menyusui anaknya, namun dia ketiduran sehingga sumber makanan anaknya itu belum sempat dia rapikan. Masuklah Haikal ke kamarnya, saat dia menutup pintu kemudian dia berbalik dan melihat pemandangan yang membangunkan hasratnya .


"sial , kenapa dia ceroboh sih , kan gue jadi pengen" gumamnya sambil menyugar rambutnya dengan kesal


kemudian dia memindai tempat tidurnya dan menemukan celah untuk memindahkan anaknya ke box bayi, setelah itu Haikal langsung mengungkung Airin yang membuat perempuan itu terbangun. Airin mencoba meronta untuk melawan tetapi kekuatan Haikal tidak dapat dia lawan.


Pagi harinya ketika bangun Haikal bersikap seperti biasa seolah tidak terjadi apa-apa, tentu saja hal itu membuat Airin geram. Dia akhirnya mencoba berbicara pada suaminya tersebut


" mas, aku ingin bicara" ucap Airin


" bicaralah" ucap Haikal


" kenapa semalam kamu melakukannya, bagaimana kalau aku hamil lagi, aku tidak pakai alat kontrasepsi mas" ucap Airin menjelaskan


" itu terserah kamu" jawab Haikal dengan entengnya