Vertical Garden

Vertical Garden
Penjelasan



" siapa yang mempermainkan hubungan, saya serius ingin melamarmu dan saya akan membawa orang tua saya kalau kamu perlu bukti" ucap Bara


" anda kok maksa sih, anda tidak tau siapa saya dan latar belakang saya, jangan sampai anda menyesal." ucap Airin lagi


" saya tidak akan menyesal, tunggu saja nanti malam" ucap Bara dengan kesal, lalu pergi menuju mobilnya. Tak lama mobil Bara sudah tidak terlihat dari parkiran cafe.


" ya alloh apalagi ini, apa belum saatnya aku bahagia dan hidup tenang bersama anak-anak" batin Airin sambil menutup matanya.


tok..tok


Seseorang mengetuk pintu mobil meminta Airin untuk membuka pintu sebelahnya


" ibu kenapa ?" tanya Ray yang membawa beberapa makanan dan minuman untuk dibawa pulang kerumah.


" ga apa-apa Ray" jawab Airin


" Ray ibu mau menjelaskan om yang tadi" ucap Airin lagi


" katanya nanti malam aja biar sekalian Aira dengar" ucap Ray


" tapi ini tidak seperti yang kamu pikirkan Ray" ucap Airin lagi


Lalu Airin menceritakannya pada Ray dari mulai pertemuan mereka sampai Bara tadi ikut menjemput.


" apa ibu mencintainya? soalnya Ray liat kayaknya om itu suka sama ibu" tanya Ray


" tidak tau, ibu baru mengenalnya" jawab Airin


" terus gimana kalau dia benar- benar melamar ibu nanti malam?" ucap Ray


" mudah- mudahan tidak jadi datang" ucap Airin , dia berharap Bara tidak jadi datang kerumahnya


" oh iya Ray, apa ayahmu pernah datang ke pondok, atau dia menelpon mu?" tanya Airin


" ngga bu,emang kenapa?" ucap Ray


" akhir-akhir ini , Aira sering bersamanya. bunda ga bisa menolak, apalagi kalian sekarang sudah besar" ucap Airin


Merekapun sudah sampai dirumah, Airin ke dapur mencari mbok Nan.


" assalamu'alaikum, mbok..mbok..kemana ya?"ucap Airin


Setelah mencari-cari si mbok tapi ga ketemu, Airin akhirnya menuju kamarnya untuk bersih-bersih.


" assalamu'alaikum, mbok apa kabar?" tanya Ray sambil mencium tangan si mbok dengan takjim.


" wa'alaikum salam, baik den. si mbok kangen berat sama den Ray" sambil memeluk Ray


" Ray juga mbok, kangen sayur asem buatan si mbok he..he.." ucap Ray menggoda si mbok


" Ngomong- ngomong pada kemana nih , rumah kok sepi banget" tanya Ray


" ibu masih di kamar, kalau neng Aira kayaknya ke rumah pa Haikal, karena akhir-akhir ini sering dijemput den" ucap si mbok


mendengar penjelasan si mbok, Ray pergi ke kamar untuk mengambil handphone nya kemudian menelpon sang adik


" hallo assalamu'alaikum, dimana dek?" tanya Ray to the point


" wa'alaikum salam di rumah ayah, kakak mau kesini?" tanya Aira


" pulang sekarang juga!" ucap Ray tegas


" tapi kak..." ucap Aira


" Aira sejak kapan kamu suka membantah" tanya Ray dengan nada tinggi


" i-iya kak, Aira pulang sekarang" ucapnya sambil berkaca-kaca kemudian mematikan telponnya


...----------------...


Aira yang terlihat sedih membuat sang ayah bertanya-tanya


" ada apa sayang?" tanya Haikal


" Aira harus pulang yah, bolehkan Aira minta tolong pa kusno buat anterin Aira?" tanya nya pada sang ayah


" tentu saja boleh, tapi kamu harus cerita sama ayah, ada apa?" tanya Haikal lagi


" itu.. kak Ray libur sekolahnya jadi sekarang ada di rumah dan nyuruh Aira cepat pulang" jelas Aira


" oh gitu,kak Ray mungkin dah kangen sama Aira" ucap Haikal menenangkan anaknya tersebut. padahal dalam hatinya dia juga merasa khawatir kalau bertemu dengan Ray, takut ditolak Ray.


Dia sadar penolakan itu pantas dia dapatkan, mengingat perlakuannya dulu pada Airin dan anak-anaknya.