
Bara akhirnya menuruti kemauan bundanya untuk tidak melanjutkan percakapan mereka, karena dia tau kedua orang tuanya pasti lelah setelah seharian beraktivitas.
"hushhh , apa harus secepat ini? tapi kalau kelamaan ntar ada yang nikung" gumam Bara sambil menarik napas dalam dan mengeluarkannya.
...----------------...
Sementara di sebuah rumah yang tidak terlalu mewah, terlihat seorang perempuan sedang membereskan bekas makan malam bersama anaknya. Tiba-tiba sang anak bertanya tentang sesuatu yang tidak pernah ditanyakannya.
" bu...apa ibu tidak kangen sama ayah?" tanya Aira membuat sang ibu keheranan
" emang kenapa? kamu mau tinggal sama ayah ?" tanya Airin penuh selidik
" ngga, ak sama abang pengen ibu bahagia, kenapa ibu ga nikah lagi aja?" tanya Aira
deg
Jantung Airin serasa berhenti berdetak, ada pertanyaan besar dalam pikirannya, kenapa anaknya bertanya seperti itu?
apa ada yang menghasutnya? atau karena dia merindukan ayahnya, tapi kalau cuma kangen sama ayahnya dia bisa video call, atau kalau libur dia akan mengizinkan anak2nya untuk berlibur ke rumah mantan suaminya itu.
" bu...ibu" panggil ibunya karena tiba-tiba melamun
"i-iya kenapa" tanya Airin
" ibu kok ngelamun, hayo...mikirin ayah ya" goda Aira
" ngga lah" jawab Airin dengan tegas. sebenarnya dia ingin melupakan masa lalunya tapi sulit apalagi ini diingatkan lagi oleh anaknya
" udah sana ke kamar, jangan begadang ya" ucap Airin
Airin melihat kepergian anaknya sambil duduk dikursi makan yang berada tak jauh dari dapur. Di dapur masih terdapat mbok Nan yang hampir menyelesaikan pekerjaannya, lalu mbok Nan menghampiri Airin
" maaf bu, si mbok tadi nguping" ucap si mbok karena tak enak dengan majikannya itu
" ga apa- apa mbok, saya sudah menganggap mbok seperti keluarga sendiri, yang penting mbok jaga kepercayaan saya ya" ucap Airin
"sebelumnya si mbok minta maaf karena mau bicarakan sesuatu, mbok ga tau ini penting atau ngga bu" ucap mbok Nan sambil melihat ke arah kamar Aira walaupun kamar itu terlihat agak jauh dari tempat dimana mereka berada
" bicaralah, ada apa?"tanya
" beberapa hari lalu waktu neng Aira sakit , bapa nelpon neng Aira. maaf mbok mengira sepertinya bp nanya2 mengenai pribadi ibu, mungkin itu yang membuat neng Aira menanyakan perihal tadi. atau mungkin bp mau rujuk sama ibu" mbok Nan menjelaskan kepada Airin
" maaf kalo mbok lancang, mbok tau perjalanan bu Airin, gimana susah untuk sampai dititik ini, mbok hanya ingin keluarga ini bahagia, sekali maaf" ucap mbok ga enak, karena tak bermaksud untuk mencampuri urusan majikannya.
" iya mbok, saya ngerti. tadi saya cukup kaget dengan pertanyaan Aira, kalau dengar dari penjelasan mbok tadi,bisa jadi itu salah satu alasannya, makasih ya mbok. ga usah merasa ga enak gitu" ucap Airin menenangkan si mbok
" udah malam mbok, sebaiknya istirahat" ucap Airin lagi
" iya bu, maaf ya" ucap si mbok yang mendapat anggukan dari Airin
Setelah mbok pergi, Airin tak langsung beranjak dia berpikir sebentar lalu pergi ke dapur untuk membuat minuman hangat, agar bisa menenangkan hati dan pikirannya.
Airin lalu mengecek keadaan rumah agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, kemudian dia pergi ke kamar sambik membawa minuman tadi.
Setelah di kamar, Airin tak bisa langsung tidur dia masih memikirkan perkataan Aira dan si mbok. Dia jadi memikirkan masa lalunya.