
Datanglah dua orang anak laki-laki yang seumuran sambil membawa tas.
" assalamu'alaikum ibu" ucap Ray. iya Ray lah yang datang bersama dengan temannya, anak dari perempuan yang tadi berbincang bersama Airin.
" wa'alaikum salam" jawab Airin sambil memeluk Rayyan
" ya udah, kalau gitu kami permisi dulu " ucap Airin pamit sama orang-orang yang berada disana. tak lupa ia pun mengatupkan tangannya didada sambil tersenyum kepada Amir.
Melihat itu Bara menjadi geram. Airin dan Rayyan sudah berada di jok belakang, sedangkan Bara di posisi mengemudi.
" ada yang bisa pindah kedepan? saya bukan sopir online ya?" tanya Bara dengan sinis
" bu biar Ray di depan aja ya" ucap Rayyan sambil keluar untuk berganti posisi.
keheningan melanda para penumpang mobil yang dikemudikan Bara, tentu saja mereka canggung satu sama lain.
" ehmmm, Ray kamu kelas berapa?" tanya Bara ingin mencairka suasana
" kelas tujuh" jawab Ray dengan singkat
Bara kemudian melirik spion untuk melihat situasi dibelakangnya, lalu tatapan Bara danAirin pun bertemu. Bara kemudian mengkode Airin
" Ray kamu kalau ditanya lihat orangnya donk, jangan ga sopan gitu" ucap Airin
" om ini siapa nya ibu?" tanya Ray sambil merubah posisinya melihat kearah Bara dan Airin
" saya..." jawaban Bara terpotong
" teman ibu, kebetulan ada urusan didekat sini, jadinya nebeng" ucap Airin mencoba menjelaskan. kalau sampai Bara yang menjelaskan pasti akan panjang urusannya dan Bara akan berkata sembarangan.
" apa benar om?" tanya Ray pada Bara
" iya benar, tapi lebih dari itu. ada yang mau saya bicarakan sama kamu dan adik kamu" ucap Bara.
Airin menjadi deg-degan, iya berpikir jangan- jangan Bara membicarakan hubungan mereka. lalu Airin pun berpikir lagi, hubungan seperti apa? kan mereka bukan siapa- siapa dan tidak ada apa- apa.
" apa yang mau anda bicarakan dengan anak- anak saya? mereka tidak ada urusan dengan anda.
"anda jangan macam- macam ya, mereka masih kecil, jadi jangan libatkan mereka dalam masalah orang dewasa" ucap Airin
" bu sebenarnya ada apa sih?" tanya Ray.
" Ray nanti malam saya akan kerumah kalian untuk membicarakan masalah ini, biar adik kamu juga ikut mendengarkan penjelasan saya" ucap Bara
" anda ini benar-benar ya, saya sudah bilang jangan libatkan anak- anak, pake acara ke rumah segala" ucap Airin
" bu, biarin aja. Ray pengen tau apa maunya om ini" ucap Ray
" tapi Ray..." ucapan Airin terpotong sama Bara
" sayang...nanti malam aku akan tetap ke rumah, kamu izinkan atau tidak" ucap Bara, dan itu berhasil membuat Ray dan Airin membolakan matanya.
" ada hubungan apa sebenarnya diantara mereka" batin Ray
" benar-benar ga ada akhlak nih orang ya, Ray bisa berpikiran macam-macam kalau kayak gini" batin Airin, sambil mengeluarkan napasnya dengan kasar.
" ini mau pulang kemana, ke cafe atau ke rumah" tanya Bara
" ke cafe aja" ucap Airin karena mobil Bara berada disana
mobil kemudian melaju kearah cafe, tak membutuhkan waktu lama mereka pun sampai di parkiran Vertical Garden
" Ray mau masuk dulu atau langsung pulang" tanya Airin
" masuk dulu bentar" kata Ray langsung turun dari mobil
" terima kasih" ucap Airin pada Bara
" sama-sama. oh iya nanti malam saya akan datang melamar sekalian menjelaskan ke anak-anak" jawab Bara
" anda tidak perlu datang, jangan mempermainkan sebuah hubungan, nanti akan ada yang tersakiti" jelas Airin yang masih menganggap ucapan Bara adalah main- main karena begitu mudahnya bagi Bara mengucapkan itu.