
Deni yang merasa sudah mengenal Bara pun menghampiri dan menyapanya.
" pagi pa, maaf kami belum buka. ada yang bisa dibantu?" tanya Deni
" saya ingin bertemu dengan manager kalian" ucap Bara
" maaf pa kalau pagi begini, bu Airin tidak bisa diganggu" ucap Deni
"dimana ruangannya" tanya Bara
" maaf pa tidak bisa, ini belum masuk jam kerja" ucap Deni lagi dengan kesal
" kalau gitu saya akan cari sendiri" ucap Bara lagi
Airin yang sedang berada di dapur pun mendengar keributan didalam cafenya. lalu dia keluar dari arah dapur.
" Ada apa ini? kok ribut sekali?" tanya Airin sambil memegang gelas yang berisi susu hangat yang baru saja dia bikin
" ini bu..." ucap Deni dengan formal. tapi ucapannya keburu terpotong oleh Bara
" ikut saya " ucap Bara sambil merebut minuman yang berada ditangan Airin
" itu minuman saya, kenapa diambil" tanya Airin sambil mengikuti Bara
Karyawan yang berada disana pun terheran- heran dengan kelakuan Bara, dan mereka pun bertanya2 siapa Bara, berani sekali memperlakukan bos mereka seperti itu.
Bara mengajak Airin keruangan private, karena dia sudah tahu dimana letaknya. Airin pun ikut masuk tapi tidak menutup pintu karena takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkn.
"sebenarnya apa yang ingin anda bicarakan?" tanya Airin dengan kesal
" tolong kembalikan minuman saya" ucap Airin lagi
Bara kemudian meminum susu hangat yang Airin buat, sehingga Airin membulatkan matanya karena tidak rela minumannya sudah berkurang.
" ini .." ucap Bara sambil menyodorkan gelas yang isinya sudah berkurang
" ishhh , anda ini kenapa dan ada keperluan apa?" tanya Airin lagi dengan kekesalan yang sudah berlipat
" saya mau kamu jadi istri saya" jawab Bara dengan tersenyum
" gila..." ucap Airin sambil geleng- geleng kepala
"lebih baik anda segera pergi dari sini, karena sebentar lagi kami akan buka" ucap Airin lagi
"kalau tidak mau , bagaimana" ucap Bara
Bara hanya tersenyum melihat reaksi Airin yang menurutnya sangat menggemaskan
" ini baru permulaan" gumamnya sambil menyeringai
Pagi itu seperti biasa cafe dalam keadaan sibuk karena melayani orang-orang yang akan sarapan. Bagaimana dengan Bara? tentu saja Airin tidak peduli, mungkin orang itu salah minum obat, pikirnya.
...****************...
Setelah pulang dari Vertical Garden, Bara langsung menuju perusahaannya. Semangatnya pagi seratus persen karena sudah bertemu dengan sang pujaan hati.
ketika masuk ruangannya, Bara dikejutkan dengan kedatangan Yoga sang asisten pribadi
" kapan datang?" tanya Bara
" semalam bos" jawab Yoga sembari menelisik karena ada perubahan pada diri bos nya tersebut
" Bos... sepertinya ada yang berbeda nih, apa ya" tanya Yoga yang membuat Bara tersenyum.
" apa coba..kelihatan banget ya?" Bara malah bertanya balik
" ck si bos nih, kayak orang yang lagi jatuh cinta aja, senyum2 ga jelas" ucap yoga
" tepat sekali" ucap Bara yang membuat Yoga membolakan matanya
"serius? cewek mana bos?" tanya yoga lagi
" nanya mulu kayak wartawan aja, oh iya tugas disana gimana ?" tanya Bara
" beres , ini semua laporannya" jawab Yoga sambil menunjuk beberapa berkas yang ada dimeja Bara.
" ok, kalau lu dah ga cape, ada tugas penting buat lu" ucap Bara
" tugas apa bos bikin penasaran aja" tanya Yoga
" yakin mau sekarang?" tanya Bara
" iyalah bos, dari pada kerja ga konsen karena penasaran" jawab Yoga
" ini..." Bara memberikan berkas yang dulu dikasih Adi dan pernah dia perlihatkan pada kedua orang tuanya.
" maksudnya gimana bos? ini kan dah lengkap , info apalagi yang bos mau?" tanya Yoga sambil membaca kertas yang ada dihadapannya.