Vertical Garden

Vertical Garden
Gila karena cinta



Perkataan Bara ketika menemani orang tuanya sarapan membuat bunda dan juga ayahnya tambah penasaran


" nanti deh kalau udah selesai sarapannya Bara ceritain, Bara ke kamar dulu ya" ucap Bara


" oh iya, pagi ini ayah ga ada meeting kan?" tanya Bara


" ga ada, biar nanti ayah berangkat bareng kamu aja" jawab sang ayah


" ok" ucap sambil berlalu menuju kamarnya yang sudah lama tidak ia huni


......................


" bunda jadi penasaran yah sama si Bara, jangan- jangan dia dah hamilin anak orang lagi, Astagfirulloh yah. jangan sampe, amit-amit" ucap bunda dengan mengetukan jari-jarinya ke meja makan


" jangan berburuk sangka begitu, ingat ucapan adalah do'a" ucap ayah


"Astagfirulloh ya Alloh ampuni hamba" ucap bunda


Setelah sarapan selesai, orang tua Bara menuju ruang keluarga dimana Bara sudah menunggu.


" cepetan langsung cerita aja" kata bunda yang sudah tidak sabar


" sabar donk bun" ucap ayah mencoba menenangkan


" sabar..sabar..dari tadi dah sabar, tapi nih anak lama banget mau cerita" kesal bunda


" gini bun, Bara udah punya gebetan tapi mau minta pendapat bunda dan ayah dulu, kalo ayah dan bunda ga setuju pun Bara tetap memaksa" jelas Bara membuat mata sang bunda melotot


" astagfirulloh, kamu tuh benar2 mau nguji kesabaran bunda atau mau bikin bunda jantungan hah" ucap bunda semakin emosi


" terus kenapa minta pendapat kalau tetap maksa, benar2 kamu ya" ucap bunda lagi sambil mengepalkan tangannya


" ya ampun bun, dengar dulu penjelasan Bara" ucap Bara, dia juga tak ingin menjadi anak durhaka yang membuat sang bunda marah2


Bara pun akhirnya menceritakan semua nya, tentang dia yang sudah jatuh hati pada perempuan yang statusnya janda beranak dua, dan tidak lupa dia juga memberikan map yang tadi dia bawa dari rumahny.


"gimana bun, yah" ucap Bara


Ayah pram yang melihat keterkejutan istrinya pun mulai berbicara lagi


" nanti aja , bundamu kelihatannya shock berat, biar kami berpikir dulu" ucap ayah


" kita ke kantor sekarang aja" ajak ayah


" ayo yah, bun jangan lupa kabarin" ucap Bara pada sang bunda yang merespon hanya dengan menganggukkan kepalanya, tanda dia mengiyakan.


Setelah kepergian suami dan anaknya, bunda memijit pangkal hidungnya, dia tidak habis pikir dengan Bara.


" tapi sepertinya harus nyoba kenalan sama perempuan ini" gumam bunda sambil memegang foto Airin


Bunda pun tersenyum, dia punya rencana untuk pergi ke Vertical Garden sendirian


...****************...


Dalam perjalanannya menuju perusahaan, Bara dan ayahnya sambil berbincang- bincang seputar urusan kantor, tapi Bara juga ingin tahu pendapat ayahnya tentang obrolan mereka tadi di rumah.


" menurut ayah gimana, bunda setuju apa tidak" ucap Bara ingin tahu pendapat sang ayah


" untuk sekarang, kasih waktu untuk berpikir karena ini ga gampang, kl pun setuju kamu bisa bayangkan jika kamu nikah terus langsung punya anak dua, udah gede2 lagi, ayah blm bisa membayangkan punya cucu langsung segede itu" ucap ayah mengeluarkan unek2nya


" iya sih, Bara juga ga tau dia bakal nerima apa ngga" ucap Bara


Ayah pun langsung mengernyitkan dahinya tanda dia tidak paham maksud Bara


" maksud kamu apa? jangan bilang kamu sama dia ga pacaran?" tanya Ayah


" emang ngga, lebih tepatnya belum yah, gimana mau pacaran, nembak aja belum, ketemu juga baru beberapa kali" jawab Bara


Ayah geleng-geleng kepala, memikirkan kegilaan anaknya, dia pikir ini yang namanya gila karena cinta