
Setelah sarapan, Bara dan Airin kembali lagi ke kamar karena Airin ingin menyiapkan pakaiannya untuk dibawa.
" jadikan perginya?" tanya Airin karena sepertinya Bara kelihatannya ragu-ragu.
" kalau ditunda dulu gimana, kita jalan-jalan aja berdua" ucap Bara sambil memeluk Airin
" kenapa, apa yang mas pikirkan?" tanya Airin lagi
Setelah obrolan tadi pagi dengan istrinya, Bara menjadi banyak pikiran, dia benar-benar ingin memahami keluarga barunya itu.
" tadinya mas mau pergi bareng anak-anak juga, ingin mengenal mereka lebih dekat" ucap Bara
" masih banyak waktu, nanti kita ngobrol dengan anak-anak ya" ucap Airin sambil melepaskan pelukan Bara
tok..tok..
" bu..." panggil Aira dari luar
" itu suara Aira mas" ucap Airin pada Bara
Airin pun membukakan pintu dan tampak anak-anaknya menunggu diluar.
" kalian jadi pergi kerumah oma?"tanya Airin
" iya, ini mau pamit" jawab Ray
" sayang suruh anak-anak masuk dulu" ucap Bara
Aira, Ray, Airin dan Bara duduk bersama, Bara mencoba memulai obrolan.
" Ray, Aira boleh ga om meminta sesuatu?" tanya Bara yang membuat Ray dan Aira saling pandang
" bisa ga panggilan buat om dirubah, misalnya papa. kalian bisa pelan-pelan memulainya. om tidak ingin ada jarak diantara kita karena kalian sekarang anak- anak om" ucap Bara
Aira dan Ray nampak sedang berpikir, kemudian mereka melihat ke arah ibunya, lalu Airin pun mengangguk.
"baiklah akan kita coba..p-pah" jawab Ray, itupun mewakili suara adiknya dan Aira pun mengangguk
"terima kasih" ucap Bara, sambil memeluk Aira dan Ray lalu menciumi kepala mereka
" ehmm.. ibu ga diajak pelukan nih" ucap Airin menggoda mereka sambil memeluk. Dia berdoa dalam hati agar kebahagiaan keluarga barunya itu bisa terus dia rasakan.
" ya udah kita antar anak- anak ke depan yuk" ajak Bara
Mereka akhirnya menemui oma dan opanya yang sudah menunggu dari tadi
" lama amat pamitannya, kayak mau pergi kemana aja" ucap bunda sambil tersenyum
" iya oma, tadi papah masih kangen katanya" ucap Aira membuat oma dan opanya terkejut bisa secepat itu Ray dan Aira akrab dengan anaknya.
" ehm... ayo berangkat" ucap bunda mencairkan kecanggungannya.
...----------------...
Setelah anak-anak dan orang tuanya pergi, Bara berencana mengajak Airin kerumahnya dan memperkenalkan Airin kepada penghuni rumahnya.
"kita pergi yuk" ajak Bara
" kemana?" tanya Airin
" jalan- jalan , kita pacaran ya" ucap Bara sambil memeluk istrinya, sekarang itu menjadi kebiasaan barunya setelah menikah
Bara dan Airin pun pergi ,tujuan pertama yaitu rumah Bara.
"ini rumah siapa mas? anak-anak disini ya?" tanya Airin setelah sampai didepan rumah mewah, tapi tidak ada jawaban dari Bara.
" mas...ih ditanya juga" ucap Airin lagi. tapi Bara tetap saja diam dan itu membuat Airin mengingat- ngingat apa kesalahannya sampai suaminya marah begitu.
" sayang.." ucap Airin mencoba memperbaiki kesalahannya.
" ini rumah kita" ucap Bara sambil tersenyum dan menangkup wajah Airin. Airin hanya terdiam, dia sekarang tau kalau suaminya itu gampang merajuk kalau keinginannya tidak dipenuhi.
" ayo masuk" ucap Bara
" assalamu'alaikum..." kata Airin. kemudian keluarlah asisten rumah tangga yang ada dirumah Bara.
" wa'alaikum salam...den Bara sama..." jawab si mbok
" kenalin mbok ini istri saya, namanya Airin" ucap Bara. si mbok kaget bukan main sambil mengerjapkan matanya tak percaya.