Vertical Garden

Vertical Garden
Wanita Hebat



Bara memberikan tugas kepada Yoga supaya informasi tentang Airin dan keluarganya lebih lengkap, menurut Bara info yang dikasih Adi belum sesuai dengan hatinya, apalagi tentang anak2nya.


" maaf nih bos, sebenarnya perempuan ini siapa?" tanya Yoga mulai serius


" calon istri" jawab Bara tegas, tapi membuat Yoga melotot.


" apa? calon istri?" tanya Yoga


" iya, kenapa lu, cemburu?" tanya Bara sambil memicingkan matanya pada Yoga


" ck amit-amit" ucap Yoga sambil mengetukan jarinya ke meja


" perasaan saya keluar kota ga terlalu lama, tapi udah ada calon istri aja...luar biasa" ucap Yoga sambil geleng2 kepala


" udahlah, lu lengkapi aja, jangan sambil ada yang kelewat. udah sana" seru Bara ga ada akhlak, udah minta tolong, malah ngusir lagi.


Setelah Yoga pamit, Bara memikirkan kejadian tadi pagi ketika berada di Vertical Garden, dia ga habis pikir kenapa bisa segila itu (sambil senyum- senyum sendiri).


...----------------...


Waktu berlalu hari berganti, setelah kejadian dimana Bara menyatakan bahwa Airin calon istrinya, setiap pagi setiap hari Bara pergi ke Vertical Garden.


Karyawan disana sudah mengetahui kalau Bara sedang mengincar bos mereka, itu akan menjadi bahan ledekan mereka pada bosnya.


Yoga sudah menyelesaikan tugas dari Bara dua hari kemudian setelah dia menerima tugasnya. Bara pun terkejut setelah mengetahui yang sebenarnya tentang Airin dan keluarganya.


" wanita hebat, penuh kejutan" ucap Bara setelah Yoga memberikan laporannya.


Ditempat lain Airin sedang bersiap-siap untuk pulang lebih awal, kemudian dia mendengar gawainya berbunyi


drt..drt..


" hallo, assalamu'alaikum" ucap Airin


" wa'alaikum salam, kamu lagi dimana?" tanya si penelpon


" saya masih di cafe pa, ada apa ya?" ucap Airin nanya balik


" ga bisa pa, saya buru- buru" tolak Airin.


" tunggu, sebentar lagi sampe" ucap Bara ga mau kalah.


" assalamu'alaikum" jawab Airin. dia memutuskan sambungan teleponnya karena tidak ingin memperpanjang percakapannya dengan Bara.


Airin berjalan menemui Deni sekalian pamitan pulang duluan. Airin terburu2 karena ia akan menjemput Ray di pondok pesantren tempat Ray menuntut ilmu, hari ini Ray mulai libur karena ujian semester telah selesai.


Bara tahu akan kepulangan anak laki-lakinya Airin, tentu saja karena ia selalu berkomunikasi dengan salah satu pengurus pesantren dengan mengatasnamakan paman dari Ray. hal itu dia lakukan setelah Yoga mencari info tentang keluarga Airin.


Saat akan memasuki mobil, Airin kaget karena tangannya ada yang menarik


" astagfirulloh.." ucapnya sambil melotot saking kagetnya.


" udah dibilangin suruh tunggu" ucap Bara, dialah yang menarik tangan Airin.


" apaan sih pa, saya sedang buru2 mau jemput anak saya" ucap Airin dengan keukeuh


" biar saya yang nyetir, geseran.." perintah Bara benar-benar ga mau dibantah.


Airin pun menggeser badannya sambil menggerutu.


" heran nih orang mau nya apa sih pake maksa segala" batin Airin


" jangan ngedumel, omongin aja langsung saya ga mau muka kamu tumbuh jerawat gara2 perasaan terpendam" ucap Bara seraya menggoda Airin


" ck apaan sih" decak Airin tidak sadar mengerucutkan bibirnya dan mengembungkan pipinya tanda dia sedang merajuk


Tapi dimata Bara tentu saja itu menggemaskan, rasanya ingin sekali mencubit pipi Airin.


" kita kearah mana?" tanya Bara


" emang mau kemana" tanya balik Airin


Bara menginjak rem mendadak, Bara ga abis pikir sama calon istrinya ini, bukannya tadi bilang mau jemput anaknya.