Vertical Garden

Vertical Garden
Menginap



Kemudian Airin masuk lagi ke dalam cafe dan menuju ruangan karyawannya yang sedang pada sibuk.


"cie..kayaknya pelanggan VVIP nih" ucap Deni menggoda Airin sambil menaik turunkan alisnya.


" biasa aja" ucap Airin sambil tersenyum


" dah pada makan belum nih, ayo istirahat gantian" seru Airin


" iya bu" jawab karyawannya yang lain


" ya sudah saya juga mau istirahat dulu" ucap Airin lagi sambil pergi menuju ruangannya. Diruangannya, Airin bersiap2 untuk melaksanakn sholat dzuhur, untuk makan siang dia menunggu kedatangan Aira setelah pulang dari sekolahnya.


Aira sudah bisa bersekolah lagi setelah kakinya membaik, dia pulang dari sekolah menggunakan ojek online. bukannya Airin ga mau jemput, tapi Aira tidak ingin mengganggu kesibukan ibunya karena memang pada jam segitu keadaan cafe sedang ramai2nya.


...****************...


Sementara diruangan sebuah perusahaan tampak seorang laki2 yang sedang memeriksa berkas2nya yang menumpuk sambil menunggu makanan yang dikirimkan sang bunda.


tok..tok...


" maaf pa ini ada kiriman makanan" ucap Hana sang sekretaris


" bawa masuk, tolong sekalian siapkan ya" titah Bara kepada sekretarisny itu


" baik pa" ucap Hana menuju meja yang akan digunakan Bara untuk makan siang.


" sudah pa, apa ada yang diperlukan lagi pa?" tanya Hana takutnya bosnya itu butuh bantuan lagi.


" tidak , terima kasih" ucap Bara


Bara menghentikan sejenak kegiatannya karena perutnya sudah lapar.


" eemmm, baunya enak, bikin perut tambah lapar" gumamnya sambil berjalan menuju meja yang tersedia makanannya.


Bara membuka tempat makanannya, sepertinya tidak asing, dia pun melihat2 tulisan yang ada ditempat makannya


"Vertical Garden, jangan2 bunda..." gumamnya lalu di berdiri untuk mengambil handphone yang ada dimeja kerjanya, dia ingin segera menelpon bundany


tut..tut..


kemudian dia mencobanya lagi sampai beberapa kali, tapi tetap saja sang bunda tidak mau menerima panggilannya karena masih merasa kesal.


" bunda dimana sih, ditelp kok susah, apa dikantor ayah ya" batin Bara lagi, lalu dia pun mencoba menelpon ayahnya dan hasilnya pun sama.


Sebenarnya bunda sudah sampai di perusahaan ayah, dia langsung menceritakan kejadian di cafe kepada suaminya tersebut, lalu ketika Bara menelpon dia pun meminta suaminya agar jangan mengangkat panggilan dari anaknya tersebut.


Bara pun berpikir kalau bunda sama ayahnya sedang berada ditempat yang sama, karena keduanya tidak menerima panggilan darinya.


" kompak banget" gerutunya


Bara akhirnya memulai kegiatan makannya, walaupun suasana hati sedang kesal,makanan yang tersedia dimeja pun ludes karena itu makanan yang dipesan dari cafe orang yang sedang menjadi gebetannya.


Setelah pulang kerja, rencananya Bara akan pulang ke rumah orang tuanya, dia ingin meminta penjelasan pada sang bunda soal makanan yang diordernya.


...----------------...


Waktu menunjukan pukul delapan kurang lima belas menit, Bara segera membereskan meja kerjanya yang berantakan, ia ingin segera bertemu dengan bundanya( bukan kangen ya🤭)


Mobil warna hitam telah terparkir didepan rumah bunda Meli, mobil yang pemiliknya susah sekali untuk di suruh ke rumah tersebut. Tapi hari ini sudah terlihat bolak balik di parkiran depan rumah itu.


" bunda ..." panggil Bara tanpa mengucapkan salam


" bunda, ayah.." teriaknya lagi memanggil orang tuanya, dan munculah asisten rumah tangga dari arah dapur


" iya den ada apa?" tanya si mbok


" ckk ayah sama bunda kemana mbok, dari tadi di panggil ga ada yang jawab" ucap Bara dengan kesal


"astagfirulloh den maaf si mbok lagi masak, kalau ibu sama bapa lagi sholat den" jawab si mbok


" ya udah mbok kembali aja ke dapur, saya mau ke kamar dulu" ucap Bara sambil berjalan menuju ke kamarnya, dia beencana menginap di rumah orang tuanya jadi dia bersih2 dulu. setelah setengah jam barulah Bara kembali mencari orang tuanya.


" bunda" sapanya


" ada apa, tumben udah pakai baju bersih kayak mau nginep aja" gerutu bundanya, dia maksud kedatangan anaknya untuk menanyakan perihal tadi siang.