
" ada apa, tumben udah pakai baju bersih kayak mau nginep aja" gerutu bundanya, dia tau maksud kedatangan anaknya untuk menanyakan perihal tadi siang.
" emang mau nginep bun, ga boleh ya" goda Bara sambil tersenyum
" ish anak ayah tuh" ucap bunda seolah merajuk, padahal dia sangat senang anaknya menginap.
"udah makan aja dulu, ntar lagi ngobrolnya" ucap ayah menengahi, karena kalau perdebatan itu tidak dihentikan akan panjang urusannya
Bunda mengambil piring ayah, kemudian menyendokan nasi beserta lauknya, setelah itu dia memberikannya pada suaminya.
" kamu mau diambilin juga? makanya cepetan nikah biar ada yang melayani" ucap bunda setelah mendapat anggukan dari sang anak.
" kan ini juga lagi proses bun" ucap Bara
" proses apaan, yang ada me-ma-lu-kan" ucap bunda sambil menekankan kata memalukan agar anaknya mengerti.
" maksud bunda apa? memalukan gimana?" tanya Bara
" dah ah, makan aja , bunda lagi malas bahas itu" ucap bunda
Mereka akhirnya melanjutkan acara makannya sampai selesai, Bara makan dengan lahap karena dia rindu masakan bundanya yang sudah lama tidak dia rasakan.
Selesai makan, mereka pergi ke ruang keluarga, di ikuti asisten rumah tangga yang membawa cemilan serta minuman untuk menemani obrolan mereka.
" tin dah pada makan blm? bilang yang lain juga suruh pada makan dulu, baru lanjut kerjanya" ucap bunda pada Titin , asisten rumah tangga yang baru.
" iya bu" jawab Titin sambil tersenyum yang dibuat semanis mungkin sambil melirik Bara. Dia baru sekarang melihat anak majikannya yang ganteng itu dengan jelas, karena memang dia belum genap sebulan kerja di rumah itu.
" apa ada yang diperlukan lagi bu" tanya Titin pada majikannya, sambil mencuri2 pandang pada Bara yang asik memainkan ponselnya.
" main hape mulu sih" gerutunya dalam hati
" udah kamu ke kembali aja" ucap bunda, dia tau kalau Titin melirik2 Bara
Setelah kepergian sang asisten, bunda pun menanyakan maksud anaknya.
"sebenarnya kamu mau nanya apa? sampai bela-belain gitu" tanya bunda Meli
" bunda tadi dari Vertical Garden kan, ngapain?" tanya Bara setelah bundanya mengiyakan.
" ish suka-suka bunda donk, kan bunda pengen nongkrong juga" jawab bunda asal
" ish anaknya ayah tuh, dia yang bikin malu, eh malah dia nuduh bunda" ucap bunda membela diri.
" bikin malu kenapa?" tanya Bara
" ya ampun, nih ya bunda ingatin, siapa yang habis pesan makanan tapi blm bayar?" tanya bunda
" ga tau" jawab Bara sambil mengangkat bahunya
" ish benar2 ya, dasar anak soleh, ganteng, anaknya ilham pramudya, kebangetan kamu" kesal bunda sambil berdiri menghampiri Bara dan memukul2 lengannya
" ampun..ampun bun, apa salah Bara coba" tanyanya dengan wajah mengesalkan, membuat bunda Meli memukulnya lagi
" Bara...kamu itu ya.. tau ngga. tadi bunda ditagih sm Airin , katanya kemarin2 km order tapi belum bayar iya kan?" ucap bunda lagi
Bara pun cengengesan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"i-iya bun, tapi Bara punya alasan kenapa ga langsung bayar" ucap Bara membela diri
" ngeles aja" ucap bunda
" serius, maksud Bara itu biar ada alasan ketemu lagi sama dia, itu aja kok" Ucap Bara menjelaskan maksudnya
" ah kelamaan pedekatenya" ucap bunda
" ayo yah, dah ngantuk nih, cape mikirin anaknya ayah, ntar keburu diambil orang calon mantu bunda" ajak bunda sama suaminya
" kok gitu, obrolan kita belum selesai bun" ucap Bara
" udah selesai dan ga ada yang perlu diobrolin lagi" ucap bunda sambil berdiri sambil menarik tangan ayah.
Bara akhirnya menuruti kemauan bundanya untuk tidak melanjutkan percakapan mereka, karena dia tau kedua orang tuanya pasti lelah setelah seharian beraktivitas.
...***************...
curhat aahhhh...outhor sedang rindu berat nih sama ayang mbeb, apa kalian pernah merasakan hal yang sama?
komen yah😉