Vertical Garden

Vertical Garden
Pamer



Dalam perjalanan Aira hanya diam, dia memperhatikan dua orang didepannya yang sedang ngobrol tapi lebih banyak perdebatannya.


" Ra kita makan dulu ya" ajak Adi


" terserah papa aja om" jawab Aira


"ternyata Bara berhasil meluluhkan Airin dan anak-anaknya, semoga kalian bahagia" batin Adi


"bukannya tadi lu dah makan? masa makan lagi" ucap Bara


"maksud gue tuh, Aira yang makan ntar kita temenin sambil ngopi gitu" ucap Adi membela diri


" kita ke Vertical Garden aja, Airin juga lagi disana" ucap Bara


" ok" cuma itu jawaban Adi


akhirnya mereka pun sampai di cafe, Airin tidak mengetahui kedatangan mereka karena Bara tidak mengabarinya terlebih dahulu.


" assalamu'alaikum ibu" ucap Aira


" wa'alaikum salam, kok kesini sama siapa?" tanya Airin


" sama papa ada temannya juga" jawab Aira


" teman? teman papa maksudnya?" tanya Airin lagi


"iya, tuh..." jawab Aira sambil menunjuk ke arah Bara dan Adi


Bara menghampiri Airin dan mencium keningnya, itu membuat Airin kaget karena disana sedang ada teman Bara dan karyawannya.


" mas.." muka Airin sudah memerah karena malu


" biarin sih, orang dicium suaminya kok" ucap Bara dengan cuek


...****************...


Sementara di salah satu sudut cafe sedang duduk seorang wanita cantik yang dari tadi memperhatikan gerak gerik pasangan Bara dan Airin.


" cih...pamer" gumamnya sambil berdiri untuk berjalan kearah Bara


" hallo Bara apa kabar?" ucapnya setelah jarak dia dengan Bara hanya beberapa langkah. lalu wanita itu mencoba lebih dekat.


" tante mau ngapain" ucap Airin yang mencoba menghalangi wanita tersebut.


Bara dan Airin yang masih kaget pun melihat kearah Aira dan wanita tersebut.Lili, dia lah wanita itu yang sedang memiliki misi menjadi pelakor karena dia sudah jatuh cinta kepada Bara dari dulu.


Adi hanya menyimak saja, sesekali dia mencuri pandang kepada Airin


" tambah cantik aja..." batin Adi


" siapa dia mas?" Airin bertanya, dia penasaran kepada wanita yang memanggil nama suaminya itu.


" ga tau" jawab Bara


" tapi dia panggil nama mas" tanya Airin lagi


Bara pun penasaran dengan wanita tersebut


" anda siapa ya, kok bisa tau nama saya?" tanya Bara pada Lili


" kamu kok lupa sih...aku Lili temannya Bella" jawab Lili dengan muka sok sedih, ingin dapat perhatian dari Bara.


" Bella? maaf saya lupa " jawab Bara yang membuat Lili kesal tapi coba dia sembunyikan.


" emmm...ga apa-apa kalo kamu lupa, ayo kita kenalan lagi" ucap Lili sambil mengulurkan tangannya


Aira yang melihat itu langsung menyambut tangan Lili menggantikan papanya.


"sudahkan kenalannya?" tanya Aira sambil melihat mata Lili dengan tajam dan mencoba mengintimidasi.


" ckkk, anak kecil jangan ikut-ikutan urusan orang tua" ucap Lili sambil mencoba melepaskan tangannya dari Lili


" dek udah kamu kedalam aja sekalian ajak temannya papa" seru Airin, dia menjadi tidak enak karena Aira ikut campur urusan Bara


" maaf anda ada keperluan apa ya dengan suami saya"tanya Airin pada Lili


" bukan urusan kamu, urusan saya sama Bara" jawab Lili


" ada urusan apa anda dengan saya?" tanya Bara, dia tidak mau istrinya salah paham.


" bisa kita ngobrol berdua?" tanya Lili


" maaf istri saya harus ikut" jawab Bara


Lili kecewa karena Bara menolak ajakannya, tak lama ada panggilan masuk ke hp Lili.


" ok, aku pamit dulu ya, semoga nanti waktunya tepat, dah.." ucap Lili sambil pergi keluar cafe