Vertical Garden

Vertical Garden
Program



Perdebatan hari itu menyebabkan Bara jadi pendiam, dia mau nanya sama istrinya tapi takut istrinya tersinggung tapi kalau tidak ditanyakan jadi beban pikiran


Airin yang melihat gerak gerik suaminya yang sering melamun pun penasaran, ada apa dengan suaminya.


" mas, kok akhir-akhir ini sering ngelamun, ada apa?" tanya Airin dengan lembut sambil mengusap-usap lengan suaminya.


" ada yang mau mas tanyakan, tapi kamu jangan marah ya" jawab Bara seakan diberi jalan untuk menanyakan rasa penasarannya.


" apa?" tanya Airin


Bara menghadap istrinya lalu menggenggam tangan istrinya itu.


" sayang, apa kamu pakai alat kontrasepsi? maaf bukan mas ingin segera punya anak, tapi kan..." ucapan Bara terpotong oleh Airin


"iya mas, aku pakai alat kontrasepsi karena kita belum pernah bahas masalah ini sebelumnya" ucap Airin dan jawaban itu membuat Bara kecewa.


" tapi kenapa, kan ga usah menunda kehamilan. kalaupun kamu hamil kan memang ada suaminya" ucap Bara


" "baiklah kalau kamu ingin segera punya anak, aku akan ke dokter dan merencanakan program hamil" jawab Airin dan itu membuat kekecewaan Bara sedikit memudar.


"kalau gitu kita mulai sekarang ya program hamilnya" ucap Bara sambil menunjukkan senyum manisnya


" modussss" jawab Airin membalas senyum suaminya yang penuh makna.


Bara pun mendekati wajah dan langsung mencium bibir istrinya, dia menikmati proses ini dengan perasaan yang berbeda dari biasanya karena sekarang tujuannya sudah jelas, ingin segera punya anak


Pagi hari diawali dengan perasaan bahagia dan penuh semangat, Bara keluar dari kamar mandi dan melihat istrinya yang masih tertidur pulas, Airin kecapean karena Bara berkali- kali menggempurnya dan mengajaknya begadang.


Setelah solat subuh, Airin tidur lagi tidak seperti biasanya langsung ke dapur. Bara pun mendekat ke arah istrinya lalu mencium kening Airin


" sayang...sayang mas berangkat dulu ya, nanti mas bilang sama Aira kalau kamu kesiangan bangunnya" ucap Bara.


" hmm" cuma itu jawaban Airin


...****************...


Airin bangun pada siang hari dan rumah terasa sepi, hanya ada asisten rumah tangga dan security itu pun di rumah bagian depan.


Untuk tempat usaha yang dimilikinya Airin mempercayakan pada Deni dan karyawan lainnya, karena setelah menikah ia memang mengurangi kegiatannya di luar rumah.


Airin sudah minta izin pada suaminya untuk pergi ke rumah sakit,Bara tadinya ingin menemani sang istri tapi karena kesibukannya ia pun mengurungkan niatnya.


"assalamu'alaikum dok, selamat siang"ucap Airin


"wa'alaikum salam, siang bu Airin, gimana kabarnya?" ucap dokter nita


" alhamdulillah baik dok" jawab Airin


" ada keluhan apa bu?" tanya dokter lagi


Airin menceritakan maksud kedatangannya, dan dokter nita menjelaskan dengan baik sampai sang pasien mengerti. Setelah konsultasi, ia tidak langsung pulang tapi ingin mampir dulu ke cafe miliknya dan membawakan makan siang untuk suaminya.


Setelah mempersiapkan semuanya, Airin segera meluncur menuju perusahaan suaminya. dia ingin membuat kejutan untuk Bara.


" assalamu'alaikum mas" ucap Airin setelah membuka pintu ruangan suaminya.


Bara terkejut dengan kedatangan sang istri, karena Airin tidak mengabarinya terlebih dahulu.


" wa'alaikum salam sayang kok ga bilang- bilang mau kesini" ucap Bara sambil mendekati Airin lalu menciumnya. Airin hanya menjawab dengan senyuman saja, lalu mereka duduk dan Airin mengeluarkan makanan yang dibawany


" kerjaannya masih banyak? makan dulu ya" ucap Airin lalu Bara menganggukkan kepala.


Makan siang pun berakhir tapi Bara tidak mengizinkan istrinya untuk langsung pulang.


" gimana kata dokter?" tanya Bara


" semuanya baik, ya kita tinggal berusaha dan berdo'a" jawab Airin


" kalau itu ga usah ditanya, iya ga?" ucap Bara sambil menaik turunka alisnya


" dasar mesum" ucap Airin