Vertical Garden

Vertical Garden
Kecewa



Airin terus mencoba membangunkan Bara tapi tidak berhasil lalu dia meninggalkannya. Diruang keluarga semuanya sudah siap untuk menjalankan ibadah solat subuh berjamaah. Airin mempersilahkan ayah mertuanya untuk menjadi imam tapi beliau menolak karena belum terbiasa, akhirnya Ray yang menjadi imam.


Setelah selesai berjamaah dan berdzikir, Airin dan si mbok pergi ke dapur untuk membuat sarapan.


" enaknya bikin apa ya mbok?" tanya Airin


" lho bukannya mau pergi sama pa Bara?"tanya si mbok


" mas Bara masih tidur mbok, biarin ajalah siangan dikit" jawab Airin ( padahal dia masih kepikiran karena Bara belum solat subuh).


Bunda kemudian pergi ke dapur dan bergabung bersama dengan yang lainnya


" rin , kok Bara belum bangun? bukannya kalian mau pergi pagi- pagi" tanya bunda


" tadi udah dibangunin tapi susah, mana belum solat subuh lagi" jawab Airin


" astagfirulloh, anak itu. dimana kamarnya?" tanya bunda sambil berdiri mau menghampiri Bara dan membangunkannya


Airin mengantarkan ibu mertuanya ke kamar dan terlihat Bara masih tertidur.


" Bangun..Bara bangun.." seru bunda sambil menggoyangkan badan Bara


" kamu ga malu sama anak dan istri kamu, mereka dah pada bangun, dah solat juga. Bara.." teriak bunda ( pagi- pagi dah heboh)


" bunda biar Airin yang bangunin lagi, bunda temenin ayah aja ya" ucap Airin menenangkan sang mertua. kemudian bunda pun pergi dengan hati kesal.


" malu-maluin aja, kan malu sama cucu-cucuku" gerutu bunda.


ceklek


Airin mengunci pintu kamarnya dan mulai membangunkan Bara lagi


" mas... aku pergi dulu ya, cafe lagi rame soalnya" ucap Airin dengan suara yang keras.


" kok pergi sih, kan kita mau honeymoon" ucap Bara lagi.


" ga ada honeymoon buat orang yang ga solat subuh" ucap Airin tegas


Bara segera beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi, setelah beberapa menit dia pun sudah segar karena langsung mandi.


Airin sudah menyiapkan sajadah dan perlengkapan solat suaminya. setelah suaminya selesai solat Airin menghampiri Bara mencium punggung tangan Bara lalu duduk dihadapan suaminya itu.


" mas bukankah kita mau sama-sama belajar untuk kehidupan kita kedepannya, tapi kenapa bangun kesiangan?" tanya Airin


" sayang maaf, tadi malam mas ga bisa tidur, ga tau tidur jam berapa, maafin ya" ucap Bara dengan sendu, ia pun merasa bersalah karena pernikahannya diawali dengan kekesalan istrinya.


" sudah..sekarang saya mau tanya. apa mas jarang melaksakan solat fardlu?" tanya Airin


Bara pun bingung harus jawab gimana, karena jujur saja dia sudah lama meninggalkan solatnya.


" iya, maaf aku sudah lama tidak solat" jawab Bara


" astagfirulloh ya alloh" ucap Airin dengan mata berkaca- kaca.


" kenapa mas? jika Alloh aja kamu tinggalkan, bagaimana dengan kami, aku hanya istrimu dan mereka hanya anak-anak tirimu, pikirkan lagi sebelum hubungan kita lebih jauh" ucap Airin lagi.


Airin pasrah jika Bara tidak mau diajak berubah lebih baik, dia bukan merasa dirinya lebih baik tapi ingin membawa keluarganya menuju keluarga sakinah mawaddah warohmah.


" ya sudah, kita sarapan dulu" ucap Airin dengan suara serak, menahan tangisnya lalu dia berdiri mengajak Bara.


Bara tidak tau harus bagaimana, masa lalunya tidak bisa diulang, tapi dia juga ingin menjadi lebih baik, kalau dia berjanji untuk berubah apa jadinya kalau tidak bisa menepatinya, biarlah nanti waktu yang membuktikannya.


" sayang, maaf" hanya itu yang bisa Bara katakan sambil memeluk istrinya dari belakang.


" ayo, takutnya yang lain pada nungguin" ucap Airin sambil mengelus lengan suaminya.