Vertical Garden

Vertical Garden
Calon Mantu



Ayah geleng-geleng kepala, memikirkan kegilaan anaknya dia pikir ini yang namanya gila karena cinta.


drt..drt..


" hallo assalamu'alaikum" ucap Bunda karena panggilannya langsung diangkat


" wa'alaikum salam, ada apa bun" jawab ayah


" yah, izin keluar boleh ya" jawab sang istri


" mau kemana? " tanya ayah


" ada deh, ntar bunda cerita deh, ya boleh ya" rengek bunda


" iya tapi kemana? sama siapa?" tanya sang suami yang sudah penasaran


" ish ga asik, nanya2 mulu" jawab bunda setengah merajuk


" ingat bun, kalau buat seorang istri ridonya Alloh tergantung ridonya suami,jadi..." ucap ayahnya Bara yang terhenti karena sang istri yang memotong ucapannya


" iya..iya bunda tau, bunda kenalan sama calon mantu , boleh kan?" tanya Ayah lagi


" nah gitu..kan jelas kemana dirimu akan pergi he..he.." goda Ayah


" ih malah ngeledek lagi, dasar Ayahnya Bara, udah dulu ya, assalamu'alaikum" ucap bunda


" wa'alaikum salam" jawab ayah sambil tersenyum


" bunda ngapain nelp yah, blm sejam dah kangen aja" ucap Bara menggoda ayahnya


" kamu itu..ntar juga ngerasain gimana rasanya rindu ha..ha.." balas sang ayah sambil tertawa


" rindu itu berat Bar ha..ha.." ucap ayah lagi


...----------------...


" Alhamdulillah udah sampe, mau mampir dulu ga?" tanya Ayahnya


" ga deh kapan2 aja yah?" jawab Bara


" ya udah hati2 dijalan, assalamu'alaikum" ucap Ayah


" wa'alaikum salam" ucap Bara sambil melajukan mobilnya menuju perusahaannya


Sementara di Vertical Garden terparkir beberapa mobil yang salah satunya adalah pagero sepot berwarna hitam milik ibu Melinda yang tak lain adalah istri dari Ilham Pramudya.


Sebenarnya bunda Meli janjian dengan salah seorang temannya, agar misinya tidak terlalu dibuat-buat untuk menemui Airin. perkara temannya datang atau ngga , itu urusan nanti.


Bunda Meli memutuskan untuk turun dan masuk ke dalam cafe, dia bosam kalau harus menunggu di dalam mobil


Jam menunjukan angka sebelas dan itu artinya hampir jam makan siang, keadaan cafe sudah mulai rame. Bunda Meli menghampiri seorang pelayan, kemudian bertanya ruangan yang bisa digunakan secara pribadi.


Setelah ditunjukkan tempatnya, bunda sekalian memesan cemilan dan minuman saja, karena untuk makanan berat dia pesan setelah teman yang ditunggunya datang datang.


" ini bu pesanannya, silahkan dinikmati" ucap pelayan yang mengantarkan pesanan


" iya , terima kasih" jawab bunda sambil tersenyum


" mba..apa managernya ada disini?" tanya bunda ragu2


" ada bu, sedang di depan, mau saya panggilkan?" tanya pelayan


" boleh?tapi kalau lagi ga repot" ucap bunda


" tenang aja bu, beliau tidak ada yang berani memarahi kalau pun santai2 he..he.." jawab pelayan


" mari bu, nanti saya sampaikan, permisi" ucap pelayan lagi


Di ruangan bagian depan Vertical Garden tampak sang manager sedang mondar mandir membantu karyawannya yang sibuk melayani pengunjung yang memesan menu makan siang


Dia tidak sadar kalau gerak geriknya diperhatikan oleh seseorang yang berada di private room.


" rajin juga, cantik " ucap bunda dalam hatinya


Sementara di sebuah perusahaan sedang duduk seseorang yang dari tadi memeriksa berkas- berkas tanpa memikirkan makanan apa yang akan menjadi menu makan siangnya.


Pekerjaannya pun terjeda karena panggilan masuk dari bunda Meli


drt...drt..


" assalamu'alikum.." ucap bunda


" wa'alaikum salam, ada apa bun?" tanya Bara yang membuat sang bunda agak kesal karena pertanyaannya


" emang kenapa, apa harus ada apa2 dulu baru boleh nelp?" tanya bunda


" bunda sensi amat, kenapa sih bun?" jawab Bara dengan lembut agar kekesalan bundanya menghilang