Vertical Garden

Vertical Garden
SAH



Ketika Bara dan Airin menunggu jawaban anak-anak, datanglah ayah dan ibu Bara menyusul mereka juga.


"kalian tidak perlu khawatir, kami sudah setuju dengan pilihan Bara. dan kalian akan menjadi cucu kami" ucap bunda menghampiri Ray dan Aira


" benarkah, tapi...aku sudah janji sama ayah kalau ibu akan menikah sama ayah" ucap Aira sambil menunduk


" dek, apa kamu tidak ingin melihat ibu bahagia? ibu akan bahagia kalau sama om Bara" ucap Ray mencoba membujuk Aira


" benaran bu?" tanya Aira


sedangkan Airin hanya tersenyum saja, karena dia pun tidak tau kedepannya akan seperti apa rumah tangganya.


" ok kalau gitu tapi om harus janji akan buat ibu dan kami semua bahagia" ucap Aira sambil melihat kearah Bara dan Bara pun mengangguk


" ayo, kasian orang- orang dah pada nunggu" ucap ayah


" ntar dulu, mulai sekarang kalian panggil oma da opa ya" ucap bunda sambil menunjuk dirinya dan suaminya.


" iya oma" ucap Aira sambil memeluk bunda


Akhirnya mereka pun masuk kedalam rumah menuju ruang tamu.


"oh iya , pengantin wanitanya dirias dulu yuk" ucap bunda sambil menuntun Airin, padahal dia tidak tau ruangan yang mana yang akan digunakan untuk merias calon mantunya.


" dikamar mana kamu akan dirias ?" ucap bunda lagi


" biar saya merias sendiri saja bu" jawab Airin karena tidak enak dengan orang- orang yang mengikuti mereka.


" biar cepat, kasian kan orang- orang dah pada nungguin dari tadi" ucap bunda tak ingin dibantah


Airin pun pasrah dan masuk ke salah satu kamar yang merupakan kamar tamu.


Setelah selesai dirias, Airin dan bunda menuju ruang tamu yang sudah ada beberapa bagian yang dihias juga (the power of money , kalo ada duit semuanya bisa diatasi dengan cepat).


Airin duduk disamping Bara yang sedang menghapal bacaan ijab qabul, Bara terpesona ketika melihat kearah Airin.


Airin tidak peduli dengan orang yang sedang memandangnya dengan terpesona, dia sibuk memeriksa kelengkapan data-data yang ada disana, karena bukan dia yng menyerahkannya.


" saya terima nikah dan kawinnya Airin Rahmi binti imron dengan mas kawin tersebut dibayar tunai" ucap Bara dengan lantang


" gimana para saķsi sah.." ucap pa ustad


" alhamdulillah" ucap bunda


" ya alloh jadikan suami hamba ini yang terakhir yang bisa membimbing hamba dan keluarga menuju surga-Mu, amiin" ucap Airin dalam hati


Setelah acara selesai dan orang-orang sudah pulang, kini tinggallah keluarga inti.


" nak , ini ada voucher buat kalian berdua, anggap aja honeymoon" ucap bunda


" honeymoon bu?" tanya Airin lagi tak percaya mertuanya sudah mempersiapkan semua itu.


" iya, kalian pergi saja, biar kami yang jaga anak-anak disini selama kalian pergi" ucap ayah menyetujui usulan bunda


" bolehkan oma sama opa nginep disini?" tanya bunda


" tentu saja boleh bu" jawab Airin


" panggil bunda aja sama kayak Bara" ucap bunda


" i-iya bunda" ucap Airin dengan gugup karena belum terbiasa


" kalau berangkatnya besok ga apa-apa kan?" tanya Airin sama bunda


" ya ga apa- apa , tapi harus pagi berangkatnya" ucap bunda


" iya bun" jawab Airin segera, yang penting malam ini dia ingin tidur bersama anak-anak pikirnya ( mudah- mudahan suaminya mengizinkan).


" mbok , apa kamar tamu sudah dibereskan, biar ayah sama bunda istirahat?" tanya Airin sama mbok Nan


" udah bu" jawab si mbok


" ayo bu, Airin antar ke kamarnya" ajak Airin pada ibu mertuanya


" ga usah biar cucu bunda aja yang nganter ,bunda ingin mengenal mereka lebih dekat. ayo yah, Ray,Ra" ajak bunda


kemudian mereka pun pergi ke kamar tamu yang telah dipersiapkan oleh si mbok. kini tinggallah sepasang penganten baru yang masih kalut dengan pikiran masing-masing terutama Airin


" mbok istirahat aja ya, kerjaannya dilanjuti besok aja" ucap Bara pada asisten rumah tangga Airin


" ayo sayang, aku dah ngantuk" ajak Bara sambil menarik tangan Airin