
Bara mempersilahkan Airin duduk di sofa yang ada di dekatnya, sedangkan dia duduk di sofa sebrang Airin duduk.
"ini pesanannya, jadi apa yang mau anda bicarakan?" tanya Airin to the point karena dia tidak ingin berlama2
Bara membuka tempat makan yang dibawa Airin, dia tidak menghiraukan pertanyaan Airin karena memang sengaja mengulur waktu agar Airin bisa berlama- lama disana.
"sebentar biarkan saya makan dulu" jawab Bara
" ini orang mau nya apa sih ga profesional banget ya" batin Airin sambil memindai ruangan Bara
drt...drt...
getaran ponsel Airin menandakan ada panggilan masuk
" assalamu'alaikum.." ucap Airin sambil memperhatikan tatapan tajam orang didepannya yang sedang makan.
" ibu ,tolong jemput Aira, Aira ga bisa jalan.." adu Aira pada ibunya dan ingin minta dijemput
" apa...kok bisa" tanaya Airin dengan perasaan kaget, khawatir dan panik
" ya udah bentar ya, kamu masih di sekolahan kan?" tanya Airin
" iya bu, ak di UKS" jawab Aira
" ya udah kamu tunggu disana, assalamu'alaikum" ucap Airin
" pa maaf saya harus pergi" ucap Airin sambil berdiri
" mau kemana? urusan kita blm selesai" jawab Bara
" nanti saja pa" jawab Airin sambil berlalu keluar dari ruangan Bara
Bara menjadi kesal karena niatnya yang ingin berlama2 dengan Airin gagal total
" siapa ya yang nelp dia barusan, kayaknya panik banget" gumam Bara
Bukannya kembali kepekerjaannya Bara malah kepikirin dengan Airin yang langsung pergi setelah mendapat telpon.
Dia melirik bekas makanannya dan baru teringat kalau makanan tadi belum dia bayar, Bara pun menyeringai, dia punya alasan untuk menghubungi Airin lagi
karena tak bisa konsentrasi Bara memutuskan untuk menghubungi Airin
......................
drt...drt...
Airin segera mengambil handphonenya untuk menjawab panggilan yang masuk
"Assalamu'alaikum, iya pa" jawab Airin
"wa'alaikum salam, dimana?" tanya Bara
Bara mencoba untuk menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat karena setelah pulang kerja dia akan menuju Vertical Garden, menanyakan alamat rumah Airin.
Kini jam menunjukan pukul tujuh belas, Bara segera membereskan meja kerjanya, kemudian dia keluar ruangan tp dia melihat kalau sekretarisnya masih berada dibalik mejanya sedang merapihkan penampilannya, lalu Bara sedikit menyapa
"Hana, saya pulang duluan" ucap Bara
Hana yang sedang berdandan pun melotot menghentikan sejenak kegiatannya sambil begumam
"demi apa, Pa Bara pamit pulang dulu sama gue" gumamnya
Di parkiran Bara masuk ke mobilnya dan langsung tancap gas, ia ingin segera mengetahui keadaan Airin atau lebih tepat bertanya kenapa Airin sampai berada dirumah sakit.
Begitu sampai parkiran Vertical Garden, Bara langsung masuk ke cafe tersebut dan menghampiri salah satu pelayan disana
" managernya ada ga" Bara to the point sama Deni. karena memang pelayan yang dihampiri Bara adalah Deni
" maaf pa bukannya tadi ke perusahaan anda ya?" tanya Deni, karena memang tadi Airin pamitnya kesana
" dia sudah pulang dan ditelp katanya td di Rumah Sakit, sebenarnya dia sakit apa?" tanya Bara yang menimbulkan tanda tanya besar buat Deni
" maksudnya pa?" tanya Deni
" ck coba kamu hubungi dia , sekarang berada dimana, nanti saya nyusul kesana" jelas Bara dengan nada agak kesal
" maaf dengan ..." tanya Deni ingin mengetahui nama orang yang dari tadi membuat dirinya terheran2 karena sampai segitunya ada orng yang ingin mengatahui tentang bos nya
Deni segera menghubungi Airin, dia juga ingin mengetahui ada apa dengan bos nya itu
" hallo, assalamu'alaikum mba" ucap Deni
" wa'alaikum salam, iya Den " jawab
" mba katanya di Rumah Sakit? siapa yang sakit" tanya Deni lagi
" Aira kakinya keseleo, tp sekarang dah di rumah, ada apa?" tanya Airin
"syukurlah kalo sudah pulang, ini mba ada pa Bara, dia menanyakan mba, apa saya kasih tau alamat mba aja?" tanya Deni
" ya udah deh, saya juga penasaran apa maunya orang itu" dengus Airin
" ya udah mba, assalamu'alaikum" ucap Deni sambil memutuskan sambungan teleponnya
"gimana?siapa yang sakit?" tanya Bara
" anaknya mba Airin"jelas Deni
deg
jantung Bara seakan berhenti berdetak, dia bertanya2 dalam hatinya, apa dia salah dengar.