Vertical Garden

Vertical Garden
Alat kontrasepsi



Di Rumah Bunda


Setelah melakukan perjalanan selama satu jam akhirnya sampai di rumah orang tua Bara


" mbok tolong panggilin yang lainnya ya" ucap Bunda, sang asisten pun langsung pergi mencari yang lainnya karena sang majikan sepertinya akan memberikan informasi penting.


Tak lama mereka sudah berkumpul diruang keluarga.


" tolong perhatiannya ya, kenalkan mereka adalah cucu saya, namanya Rayyan dan Aira, mereka akan menginap disini selama liburan sekolah" ucap Bunda


para asisten rumah tangga kemudian bubar setelah mendapat intruksi dari sang majikan. mereka sebenarnya bertanya-tanya anak siapa sebenarnya yang berada di rumah itu, kalau anak Bara tidak mungkin kan dia belum menikah.


" ayo Ray, Aira. oma antar ke kamar kalian" ucap bunda


" bun, ayah ke kamar dulu ya, kalian yang betah disini ya, opa mau istirahat dulu" ucap kakek


"iya opa" ucap Ray dan Aira bersamaan


"nah ini kamar kamu Ray, nanti sebelahmya kamar Aira" terang bunda.


" sekarang istirahat dulu ya, nanti solat dzuhur oma bangunin" ucap oma


"iya oma" ucap Aira


Setelah menunjukkan kamar masing- masimg, oma akhirnya pergi ke kamarnya, dan terlihat suaminya sedang tidur


......................


Tak terasa rumah tangga Aira dan Bara sudah satu minggu, karyawan cafe sudah pada tahu kalau Bara adalah suaminya Airin.


Ray dan Aira pun sudah kembali kerumah ibunya karena akan masuk sekolah. Bara serta anak dan istrinya sedang berkumpul diruang keluarga.


"Ray ,Aira ada yang mau papa bicarakan" ucap Bara. sedangkan anak- anak memperhatikan menunggu Bara melanjutkan ucapannya


" begini bagaimana kalau tinggal di rumah papa, kalau dari sana tempat kerja papa lebih dekat" ucap Bara lagi


" Ray terserah ibu aja" ucap Ray


" Aira juga terserah ibu" ucap Aira


" ya udah berarti semua setuju ya, besok kita mulai pindah. sekarang kita tidur biar besok ga kesiangan" ucap Bara


......................


Sudah dua bulan usia pernikahan Airin dan Bara, tapi belum ada tanda-tanda kehamilan pada Airin. Bara yang tidak memperhatikan masalah itu pun cuek karena pikirnya mereka kan baru menikah jadi hitung-hitung pacaran aja dulu.


Namun lain halnya dengan orang tua Bara, terutama bundanya. Bunda Meli berencana menelpon Bara agar datang ke rumahnya.


" Hallo assalamu'alaikum " ucap Bara setelah melihat ada panggilan dari bundanya.


" wa'alaikum salam Bara kamu sibuk ga?" tanya bundanya


" ngga terlalu bun, ada apa?" tanya Bara


" bisa ke rumah sekarang, bunda ada perlu sama kamu" ucap bunda lagi


" emangny harus ke sana ya, ga bisa ditelp aja?" tanya Bara


" ga bisa harus kesini, sendiri aja ya kesininya" ucap bunda


" ya udah kesana sekarang, assalamu'alaikum" ucap Bara.


Bara bertanya- tanya sebenarnya ada apa sampai dia harus datang sendiri.


Setelah sampai depan rumah orang tuanya, Bara disambut sama bundanya yang memang sudah menunggu dari tadi.


" ada apa bun kayaknya penting banget?" tanya Bara setelah dia masuk rumah


" Bara istrimu belum ada tanda-tanda hamil ya, bukannya dia subur ya, atau pake alat kontrasepsi?" tanya bunda memberondong Bara dengan banyak pertanyaan.


" ya ampun bunda kirain ada apaan, jadi nyuruh kesini cuma buat tanya itu aja, kan ditelp juga bisa" jawab Bara dengan kesal.


" cuma kamu bilang, ini tuh masalah penting, waktu sama suaminya dulu dia buktinya langsung hamil, berarti kan ga ada masalah dengan kesuburannya. kecuali dia pakai alat kontrasepsi dan itu artinya ga mau punya anak dari kamu" kata bunda sambil membayangkan kalau ucapannya benar


" Bara sama Airin baru nikah, baru dua bulan ya wajar aja belum hamil, kalau soal anak kita ga nunda kok" ucap Bara, tapi sebenarnya dia juga ragu dan bertanya-tanya, apakah istrinya menunda kehamilan?