Vertical Garden

Vertical Garden
Akhirnya



" ya udah mbok, saya berangkat dulu" pamit Bara sambil berjalan keluar menuju mobilnya


Begitu sampai perusahaan, Bara segera naik lift menuju ruangannya, tak lupa dia menyapa sekretarisnya sambil tersenyum


" pagi Si" sapa Bara


" se-selamat pagi pa.." jawab Sisi keheranan melihat bos nya menyapa duluan sambil tersenyum.


Biasanya Bara cuek, menjawab pun seperlunya.


Setelah maauk ruangan, Bara duduk di kursi kebesarannya ambil menatap dokumen2 yang ada di meja.


" kapan si Yoga balik ya, perasaan lama banget dia di luar kota, betah amat" gumam Bara, padahal kalau mau dia bisa saja menelpon Yoga untuk kembali dari luar kota, meskipun pekerjaannya blm selesai


...****************...


Sementara di Vertical Garden Airin sedang ngobrol dengan karyawannya


" Den yang kemarin minta no telp kira2 orangnya kyak gmn ya" tanya Airin pada Deni


" oh yang itu, ganteng mba, kayaknya baik juga orangnya" kata Deni yang memang kmrn hanya ngobrol seperlunya saja


" baik apaan, semalam aja nelp marah2" dengus Airin


"masa sih mba? " tanya Deni


" iya, dan sekarang dia ngajak ketemuan, jam-jam segini nih, km aja yang kesana Den" seru Airin


" Dia itu mintany ketemu sama manager cafe mba, bukan pelayan cafe, kl gitu mah dr kemarin dah kelar urusannya" ujar Deni


drt..drt..


suara handphone Airin berbunyi, kemudian Airin melihatnya untuk mengetahui siapa yang menelponnya.


"panjang umur nih orang" ucap Airin sambil menunjukkan handphone pada Deni


" cie.. tau aja lagi diomongin" kata Elin ,karyawan yang satunya lagi


"ssstttt" Airin mengarahkan jari telunjuknya ke mulut, menandakan agar semuanya diam karena dia akan menerima panggilan


" Assalamu'alaikum" ucap Airin memberi salam


" hallo..sudah berngkat blm" tanya Bara tanpa menjawab salam


" assalamu'alaikum...bisa jawab salamnya dulu" jawab Airin tanpa menghiraukan orang yang sedang kesal disebrang sana


" iya wa'alaikum salam" jawab Bara dengan kesal


" blm, saya masih di cafe, ada apa?" tanya Airin


" kalau kesini tolong sekalian pesankan makanan saya blm sarapan" jawab Bara


" ih nih orangnya, blm kelar juga" gerutu Airin


" ada apa mba? apa dibatalin?" tanya Deni


" ngga, dia mesen makanan buat sarapan ktnya" jawab Airin


Airin pun menyiapkan pesanan Bara dengan cepat karena ia ingin segera berangkat ke perusahaan tempat orang td yang td menelponnya dan ingin mengetahui seperti apa sebenarnya orang itu.


"saya berangkat dulu ya" ucapnya pd Deni


" iya mba, hati2 " jawab Deni


Airin sampai di perusahaan Bara, dia menuju receptionis dan bertanya perihal Bara.


"assalamu'alaikum mba, bisa bertemu dengan pa Bara?" tanya Airin


" wa'alaikum salam, apa sudah membuat janji?" tanya sang receptionis


" sebentar saya hubungi sekertarisnya dulu" ucap receptionis


Airin menunggu sambil melihat-lihat di sekelilingnya, tak lama receptionis pun mengantarnya menuju ruangan Bara


" silahkan bu ikuti saya" kata receptionis sambil diikuti Airin di belakangnya


" mba Hana ini yang tadi mau ketemu pa Bara" ucap receptionis kepada sekretaris Bara


" mari bu " pamit receptionis pada Airin karena dia harus kembali ke tempat kerjanya


" iya mba terima kasih" jawab Airin


Sang sekretaris yang bernama Hana pun mengetuk pintu, menunggu izin dari pemilik ruangan agar diperkenankn masuk


tok..tok..


tak berselang lama pintu pun terbuka karena memang dari tadi Bara sudah menunggu kedatangan Airin


ceklek


Bara membuka pintu dengan memasang wajah cool agar rasa gugupnya tersamarkan, perasaanny campur aduk karena ternyata benar kalau sang manager Vertical Garden adalah wanita yang dinantikannya


" ehmmm...silahkan masuk" kata Bara mempersilahkan Airin agar masuk ruangannya.


ketika Bara mau menutup pintu, Airin mencegahnya.


" biarkan pintunya terbuka, supaya tidak ada fitnah" jelas Airin


Bara mempersilahkan Airin duduk di sofa yang ada di dekatnya, sedangkan dia duduk di sofa sebrang Airin duduk